Kamis, 03 Januari 2013

Syukuri Kesempatan Hidup

Pagi ini aku mendapat pesan dari temanku soal berita kematian mantan rekan kerjaku. Dia juga kakak kelasku semasa di SMK. Umurnya masih muda. Dia resign karena sering sakit-sakitan yang menyebabkannya absen berkepanjangan.

Setahun berlalu, kami tak pernah berkomunikasi lagi hingga hari ini aku mendengar kabar kematiannya. Baru saja kemarin kami membahasnya karena kebetulan kekasihnya kerja di tempat yang sama dengan kami. Seperti ada firasat yang menghampiri kami mempertanyakan kondisi kesehatannya.

Hari ini dia memberi jawaban kepada kami bahwa dia sudah berpulang. Dia meninggalkan kami dalam usia yang masih muda.

Dulu sewaktu terakhir kali dia datang ke kantor, dia menangis lantaran dia merasa masa hidupnya tak lama lagi. Tapi aku tidak mempunyai firasat apa pun karena menurutku typhus--penyakit yang kala itu dideritanya--bisa disembuhkan. Tapi kenyataan berkata lain. Dia mengalami sesak napas menjelang ajalnya. Aku tidak tahu persis apa penyakitnya yang aku tahu paru-parunya bermasalah.

Bersama rombongan dari kantor kami melayat ke rumahnya. Aku melihat ayahnya yang dulu kerap mengantar dan menjemputnya semasa masih kerja. Raut mukanya terlihat lemas. Temanku itu pasti anak kesayangannya meski bukan anak tunggal.

Aku tidak bisa membayangkan kesedihan yang dirasakannya ketika putrinya berpulang lebih dulu darinya.

Hal ini mengingatkanku untuk mensyukuri hal sekecil apa pun dalam hidupku. Aku mungkin bukan orang yang dianugerahi keberuntungan. Aku mungkin tidak merasakan masa remaja seperti yang anak-anak seusiaku dapatkan. Aku mungkin juga bukan orang yang bisa dengan mudah mendapatkan hal yang aku inginkan. Orangtuaku juga bukan orang kaya yang sanggup memenuhi segala yang aku butuhkan. Tapi satu hal yang penting, Allah swt. masih menganugerahkanku umur hingga 19 tahun ini. Beliau masih memberiku kesehatan yang mungkin sulit untuk didapatkan orang lain seperti temanku itu. Hal sekecil itu kerapkali aku lupakan. Aku telalu sering lalai akan segala rizki yg dia berikan kepadaku.

Aku berdoa semoga aku termasuk golongan orang yang pandai bersyukur. Amin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar