Minggu, 03 Februari 2013

Be Better, Be Mature

Setiap hari saya selalu bikin resolusi untuk menjadi orang yang lebih baik dari hari sebelumnya. Tapi tahun demi tahun berganti, saya masih seperti ababil usia 15. Kali ini saya menemukan alasan kenapa saya masih menjadi orang yang sama seperti saya ketika berumur 15. Saya ingin menjadi lebih baik tapi tidak ada usaha untuk merubah tingkah laku. Well, mungkin watak emang ga bisa dirubah tapi tingkah laku itu masih bisa.

Tapi Tuhan baik kepada saya. Dia mengirimkan seorang teman yang peduli terhadap saya dan berani mengkritik dengan cara yang gentle. Mungkin dia melihat saya sebagai orang yang suka mengeluh, mudah menyerah, dan penakut. Saya ingat quote kira-kira seperti ini,
teman yang baik bukanlah orang yang membenarkan setiap tingkah laku kita namun teman yang baik adalah orang yang mengkoreksi kita ketika kita melakukan hal yang salah.
Selama ini saya hanya bertemu dengan orang-orang yang hanya bisa menyalahkan perilaku saya tanpa memberi saya koreksi. Itu yang membuat saya tidak tau mana hal yang sebaiknya saya lakukan dan sebagainya. Tapi kehadiran seorang teman itu menyadarkan saya bahwasanya selama ini ketakutan saya lebih besar daripada kemauan saya untuk sukses. Dia berani bilang kalo saya mudah menyerah dan hal itu membuat usaha saya menjadi lebih baik itu 'mandek'. Mungkin dia sering mendengar keluhan saya yang sebagian besar masalah pekerjaan kemudian dia bilang, "Kewajiban perempuan itu bukan mencari nafkah. Justru kewajiban perempuan itu menjadi 'pelayan' suaminya. Sederhana saja, kamu bisa masak ga?" setelah teman saya itu melontarkan pertanyaan tersebut, saya hanya bisa tersenyum malu. Masak? NOL BESAR.

Saya malu dengan diri saya sendiri. Kenapa hal paling mendasar seperti itu justru terlupakan? Bodoh. Hina. Nista.

Saatnya berubah dan berusaha. Bismillah. Cemungudh mba Isma! You'll Never Walk Alone

Tidak ada komentar:

Posting Komentar