Selasa, 18 September 2012

Justice For The 96

Keadilan untuk 96 korban tragedi Hillsborough. Begitu tagline yang sering disuarakan suporter Liverpool demi mendapatkan keadilan bagi ke-96 Liverpudlian yang meninggal dunia 23 tahun lalu di markas Sheffield Wednesday itu.
Well, 23 tahun yang lalu tragedi sepakbola terjadi di laga semifinal piala FA yang mempertemukan Nottingham Forest vs Liverpool di stadion Hillsborough akibat membludaknya jumlah penonton. 23 tahun terlalu lama bagi keluarga korban yang hidup menderita akibat fitnah yang disebarkan oleh surat kabar The Sun. Ya The Sun menerbitkan berita bohong yang mencoreng nama suporter Liverpool. Mereka dituduh sebagai penyebab kerusuhan di stadion tersebut sementara mereka yang bertahan hidup difitnah mencuri dompet korban, mengencingi polisi, dan memukuli staf ambulans.
Nah pada tanggal 12 September lalu, Hillsborough Independent Panel (HIP) merilis 400,000 lembar dokumen penyelidikan secara independen yang dilakukan selama dua tahun. Hasilnya suporter Liverpool terbukti tidak bersalah dalam tragedi tersebut melainkan kelalaian pihak kepolisian dalam mengantisipasi jumlah penonton yang membludak. Petugas ambulans juga terlambat memberi pertolongan. Lapangan tersebut diketahui tidak memenuhi standar keselamatan minimum.
The Sun meminta maaf
Ironisnya surat kabar The Sun mengklaim berita yang mereka terbitkan 23 tahun lalu bersumber dari kantor berita di Sheffield sementara pernyataan yang mereka peroleh berasal dari salah seorang polisi senior.
"Twenty-three years ago the Sun newspaper made a terrible mistake," ucap editor The Sun saat ini, Dominic Moynihan. "We published an inaccurate and offensive story about the events at Hillsborough. We said it was the truth - it wasn't.  The Hillsborough Independent Panel has now established what really happened that day. It's an appalling story and at the heart of it are the police's attempts to smear Liverpool fans. It's a version of events that 23 years ago The Sun went along with and for that we're deeply ashamed and profoundly sorry. We will also reflect our deep sense of shame."
Sementara itu editor The Sun pada saat tragedi terjadi Kelvin MacKenzie menambahkan, "It has taken more than two decades, 400,000 documents and a two-year inquiry to discover to my horror that it would have far more accurate had I written the headline 'The Lies' rather than 'The Truth'. I published in good faith and I am sorry that it was so wrong."
May all the victims who were affected by the tragedy rest in peace. You'll Never Walk Alone.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar