Jumat, 20 September 2013

The Miracle of Dzikir

Saya bukan orang yang religius. Saya juga bukan orang yang cerdas. Bukan pula orang yang baik budi pekertinya. Saya hanya seorang hambaNya yang prosentase kebaikannya kurang dari prosentase keburukannya. Saya mungkin umatNya yang paling hina.

Well, saya terlahir sebagai orang biasa. Saya bukan termasuk dalam golongan orang yang beruntung atau orang yang sial. Saya juga bukan anak yang pintar atau bodoh. Saya bukan anak yang istimewa. Jalan hidup saya datar saja. Bila ditarik tiga garis lurus maka saya ada di tengah.

Tapi orang yang hidupnya datar dan kesannya lurus-lurus saja ini bukan berarti tak punya masalah. Well, masalah saya itu lumayan banyak hanya kadarnya itu tak terlalu berat dan bisa diselesaikan meski sekali waktu saya merasa mengapa masalah ini begitu berat? Apa saya bisa melewatinya?

2013 has been tough ya,betul-betul proses pendewasaan untuk saya. Memikul tanggung jawab memang tidaklah mudah. Dulu sewaktu saya magang sebagai pramuniaga, saya sering bilang, "Mah, kalo aku kerja aku ingin jadi atasan saja yang gak cape." Ya pada waktu itu, peraturan bagi pramuniaga sangat ketat. Datang telat sedikit saja disuruh pulang atau jika tidak maka kena SP. Padahal di luar kantor banyak karyawan yang datang terlambat dan mereka dibiarkan saja masuk. Mungkin karena posisi mereka itu setingkat di atas pramuniaga. Dan saya perhatikan, pekerjaan supervisor itu hanya keliling lihat-lihat mall dan mengawasi kinerja pramuniaga dan kasir. Enak sekali, begitu pikirku di kala itu.

Sewaktu memasuki dunia kerja pun begitu. Saya melihat atasan itu suka menyuruh staffnya. Setiap pekerjaan dilakukan oleh staff dan atasan hanya tinggal tunjuk ini itu. Bila pekerjaan staffnya beres dan baik maka nama atasan yang akan harum sementara staffnya dinilai biasa saja. Tapiiii ternyata bila pekerjaan staffnya itu buruk maka yang kena atasan juga. Jadi intinya atasan itu bertanggung jawab atas kinerja staffnya. Duh, ternyata ribet ya!

Nah, kali ini saya diberi tanggung jawab tapi lebih kepada tanggung jawab pada diri sendiri. Iya, bila atasan itu suka memerintah staffnya maka saya memerintah diri saya sendiri. LOL. Saya bukan atasan. Saya juga tidak punya staff. Tapi saya dibebani tanggung jawab untuk mengatur ini itu sekaligus mengerjakan ini itu. Semua saya pikul sendiri. Dan itu rasanya lumayan berat yah ternyata?! Dan juga beresiko melakukan blunder karena tidak ada yang mengawasi pekerjaan saya. Baru mungkin setelah waktu bergulir sekian lama masalah itu terkuak. Sigh.

Seperti halnya yang terjadi baru-baru ini. Time has gone and things couldn't get right cause it's expired. Mis komunikasi yang berujung pada adu emosi. Saya--seperti yang sudah dibilang--bukan tipe orang yang baik budi pekertinya. Saya juga cenderung meledak-ledak. Menurut teman saya, diri saya masih dikuasai emosi dan setiap kali ada masalah yang timbul itu maka yang muncul hanyalah emosi dan bukan solusi.

Kala itu saya merasa masalahnya begitu berat. Punishment ada di depan mata saya dan siap mengeksekusi sewaktu-waktu. Namun saya ingat ketika saya ketahuan mau daftar CPNS oleh atasan saya dan beliau justru menyuruh saya untuk go on. Beliau memberi wejangan untuk saya dan menyarankan saya berdzikir di waktu malam sebanyak 1000x agar keinginan saya itu diijabah oleh Yang Maha Kuasa. Beliau bilang, "Saya kasih saran ini bukan cuma omong belaka. Saya sudah mempraktikannya dan itu berhasil."

"Setiap malam dzikir 1000x pak?" tanya saya.

"Iya."

"Itu dilakukan setelah sholat malam, Pak?"

"Iya. Nah setelah dzikir itu berdoa pada Allah swt. Berdoa dengan segala kerendahan hati dan memohon seperti ketika kamu minta dibelikan mainan pada ayah kamu. Bahkan hingga kamu menangis. Kalau tidak bisa menangis, maka ingatlah kepahitan hidupmu niscaya kamu akan menangis. Pasrahkan diri dan memohonlah dari dalam hati."

"Oh. Biasanya disertai puasa juga?"

"Enggak sih. Tapi disertai nadzar."

"Oh. Berapa malam Bapak menjalani itu hingga doa Bapak diijabah?"

"Sekitar 21 malam. Dan tidak boleh terlewat karena disengaja loh. Misalnya males."

Setelah mengingat saran atasanku itu kemudian saya mempraktikannya di malam hari setelah timbul masalah itu. Saya bangun sekitar pukul 3.32. Kemudian saya ambil air wudhu dan lanjut sholat Tahajjud. Selesai sholat Tahajjud 4 rakaat, saya lantas mengambil tasbih untuk berdzikir sebanyak 1000x. Entah mengapa kala itu saya tidak merasa kantuk sama sekali. Padahal saya terbiasa tidur 8 jam dan malam itu baru tidur sekitar 5 jam. Usai dzikir, saya sujud memohon ampun dan mengingat masalah berat yang saya alami. Seketika saya menangis. Air mata saya membasahi sajadah dan sebagian mukena yang saya pakai. Tak terasa tiba-tiba adzan Shubuh berkumandang. Saya bangun dari sujud saya dan menghapus air mata saya untuk melanjutkan sholat Shubuh.

Sampai pagi saya tidak merasa begitu mengantuk namun kelegaan hati itu benar-benar saya dapatkan. Saya bukan tipe anak yang suka berterus terang pada orangtua soal masalah saya. Dan ketika itu juga saya sama sekali tidak bercerita pada orangtua. Begitu pula teman, kala itu saya benar-benar merasa tak punya teman untuk berbagi karena saya takut jawaban dari teman itu tidak memuaskan hati saya. Bukannya mendapat solusi, salah-salah justru membeberkan aib sendiri dan juga orang lain. Paling sial bila ternyata teman yang kita curhati itu malah berkhianat pada kita.

Benar-benar hanya Allah swt. tempat curhat yang bisa dipercaya dan akurat. Hanya Allah swt. lah Maha Pemberi Solusi. Allah swt. juga tidak ember dengan menyebarkan curhatan kita pada orang lain. Dan hanya Allah swt. yang bisa menyelamatkan kita dari jurang degradasi, oops, kemunafikan.

Keesokan harinya saya dapat kabar baik bila masalah saya itu sudah terselesaikan dan saya tidak perlu bertanggung jawab atas apapun hanya harus lebih berhati-hati untuk kedepannya. Subhanallah, inilah bukti kebesaran Allah swt. Tidak diragukan lagi bila dzikir itu perisai dalam menghadapi permasalahan. Dan bila atasan saya perlu 21 malam hingga doanya diijabah, saya hanya butuh satu malam. Subhanallah...

Punya masalah yang dirasa teramat berat? Lekas coba metode di atas. Insya Allah doa kita diijabah. Aamiin ya Rabb. :-)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar