Sabtu, 24 September 2016

IT'LL ALL GET BETTER IN TIME

Thought I couldn't live without you
It's gonna hurt when it heals too
It'll all get better in time

Sepenggal lirik Leona Lewis dari lagunya berjudul Better In Time sedikit banyak mendeskripsikan seseorang yang menjalani perpisahan dengan pasangannya. Dikiranya tidak bisa hidup tanpa kekasihnya tapi semuanya akan lebih baik seiring waktu. I couldn't agree more. :))

As the time passing by, bakal ketawa-ketawa sendiri sama tingkah cheesy jaman baru putus. It's ok to be upset, to be alay, but someday we'll laugh at ourselves. NGAPAIIIIN COBAAA GUE SEGITUNYA DULUUU?? :))) That's what I say to myself. Rela mempermalukan diri sendiri dan menjatuhkan harga diri untuk seseorang yang bahkan mencintai kita balik saja tidak. :D Tapi yaudahlahyaaa seseorang harus melewati fase itu dulu sebelum benar-benar settle down kali ya :) Apakah saya sudah benar-benar settle down? Hahahahahahahahaha ya belum. Namanya juga proses.

Ya akhir-akhir ini lagi seneng denger lagu tentang breakup dan move on. Makanya playlist saya kebanyakan lagunya The Script yang nampaknya expert banget sama patah hati. :))) Kenapa gak dengerin Adele? Udah pernah dan nambah sedih aja. Jadi mending yang gak menye-menye--walaupun dibaca liriknya menye-menye ugaa siiih. Sama musik mainstream anak kekinian karya The Chainsmokers, Calvin Harris, Sia, Fifth Harmony, dll.

Eh ternyata The Chainsmokers ini duo DJ gitu ya, dimana salah satunya mirip pesepakbola Perancis, Antoine Griezmann (bener gak tuh nulisnya). Single-nya yang booming Don't Let Me Down (ft. Daya) pastinya ada di semua playlist anak kekinian atau minimal kalau ke pusat keramaian diputer lagunya. Ya kecuali ke kondangan mah ya udah pasti lagu yang liriknya, aduh senangnya penganten baruuuu~

Gimana? Mirip Griezmann kan?

Sekarang single-nya Closer lagi menduduki puncak tangga lagu global maupun lokal. Ya abis enak didengerin, liriknya unik, vc-nya keren, dan Drew nyanyi loh. :))

So baby pull me closer in a backseat of your Rover
That I know you can't afford
Bite that tattoo on your shoulder
Pull the sit right off the corner
on the mattress that you stole
from your roommate back in boulder
We ain't never getting older

Ya udah lanjut denger lagu secara legal di Spotify aja deh. Saya udah upgrade ke premium btw yang harganya Rp 5.000,- selama tiga bulan sahaja. Lumayan banget khaaaan. Gak perlu disebut pembajak lagi deh :)) Bukannya lagi nge-buzz Spotify cuma ngajak aja biar gak bajak lagu lagiii... *samar-samar terdengar dari kejauhan, yaelaaaah baru langganan goceng/3 bulan aja udah belagu*

Hahahahahahahahahahaha....



Sebagian dari playlist saya di Spotify. Dengerin secara legal gak harus di Spotify, aplikasi apapun lah asal gak membajak. Bisa terasa kan musik Indonesia seakan mati karena banyak pembajakkan. Kasian lah mereka cari uang kaya kita juga masa karyanya dibajak. Kan sedih. Ya udah sekian sok bijaknya besok disambung lagi kalo gak males. B H A Y

Tidak ada komentar:

Posting Komentar