Selasa, 24 Juli 2012

Jangan Sepelekan Pekerjaan Orang Lain!

Tarawih kelima di bulan Ramadhan saya masih mengeluhkan sakit pinggang, sakit perut, sakit kaki, dan rasa kantuk yang berlebihan. Ada yang berbeda di bulan Ramadhan tahun ini. Tahun-tahun yang lalu sholat Tarawih selalu memakai surat-surat pendek. Nah tahun ini Mushola deket rumah ganti regulasi dengan memakai surat Al Baqarah. Tiap rakaat dibacakan 5-6 ayat surat Al Baqarah. Bisa dibayangkan berapa lamanya jamaah berdiri.

Saya yang masih muda aja merasa lelah apalagi jamaah lain yang kebanyakan berusia lanjut?! Tapi sejauh ini sih gak ada yang sampe sakit parah gara-gara berdiri terlalu lama saat Tarawih. Paling penyakit macam yang saya keluhkan tadi.

Berdiri sekitar 2-3 menit per rakaat aja saya udah ngeluh gini apalagi mereka yang berdiri berjam-jam? Saya jadi inget sama orang-orang yang berprofesi sebagai pramuniaga di Departement Store, kondektur bus, pekerja pabrik, hingga pasukan pengamanan di Inggris. Mereka berdiri berjam-jam dari pagi hingga sore bahkan ada yang seharian. Bisa dibayangkan sekeras apa bunyi tulang saat mereka menekuk kaki mereka?! Duh.

Kadang kita menganggap sepele dengan pekerjaan orang lain hingga kita akhirnya merasakan pekerjaan itu sendiri lantas menyadari betapa sulitnya menjadi mereka. Kita selalu mengeluhkan betapa berat aktivitas atau pekerjaan yang kita lakukan sehari-hari seolah kita lah orang paling menderita di dunia. Tapi itu SALAH BESAR.

Kesimpulannya di momen Ramadhan ini saya ingin menjadi orang yang less complaining, more thanking. Atau simpelnya, lebih banyak bersyukur ketimbang mengeluh. Kalo nenek bilang sih, anggap saja berdiri lama saat Tarawih itu sebagai latihan buat kita nanti saat naik haji. Amin ya Rabb! :)

Kamis, 19 Juli 2012

Mengurus Persyaratan CPNS

Mungkin ini pertama kalinya gue  ngurus persyaratan CPNS di antaranya: SKCK, Kartu Kuning, dan Surat Keterangan Kesehatan.

Biar gue cerita dulu pengalaman gue bikin SKCK.

Berkas yg harus disiapkan:
1) Fotocopy KTP dan KK
2) Foto background merah 4x6 sebanyak 6 lembar

Jadi gini, pagi-pagi banget gue ke kelurahan minta surat pengantar buat bikin SKCK. Sebelumnya gue udah ke RT dulu minta surat pengantar. Gue sempet browsing prosedur bikin SKCK. Jadi disana dituliskan untuk ke RW dulu baru ke kelurahan. Tapi pada prakteknya, gue langsung ke kelurahan dan diterima.

Gue sampe ke kelurahan jam 8an tapi ternyata belum buka. Niat gue biar gak kesiangan bikin 3 persyaratan itu. Eh tapi jam segitu kelurahan belum buka. Pfffffftttttt. Dan yang pertama dateng itu Pak Lurah. Padahal setau gue, biasanya pimpinan yang terakhir dateng. Lah ini?!

Okedeh lanjut ke proses bikin SKCK. Jadi di kelurahan ini gue bayar 2.000 perak.

Selanjutnya gue "dirujuk" ke kecamatan. Awalnya gue duduk di pos bikin KTP. Isumpah gue gak tau eh dikira sama mbak2 magangnya gue mau bikin KTP. Wahihi... Kemudian gue disuruh ke ruangan sekretariat. Di sana gue diminta satu foto ukuran 4 x 6 dengan warna dasar merah. Di kecamatan bayar 5.000.

Lantas gue jalan kaki ke Polsek. Sekitar 2 km dari Kecamatan. Maklum hemat beb tanggal pertengahan! :)) Biar gak cape kek gue, mending fotocopy dulu deh KTP, KK, sama Surat Pengantar dari Kecamatan. Sesudah itu gue dikasih Surat Rekomendasi dari Polsek untuk selanjutnya diurus ke Polres. Biayanya 10.000.

Sampe di Polres sekitar jam 12an pas banget sama jam istirahat. Duh! :( Nunggu deh sekitar satu jam. Tapi selagi nunggu jam istirahatnya habis, gue ngisi formulir dulu. Sesudah itu gue cap sidik jari. Kemudian gue taruh formulir yang udah ada sidik jarinya ke tempat tadi gue ambil formulir. Sekitar 10 menitan gue dipanggil, dimintai surat rekomendasi dari polsek sama foto 4 x 6 dengan background merah sebanyak 3 lembar. Sesudah itu gue nunggu lagi. Sekitar 30 menitan gue dipanggil berhubung SKCK nya udah jadi. Gue dimintai biaya 10.000. Gue fotocopy SKCK sebanyak 5 lembar seharga seribu kemudian di legalisir 5.000. Jadi deh itu SKCK. Total biaya yang habis itu: 2.000 + 5.000 + 10.000 + 10.000 + 5.000 + 1.000 (fotocopy) = 33.000

Sementara itu prosedur pembuatan Kartu Kuning / Pencari Kerja, kita harus ke Dinsosnakertrans atau gue biasa nyebut Depnaker biar lebih singkat. :)

Berkas yang dibutuhkan:
1) Fotocopy KTP
2) Fotocopy Ijazah sudah dilegalisir
3) Foto ukuran 3x4 sebanyak 2 lembar

Pertama gue disuruh isi formulir dulu yang kurang lebih seputar riwayat pendidikan. Kemudian formulir ditumpuk, nunggu sekitar 10 menit dipanggil untuk dikasih Kartu Kuning. Warnanya gak kuning loh tapi putih. Pffffft. Kartu Putih dong yaaaa namanya. Gue disuruh cek data dulu barangkali ada yang keliru. Setelah itu gue kasih kartunya biar di cap sama petugasnya. Kemudian gue fotocopy kartu itu sebanyak kebutuhan untuk selanjutnya dilegalisir. Pengurusan kartu kuning itu tidak dipungut biaya dengan kata lain gratis.

Sementara itu prosedur pembuatan Surat Keterangan Kesehatan cukup ke Puskesmas setempat aja. Pertama masuk langsung daftar ke tempat Pendaftaran. Disana gue dipungut biaya 5.000. Kemudian gue disuruh ke ruang administrasi atau apalah gak begitu tau. Di Puskesmas ini gue dipungut biaya 1.500. Maka didapatlah Surat Keterangan Dokter. Paling cepet emang bikin Surat Keterangan Dokter. Paling cuma 10 menit dowang.

Nah selesailah sudah dokumen-dokumen untuk melengkapi berkas lamaran CPNS. Doakan gue sukses yah ceman-ceman! ;)