Sabtu, 07 September 2013

Such A "gini amat" Day

Pagi-pagi saya dapat laporan kalau ban serep mobil stok dicuri. Seketika urat di kepala saya tertarik kencang. Pening. How could it happened?

Siang harinya seorang teknisi datang untuk mengecek rekaman CCTV sehingga kronologis pencurian bisa terungkap. Hal semacam itu yang biasa saya lihat di acara berita kriminal atau di film-film action benar-benar terjadi di sekeliling saya. Masih hangat di ingatan saya kasus Sisca Yofie yang "terseret" oleh "penjambret" yang terekam oleh CCTV warga sekitar rumah kost-nya. Sekarang saya harus menyaksikan rekaman pencurian di tempat kerja saya.
contoh CCTV


Rekaman diputar dengan dipercepat 16x dari jam 12 malam hingga jam setengah 4 pagi tapi tak ada tanda-tanda pencuri. Padahal diperkirakan mereka beraksi sekitar jam segitu. Kemudian saya menengok ke tanggal rekaman. "Umm mas, tadi pagi tanggal 7 kan? Kok yang diputar tanggal 6? Sampe adzan berkumandang pun pencuri gak akan kelihatan," celetukku. Mas-mas teknisinya tersenyum kecut. Lalu diputar rekaman tanggal 7 pagi dan...pencuri beraksi sekitar pukul setengah 3 pagi. Dua orang laki-laki terlihat melompati pagar kantor yang tingginya sedang. Mereka tak memakai alas kaki. Satu bertubuh tambun yang lainnya kurus tinggi dan memakai jaket. Mereka beraksi cukup cepat. 10 menit sudah bisa membawa kabur 3 ban serep. FAK?! Mereka terlihat sudah terlatih dan mungkin saja mereka itu residivis. Btw, residivis artinya apa juga saya gak ngerti-ngerti amat.

Melihat rekaman itu saya teringat dengan film Fast & Furious 5 yang berseting di Rio de Janeiro. Bagaimana aksi pencurian mereka terekam oleh CCTV dan rekamannya bisa di-zoom! Saya nanya ke mas teknisinya, "mas coba di-zoom kameranya bisa gak? Saya pengen liat muka pelakunya."

Jawaban mas teknisinya, "Rekaman gak bisa di-zoom mba."

Kemudian saya rada ngeyel, "Di Fast & Furious kok bisa yah?"

"Beda merk kali. Punya mereka canggih," ujar teman saya.

Di Fast Five juga bisa googling wajah untuk mengetahui nama pelakunya. Iya jadi FBI itu capture wajah pelakunya dan seperti di paste di kolom pencarian gitu kemudian muncullah profil singkat pemilik wajah tersebut. Saya nyeletuk soal itu juga. Jawab teman saya, "Kamu kebanyakan nonton film deh?!"

Teman saya yang lain bilang, "Pelakunya pasti kan meninggalkan sidik jari di teralis dan body mobil tuh. Seharusnya bisa dilacak kemudian dicocokkan dengan data KTP."

"Udah lapor ke Polsek ini. Mereka lebih ngerti prosedurnya," jawab teman saya.

Yah semoga saja pelakunya tertangkap sampe ke akarnya biar gak ada kejadian semacam itu lagi. Sungguh itu merugikan orang lain. Dimana hati nurani mereka? Tidakkah lebih baik mencari rejeki yang halal agar berkah untuk diri kita dan keluarga kita? Ah mungkin mereka belum merasakan teguran dari Allah swt. Memang bekerja yang halal itu terkadang sulit dan hasilnya pun sedikit tapi insya Allah berkah kok. Allah swt Maha Adil. Percayalah dengan Dia!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar