Senin, 19 Desember 2016

Sebuah Peringatan

Dua pekan lalu tepatnya tanggal 6 Desember w kena musibah. Pulang mencari nafkah udah masuk magrib, udah deket rumah, hujan deras, w gak sengaja nabrak lubang dan jatuh tersungkur. Beruntung banyak orang baik yang tanpa pamrih menepikan w yang jatuh dan motor w ke pinggir jalan. Dalam keadaan setengah sadar mereka yang berjumlah 5 orang (semuanya laki-laki) menanyai jati diri w.

Bapak 1: "Mbak, mbak namanya siapa?"
W: "Isma." *bibir mulai berlumuran darah*
Bapak 1: "Rumahnya dimana Mbak?"
W: "Lesmana. Itu sehabis jembatan ada gang ke kiri tanya aja ke orang sekitar." *pingsan*

Rumah w kebetulan udah deket, sekitar 200m dari lokasi kejadian. Salah seorang dari mereka ada yang ke rumah ngabarin ortu w. Bapa w ternyata baru pulang dan lewatin tempat kejadian tapi gak ngeh ada kecelakaan di situ. Sementara w diminta sama bapak-bapak yg nolongin w buat telfon ke rumah. W yang pingsan masih setengah sadar wat cari hp w di tas. W nelpon bp gak diangkat, nelpon mak w diangkat.

W: "Maaa, aku kecelakaan." Trus hp w diminta orang yg nolongin w, dianya menjelaskan ke mak w. Sementara w pingsan lagi. Hhhhh.

Selang beberapa saat bp w sampe di TKP. Dese bangunin w.

W: "Pak aku sih mimpi kecelakaan atau beneran kecelakaan?" *nahan bibir yg kerasa perih*

Trus mama sama adek w juga ke situ boncengin w di tengah membawa ke klinik terdekat. Udahlah w dah gak inget banyak hal. Sama klinik terdekat itu w cuma dibersihin lukanya trus dirujuk ke RSUD yang alhamdulillah dekat juga. :)

Pertama kalinya dalam hidup w masuk RS sebagai pasien dan masuk IGD. Begitu dibaringkan w disuntik bius sama dokternya yang mirip pacarnya tetangga w. Karena luka w di sekitar dagu dan mulut maka mulut w terus menganga padahal siangnya w abis makan Ayam Penyet Suroboyo. Gak bisa bayangin aja itu perawat ma dokternya mencium sambel bawang dari mulut w. Buwel buwel :)))

Proses dijahitnya tuh gini, di sekitar luka disuntik bius. Perlahan jadi lemes. Trus jarum sama benang ditusukkan ke kulit. Ouchhh. Tapi sebelum dijahit itu w ditanya-tanyain terus sama perawatnya. Mungkin mereka mau memeriksa ingatan sama kontrol w yaa apakah ada geger otak atau gak. W yg lagi kesakitan rasanya pengen nyemprot, lagi sakit woyyy jangan tanya-tanya mulu. Tapi ya gimana w harus jawab agar bisa memastikan w gak apa-apa. Kelar dijahit rahang w ditekan-tekan untuk memastikan apa ada retak tulang atau gak. Alhamdulillah w bisa nengok kanan kiri dan ingatan w mulai pulih.

Mulai pulih? Emang w amnesia? Yaaa dikit! W gak bisa mengingat kejadian sebelum kecelakaan. Bener-bener buyar deh pokoknya. W bahkan bolak-balik nanya ke mama itu hari apa. Hvft! Alhamdulillah malam itu juga bisa pulang ke rumah lalu tidur dengan nyenyak walau badan pegal-pegal tapi w jadi punya alasan wat manja dan libur kerjaaa. XD

4 JAHITAN DI DAGU DAN SATU JAHITAN DI BIBIR ATAS
AKU GAK PAPA AKU GAK PAPA!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar