Jumat, 26 Desember 2014

Maroon 5

Maroon 5 fifth album cover

Akhir-akhir ini (sebenernya sepanjang tahun) saya suka dengerin lagu-lagunya Maroon 5 dari album jaman kapan tau. Pertama saya mengenal band beraliran Pop Rock ini lewat video clip yang diputer di tv sekitar awal 2000an. Iya jaman segitu masih banyak tv yang menayangkan acara musik lengkap dengan video klip baik musisi dalam negeri maupun mancanegara. Gak seperti sekarang yang acara musik fokus sama host-nya yang rombongan itu. Jarang banget menampilkan video klip pula. Malah bahas kehidupan pribadi si host-nya.

Nah waktu itu Maroon 5 hadir dengan single hits berjudul This Love dari album Songs About Jane. Video klip yang ditayangin di tv waktu itu cuma sekilas aja waktu band nya perform di stage doang. Jaman segitu saya liat video klip begitu gak penasaran pengen liat lengkapnya di youtube. Maklum anak SD mana ngerti internet. Eh baru beberapa tahun yang lalu saya isengin buka video klip Maroon 5 di Youtube dan... astaghfirullah ahahahah gitu amat yak. Yaudah setelah itu saya cuma dengerin lagu-lagunya aja gak pake nontonin video klipnya. Single kesukaan saya di album ini selain This Love tentu saja She Will Be Loved yang dimainin secara akustik. <3

Beranjak SMP Maroon 5 meluncurkan album mereka yang berjudul It Won't Be Soon Before Long dengan single andalannya Makes Me Wonder. Waktu itu saya mulai gaul dengan mulai dengerin radio. Hehehe... Nah kata DJ-nya waktu itu rumornya album tersebut jadi album terakhir band asal California itu lantaran faktor kejenuhan para personilnya. Katanya siih, anggotanya udah pengen membangun rumah tangga dan fokus aja sama keluarganya. Waktu itu saya mulai males sama Maroon 5 karena toh mereka mau bubar. Lagu-lagu favorit saya di album kedua ini diantaranya Makes Me Wonder, Wake Up Call, Won't Go Home Without You, dan Goodnight Goodnight.

Eh ternyata mereka merilis album lagi yang dikasih nama Hands All Over. Ehemm, cover albumnya gitu deh. Lagu andalannya di antaranya Misery, Give A Little More, dan Moves Like Jagger. Saya paling suka sama yang disebutin terakhir.

Kemudian di tahun 2012 band yang digawangi Adam Levine, Jesse Carmichael, Mickey Madden, James Valentine, Matt Flynn, dan PJ Morton ini menelurkan album keempat mereka yang berjudul Overexposed. Hits andalannya antara lain Payphone, One More Night, Daylight, dan Beautiful Goodbye.

Nah di tahun 2014 ini Maroon 5 kembali muncul dengan album kelima mereka yang dikasih judul "V" (baca: five). Akhir-akhir ini saya lagi dengerin lagu-lagu dari album tersebut. Saya suka banget dengerin Animals, It Was Always You, Lost Stars (yang jadi OST Begin Again), Feelings, Shoot Love, dan Sugar. :D

Udah gitu aja. Mood gue ilang ga bisa nemu kata-kata penutup yang tepat. Bhay.

Minggu, 30 November 2014

November Rain

Agaknya bener juga tuh lagu. November penuh dengan hujan. Hampir setiap siang hingga malam hujan mengguyur di berbagai tempat. Sulit menemukan sunset di bulan ini. Tapi tak apa asal cucian masih bisa kering mah amaaaan. :D

Gak kerasa 2014 menyisakan sebulan lagi. And you know what, saya masih di tempat yang sama dengan rutinitas yang sama. Kerjaan sehari-hari cuma nunggu weekend sama hari libur nasional. Hahahaha. :D Pffft! :-/

Masa sih gak ada perubahan berarti di hidup saya? Hahaaa kan yang bisa merubah diri sendiri ya saya sendiri kok malah nanya sih. Hehehe.

Btw, tahun ini saya udah ke Jogja (lagi), Kaligua, Nusakambangan, sama Pantai Menganti. Masih banyak destinasi yang belum terjamah sama jejak kaki saya. Dieng, Pangandaran, Kepulauan Seribu, Karimunjawa, Derawan... omagah banyak bingo! :(

Semoga di sisa akhir tahun ini sampai tahun berikutnya saya masih diberi kesehatan, kesempatan, dan rejeki lebih biar bisa berkunjung kesana. :") Ingin sekeles saya kesana. Sebagai backpacker wannabe masa gak berani pergi secara independen ke tempat-tempat tersebut sih? Yuk ah mulai nabung buat traveling expense. :)


To-Travel-List:

Sikunir, Dieng
Dieng Culture Festival. Pengen banget ikut menerbangkan lampion. :")
Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu
Ini loh pulau yang lagi kesohor ituu, iyaaa Pulau Derawan. *_*
Someday, Insha Allah. :D Nabung dulu aja lah...

Rabu, 29 Oktober 2014

Kamu


Semoga kamulah seseorang yang pasti datang tak peduli aku menunggumu atau tidak. Dan semoga waktu yang aku habiskan untuk menunggumu tidaklah sia-sia. :")

Hello October!

I'm sad. :(

Senin, 01 September 2014

31 Agustus 14: Pantai Menganti

Rencana ke Pantai Menganti mah udah kapan tau dibahas tapi belum juga terlaksana. Setelah hampir aja gagal karena salah satu, ehm, salah dua dari kami ada yang batal ikut, akhirnya kami nekat berangkat ke Menganti, Kebumen.

Saya dan 3 teman saya berangkat dari Purwokerto jam 10 pagi. Niatnya sih jam 9 berangkat tapi karena keribetan antara iya dan tidak akhirnya baru pergi sejam kemudian. Kami ambil jalur Gunung Tugel-Banyumas-Kemranjen-Sumpiuh-Tambak-Rowokele-Ayah. Ternyata di jalur Sumpiuh-Tambak itu jalanan macet banget! Truk sama bus berjalan merayap. Rapet banget!

Baru setelah perbatasan Banyumas-Kebumen, kami ambil arah kanan. Jalanan berasa milik sendiri dah. Asoy bener! Nah di perjalanan itu saya liat kendaraan truk dengan bak tertutup tapi terbuka di bagian belakang. Truk itu memuat penumpang dan barang. Saya jadi inget kendaraan umum yang ada di film-film Thailand. :D

Jadi inget film Si Doel Anak Sekolahan
Sekitar 20 menitan kami sampai di Pantai Ayah. Sungguh Pantai Ayah ini indah banget. Saya suka sama jembatannya. Airnya jernih berwarna biru kehijauan. Dulu saya kemari waktu tahun baru dan musim hujan. Airnya keruh gitu jadi jelek pemandangannya. Sayang tujuan kami bukan ke Pantai Ayah tapi ke Pantai Menganti. :")

Almost there.
Belum sampai di Menganti udah disuguhi pemandangan menakjubkan. Dengan jalanan yang menanjak itu kami bisa lihat Pantai Ayah dari atas bukit.

Subhanallah... Maha Besar Kuasa Mu Yaa Allah..
Dari Pantai Ayah itu setidaknya 15 menit kami sampai di Menganti. Kami diwajibkan membayar tarif masuk @Rp 4k per orang.

Tiket masuknya tuh. Maklum hobi koleksi karcis jadi gitu deh disimpen.

Sesampainya di sana kami semakin dimanjakan oleh air laut yang tenang nan bersih.

Finally here... Setelah gagal berkeles-keles.

Banyak batu karangnya kek di Pasir Putih.

Sayang di Pantai Menganti ini pasir putihnya dikit jadi gak bisa ditulisin nama pacar deh *yaelaaaah emang mau ditulis nama pacarnya siapa?*

Ternyata keindahan Menganti gak cuma di Pantai yang banyak karangnya itu. Kita masih naik ke atas bukit. Dari situ kita bisa liat laut lepas. Gaes, warna langit dan air lautnya hampir sulit dibedakan. :")

Sometimes we need time to be alone.

Xabi Alonso-esque. Ter-Xabi Alonso. 

SUBHANALLAH
Nampaknya di Menganti ini kita bisa liat sunset deh soalnya pantainya menghadap ke barat. Sayang kami gak bisa sampe senja di sana karena jauh dari rumah. Ya kalo dihitung normal emang 2 jam sih dari Purwokerto. Gak rugilah ngabisin waktu sebanyak itu karena pemandangannya worth it banget.

Kami pulang jam 3 dari Menganti. Baru 10 menitan, ban motor teman saya bocor. Alhasil harus nunggu sekitar 30 menit lebih deh sampe ban motor diganti. Jam 4 kami dari Pantai Ayah menuju Purwokerto lewat jalur Ayah-Jetis-Nusawungu-Binangun-Buntu-Banyumas-Gunung Tugel-sampe deh di Kota Satria.

Gak bisa liat sunset di laut bisanya liat di Kalibagor. :")

Sabtu, 02 Agustus 2014

Holidays 2014

Cuti bersama tahun ini jatuh tanggal 30, 31 Juli, dan 1 Agustus tapi saya dapet libur seminggu full dari tanggal 28 Juli s/d 2 Agustus. Saya rasa sih sebagian besar pekerja libur selama itu yah kecuali aparat polantas, karyawan dept. store, obyek wisata, dealer motor, dan masih banyak lagi (males nyebutin satu persatu).

Setelah di hari pertama Idul Fitri saya pesimis gak bakal pergi kemana-mana (bisa dilihat postingnya disini) kali ini saya mau cerita kalo semua itu bohong! Ah gilak ternyata libur kali ini gak beda jauh dengan libur lebaran tahun lalu. Boleh aja libur hari pertama dan kedua saya gak kemana-mana dan hanya berdiam diri di depan laptop, tapi memasuki hari ketiga planning mulai dibikin.


Rabu, 30 Juli 2014
Saya sekeluarga diajakin piknik ke pantai di Cilacap sama keluarga bapak saya. Saya enggan ikut karena, ya males aja setiap liburan sama mereka pasti ke Pantai Teluk Penyu. Bosen banget! Udah gitu kalo rekreasi bareng keluarga itu rasanya gak bebas. Kurang maksimal. Wkwk :D

Akhirnya saya sama mama bikin acara sendiri, belanja ke Purwokerto karena mama saya belum beli baju lebaran hehe. Dan masuklah saya ke tiga tempat belanja yang tersohor di kota Satria itu. Pulangnya bawa tiga kantong belanjaan dengan berbeda-beda nama toko. And you know what, saya beli baju lagi. Kantong oh kantong :(


Kamis, 31 Juli 2014
Udah dari pertengahan puasa rencana ini dibuat: halal bihalal teman-teman SMK. Tapi di hari itu juga saya ada acara main ke rumah teman SMP di Tipar Kidul. Saya jalanin keduanya!

with friends

meja no.44 kelamaan nongkrongnya daripada makannya :D

Pagi hari saya cus ke Purwokerto buat makan-makan di Ayam Penyet Suroboyo sampe jam 12an saya pulang ke Tipar Kidul, rumah teman saya dan jalannya padat lancar di sekitar Dreamland. Sesampainya di sana ngobrol-ngobrol aja gitu berbagi pengalaman tapi hal itu cukup lah untuk melepas rindu walau cuma bertiga aja. Sayangnya gak sempet berfoto bersama. :( Eh ternyata mbak-nya teman saya itu sering naik bus bareng saya dulu waktu saya masih di Purbalingga. Owalaaah ternyata mbak-mbak cantik itu mbaknya teman saya :D

Pulangnya saya kejebak macet satu jam dari Tipar Kidul sampai Ajibarang. WTF?! Sampe rumah magrib deh.


Jumat, 1 Agustus 2014
Teman komplek saya ngajakin pelesir kemana kek asal jangan di rumah aja. Ya udah saya ajakin ke Pantai Teluk Penyu aja yang transportasinya mudah. Saya jadi inget temen saya beberapa hari yang lalu pasang status pengen ke pantai akhirnya saya ngajakin dia eh ternyata dia emang niat ke Pantai. Ketemuan lah kita di Teluk Penyu.

Saya dan teman-teman berangkat dari Ajibarang pukul 07.30 (niat banget yah?!) biar sampe sana gak panas dan gak macet di jalan. Tapi baru pukul 12an kami bener-bener rekreasi. Teman saya yang ketemuan disana ternyata ngajakin pasukan sebanyak 8 orang dan tergabunglah rombongan sebanyak 12 orang. Tapi ada positifnya juga naik perahu tarifnya jadi lebih murah. Wkwk.

Saya sempet minta ijin mama mau naik perahu soalnya mama saya orangnya paranoid banget dan saya takut kualat nanti kalo gak ijin mama. Mama dengan keras melarang saya naik perahu dan saya bilang, ok. Tapi saya banget jauh-jauh ke Teluk Penyu cuma gitu doang? Udah sering keles. Akhirnya diam-diam saya naik perahu (dan sepertinya mama tau saya melanggar janji saya) sambil berdoa sepanjang perjalanan takut kualat. Saya janji deh gak bakal gitu lagi. Mending gak pernah ijin sekalian (LAH?!)

ini namanya Pantai Pasir Putih. gak sekotor Pantai Teluk Penyu.

Batu karang di bibir pantai

Lebih banyak lagi batu karangnya sama pepohonan yang bikin rindang. Biasa dipakai buat pasangan muda-mudi duduk berduaan. *meh*

Terbang part. 2: same person different place.
gak jelas lagi ngapain :P

and we need time to be alone
geng jo... gak jadi deh kedengeran nista wkwk


Pulangnya kami diantar sampai terminal oleh teman-teman yang bawa motor and thank God masih ada bus menuju Ajibarang. Udah jam 4an padahal. Udah paranoid banget bakalan kena macet di Dreamland ternyata itu gak terjadi. Alhamdulillah


Sabtu, 2 Agustus 2014
Kondangan ke negeri ginseng, Korea. Ini bukan Korea-nya Siwon yah. Ini di Kroya, Cilacap. WTF?! Cilacap lagi? Tapi Cilacap yang ini beda dengan Cilacap yang kemarin. Ini di bagian timur Kabupaten Cilacap. Lebar aja nih wilayah.

Hari ini saya pake gamis yang udah dibeli dari dulu kala dan baru sempat pake. :D Ternyata ribet aja pake rok bolak-balik kesrimpet dan kesandung. Aslik nyesel dah kondangan jauh-jauh pake gamis :P

Akhirnyaaaa petualangan saya selama libur lebaran telah usai and you know what, dompet kering kerontang sekarang :(((( untung udah gajian :))))))))))))))

Bonus foto:
kami santri madrasah Al Nusakambanganiyah mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H :P

Senin, 28 Juli 2014

IDUL FITRI 1435 H

Sebelumnya perkenankanlah saya, Raisma Andriana (:p), mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H, minal 'aidzin wal faidzin, mohon dimaafkan kesalahan saya selama ini.

Alhamdulillah saya masih diberikan nikmat untuk bertemu dengan Idul Fitri lagi. Banyak orang-orang yang tahun lalu merayakan Idul Fitri namun tahun ini tidak bisa bertemu dengan momen indah ini lagi dikarenakan telah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Maka sangatlah tidak pantas bila kita mengeluh tidak bisa membeli baju baru atau ayam untuk dibuat opor pada Lebaran kali ini.

Tapi memang sudah sifat alami manusia yang kadang lupa bersyukur untuk hal-hal yang kita miliki dan terus menerus mengeluh untuk hal-hal yang tidak bisa kita capai. Saya sendiri begitu.

Malam takbiran saya habiskan seorang diri. Orang tua pergi ke kota, adik ikutan takbir keliling. Saya terkadang menyesalkan sikap saya yang tidak bisa memuliakan teman sehingga di momen seperti ini tidak ada yang datang untuk sekadar bersilaturahmi. Memang sih kebanyakan orang menghabiskan malam takbiran untuk takbir keliling atau membuat ketupat lebaran atau sekadar berkumpul dengan sanak keluarga. Jadi wajarlah bila jarang orang yang datang bertamu ke rumah temannya. Tapi banyak kok yang main ke rumah temannya sewaktu malam Lebaran. Ah udahlah gak usah diperdebatkan. Intinya malam takbiran saya habiskan seorang diri dengan menonton film Hollywood. Anti mainstream kan? Hahahaha. Saya semalem dapat dua film, The Amazing Spiderman 2 sama Divergent. Jarang-jarang kan?! Saya baru inget kemarin tidur siang hampir 3 jam sehingga baru pukul 00.30 saya merasa mengantuk.

Hari-H Idul Fitri saya bangun telat karena kebetulan sedang datang bulan jadi gak ikut Sholat Ied. Santai aja gitu baru bangun sementara yang lain udah seger pake baju koko dan mukena bersiap sholat Ied. Btw, ini Idul Fitri kedua saya lewatkan tanpa mengikuti Sholat Ied. Saya kira tahun ini puasa saya mau full eh H-2 malah kedatangan tamu. AAAAAAAAKKK!

Pagi-pagi sempet bikin sarapan dulu sebelum ke Masjid untuk ikut halal bihalal orang sekampung. Kebetulan temen sebaya saya ada yang lagi dateng bulan juga jadi gak malu laaah pergi ke Masjid tapi gak ikut Sholat Ied. Eh ternyata yang gak ikut Sholat Ied banyak aja. Hahahahaha.

Habis halal bihalal pergi ke kuburan untuk tahlilan. Udah jadi tradisi soalnya. Eh barusan nonton Beriman di TransTV katanya kegiatan ziarah di Hari Raya merupakan perbuatan bid'ah (mengada-ada) soalnya gak tercantum dalam dalil apapun. Well, udah sih gak usah dipermasalahkan toh ajarannya beda-beda. Seagama juga terkadang ada perbedaan jadi yaudahlah terserah keyakinan masing-masing.

Pulang dari pemakaman lanjut silaturahmi keliling kampung. Well, pada tahun-tahun sebelumnya setiap setelah sholat Ied jamaah laki-laki maupun perempuan bersalaman satu sama lain. Berbeda tahun ini, jamaah laki-laki hanya bersalaman dengan laki-laki begitu pula jamaah perempuan. Sungguh disayangkan karena menurut saya ini terkesan kurang efisien. Halal bihalal di Masjid jadi seperti tak berarti apa-apa karena setelah tahlilan di pemakaman kita harus berkeliling kampung untuk bersalaman ke rumah tetangga masing-masing karena belum silurahmi dengan jamaah pria padahal tadi udah salaman sama sesama gender. Yaudah sik yang kaya gitu jangan dipermasalahkan.

Lelah? Udah pasti. Tapi ini kan setahun sekali. Hanya saja cuaca hari ini mendung-mendung sendu jadi kurang bersemangat. Saya sendiri cuma keliling 3 rumah aja soalnya pemilik 3 rumah itu masih sodara tapi karena sakit jadi gak bisa ikut Sholat Ied. Bisa dibayangkan gak sih gimana sedihnya dikala yang lain bergembira merayakan Idul Fitri, beribadah sebagaimana mestinya, orang-orang yang sakit harus berdiam diri di rumah, sendirian, meratap dan mungkin menitikkan air mata tidak bisa ikut Sholat Ied. :'( Itulah mengapa Allah swt melarang kita bergembira terlalu berlebihan.

Ah, soal bergembira terlalu berlebihan, saya jadi inget persiapan menjelang Idul Fitri yang ribet banget. Saya sekarang harus lebih dewasa daripada sebelumnya. Bila tahun-tahun yang lalu saya hanya memikirkan diri sendiri maka tahun ini terasa berbeda. Kebetulan saya kerja sekantor dengan ibu-ibu rumah tangga yang tau sendiri lah, rempong banget. Awal puasa udah mulai pesen kue kering, baru awal loh. :D Belum lagi IRT muda yang udah ribet nyiapin baju lebaran buat anak, suami, dan diri sendiri. Saya aja sampe terpengaruh beli baju di awal puasa loh. Hahahah. Tapi bajunya males dipake tadi pagi. Ribet. Malu juga pake gamis. Entahlah. Mulai pertengahan puasa, seorang teman yang jualan Tupperware nawarin promo menggiurkan. Saya yang mulanya gak kepengen beli, diajakin temen buat joinan beli toples yang isi 4. Yaudah saya ambil. Trus liat atasan batik keliatan simpel tapi kasual saya beli juga. Diajakin ke Matahari sekedar liat-liat pulangnya bawa sepasang sepatu. Browsing-browsing online shop berakhir terima paketan seminggu kemudian. Hadeuuuuuuuuuuhhhh...

Itulah berlebih-lebihan yang sangat tidak disarankan! :(

Kalo hari libur lebaran-lebaran sebelumnya biasa saya habiskan pergi kesana kemari rasa-rasanya tahun ini rada males deh. Dipikir-pikir libur lebaran malah lebih cape dari hari kerja. Emang sih, seneng ketemu teman-teman yang di perantauan tapi kok setelahnya kepala saya pening. Badan pegel, dompet juga pegel. :(

Tuh kan postingannya ngelantur. Awal saja kek orang waras. Makin kesini makin nyeleneh. Udahan ajalah. Bhay.

Rabu, 09 Juli 2014

Sinopsis Game of Thrones season 3 (2013)

Rombongan Robb Stark melanjutkan perjalananan ke Harrenhal berharap mereka menemukan pasukan Lannister yang dipimpin The Mountain tapi ternyata kastil itu sudah ditinggalkan oleh The Lannisters dan hanya bersisa mayat tawanan mereka. Padahal Arya baru aja melarikan diri dari situ. Errrrr….. Robb menyelamatkan seorang maester yang terdapat luka terbuka di lehernya dan diobati oleh Talisa Maegyr yang sudah resmi menjadi istrinya.

Robb mendapat surat dari Riverrun dan Winterfell yang keduanya berisi kabar buruk. Di Riverrun, kakeknya, Hoster Tully meninggal dunia. Sementara Winterfell dibumihanguskan oleh Ironborn dan Theon menghilang. Keesokan harinya Robb bersama Catelyn didampingi oleh Lord Karstark pergi ke Riverrun untuk menghadiri pemakaman Hoster Tully. Sementara Roose Bolton tetap tinggal di Harrenhal.
Saat perjalanan ke Riverrun, Lord Karstark sempat bilang ke Robb kalau dia udah kalah perang di hari Robb menikahi Talisa. Tapi Robb mengabaikannya. Di perjalanan itu juga Lady Catelyn yang dingin sama Talisa—lantaran gadis itu udah bikin Robb mengingkari janjinya untuk menikahi putri Walder Frey—bercerita tentang Jon Snow.

“When my husband brought that baby (Jon Snow) home, I couldn’t look at him. Didn’t want to see his brown stranger eyes staring at me. So I pray to the God, take him away. Make him die. He got the pox. And I knew I was the worst woman who ever live. A murderer. I condemned this poor innocent child in a horrible death. All because I was jealous of his mom. A woman he didn’t even know. So I pray to all Seven Gods, let the boy live. Let him live and I’ll love him. I’ll be a mother to him. I beg my husband to give him a true name, to call him Stark and be done with it. To make him one of us. And he live. And I couldn’t keep my promise. And everything than happens since then, all these horrors come to my family, it’s all because I couldn’t love a motherless child.” – Catelyn on Jon Snow.

Jon Snow sendiri sedang berada di Beyond-The-Wall menjadi tawanan Wildlings dan dibawa ke tenda milik King-Beyond-The-Wall, Mance Rayder. Jon Snow tidak dibunuh melainkan dijadikan sebagai salah satu dari mereka karena dia telah membunuh Qhorin Halfhand, Ranger yang tinggal di Beyond-The-Wall. Beberapa Wildlings tidak mempercayai bila Jon Snow bukan lagi anggota Night’s Watch. Ygritte ingin membuktikan perkataan Jon benar dengan mengajaknya ke gua dan bercinta disana yang artinya Jon melanggar sumpah sebagai anggota Night’s Watch. Mance Rayder mengutus Giantsbane memimpin pasukan—termasuk di dalamnya Jon dan Ygritte—untuk mendaki The Wall. Mereka berhasil menyeberangi The Wall untuk menyerang Castle Black dari belakang.

Rombongan Night’s Watch yang dipimpin oleh Lord Commander Mormont kembali ke rumah Craster. Disana terjadi pemberontakan oleh anggota Night’s Watch yang kelaparan dan menginginkan perjamuan lebih dari Craster. Para pemberontak itu membunuh Craster dan Lord Commander Mormont. Sam berhasil melarikan diri dengan membawa Gilly dan anaknya. Di perjalanan mereka bertemu dengan White Walkers yang menginginkan anak Gilly yg berjenis kelamin laki-laki tapi Sam membunuhnya menggunakan Dragonglass yang dia temukan di Beyond-The-Wall.

Di Riverrun, terjadi insiden ketika Lord Karstark tanpa sepengetahuan Robb, membunuh tawanan Lannisters yang masih kanak-kanak sebagai bentuk pembalasan dendam atas kematian putranya yang dibunuh Jaime. Robb murka kepadanya dan menjatuhkan hukuman mati. Pasukan Utara terpecah belah akibat insiden itu. Sementara Robb memutar otak untuk membangun kekuatannya lagi dengan mencoba bersekutu kembali dengan The Freys. Dia meminta pamannya, Edmure, menggantikan posisinya untuk menikahi putri Walder Frey yang seharusnya dinikahi oleh Robb. Putri-putri Walder Frey dikenal buruk rupa itulah mengapa Edmure menolak. Namun perlahan dia menyetujui permintaan Robb demi memenangkan perang.

Sementara itu Arya bersama Gendry dan Hot Pie berjumpa dengan pasukan Brotherhood Without Banner yang dipimpin oleh Beric Dondarrion, mantan pasukan Ned Stark dan Robert Baratheon. Mereka tidak menyakiti Arya dan mereka berjanji untuk membawa Arya kepada kakak dan ibunya di Riverrun. Namun Arya, Gendry, dan Hot Pie harus berpisah. Hot Pie diminta menjadi pelayan di sebuah rumah makan di Kingsroad (lupa daerahnya namanya apa, pokoknya tempat dulu Joffrey mau menyakiti Arya saat pertama dia pergi ke King’s Landing). Gendry dibeli oleh Melisandre karena dia memiliki darah bangsawan yang dibutuhkan Stannis untuk membunuh musuh-musuhnya. Gendry ini anak haramnya Robert Baratheon. Arya yang kecewa dengan Brotherhood Without Banners melarikan diri setelah mereka menunda perjalanan ke Riverrun untuk berperang dengan Lannister. Arya berhasil ditangkap oleh The Hound yang lari dari King’s Landing juga dibebaskan dari Brotherhood Without Banners. The Hound membawa Arya ke The Twins tempat kakak dan ibunya akan menghadiri pernikahan Edmure dengan putri Walder Frey. Kebaikan The Hound bukan tanpa alasan, dia menginginkan emas sebagai tebusan dari The Starks.

Di King’s Landing, keputusan Joffrey untuk menikahi Margaery dan memutuskan pertunangan dengan Sansa tak lantas membuat gadis Stark itu bebas. Namun Petyr Baelish yang dianugerahi Lord of Harrenhal dan menikah dengan janda Jon Arryn, Lysa, mengajak Sansa pergi bersama dan berjanji membawanya ke Winterfell. Namun Sansa menolak. Ketika Sansa berpikir ia akan menikah dengan Loras, kakak Margaery, ia malah dijodohkan dengan Tyrion untuk mengamankan wilayah Utara menjadi milik Lannister. Sansa sedih banget tentu saja harus menikahi The Imp. Gak Cuma Sansa, Shae juga kecewa berat dengan Tyrion. Padahal itu bukan keputusan Tyrion melainkan Tywin.

Mau tidak mau Sansa menikah dengan Tyrion namun dengan menikahinya, Sansa terbebas dari siksaan Joffrey. J Tyrion juga berjanji tidak akan menyentuh Sansa sampai Sansa mengijinkannya. Aww sweet. J Tapi tetep terasa pedih buat Shae yang sempet dibayar Varys untuk meninggalkan King’s Landing karena dia dianggap sebagai penghalang Tyrion untuk membenahi kerajaan. Namun Shae menolak dan tetap pada keyakinannya untuk tinggal di ibukota Westeros itu.

Sansa dituntun Joffrey menuju altar pernikahan.

Di perjalanan menuju King’s Landing, Brienne dan Jaime ditangkap oleh anak buah Roose Bolton, Locke. Mereka disiksa. Brienne nyaris diperkosa tapi Jaime menyelamatkannya dengan mengatakan ayah Brienne memiliki sapphire dan akan memberikan kepada mereka seberat badan Brienne bila mereka tak menyakitinya. Namun naas bagi Jaime karena tangan kanannya dipotong oleh Locke. Pada awalnya saya seneng banget tuh liat Jaime akhirnya mendapatkan apa yang pantas didapatkannya. Tapi lama-lama saya iba juga ngeliat dia disiksa Locke sama temen-temennya sampe berkubang di lumpur.

Jaime dan Brienne dibawa ke Harrenhall tempat dimana Roose Bolton berada. Roose menyuruh anak buahnya untuk memperlakukan Jaime sebagai tamu. Jaime juga diobati oleh maester yang diselamatkan oleh Robb. Kalo gak salah namanya Maester Qyburn yang suka bikin eksperimen berbahaya makanya dia gak punya rantai sebagai lambang maester. Roose Bolton memerintah anak buahnya mengantar Jaime yang sudah cukup sehat ke King’s Landing, tanpa Brienne. Di waktu yang sama pula Roose Bolton bergegas ke The Twins untuk menghadiri pernikahan Edmure Tully dengan putri Walder Frey. Di perjalanan Jaime mengkhawatirkan Brienne yang mungkin disiksa Locke setelah dia merasa ditipu oleh Jaime yang mengatakan ayah Brienne akan memberi Sapphire seberat putrinya. Brienne diadu dengan beruang di sebuah arena di Harrenhall. Jaime datang tepat pada waktunya untuk menyelamatkan Brienne dan membawa bersamanya ke King’s Landing.

Oh iya soal keadaan Theon Greyjoy, dia disiksa sama bastard-nya Roose Bolton, Ramsay Snow. Mukanya sumpah psikopat abis. Cara dia menyiksa juga sadis banget. Amit-amit dah. Tapi Theon pantas mendapatkannya.  JJJ

Bran dan Rickon bersama dengan Hodor dan Osha berjalan ke The Wall untuk menemui Jon Snow. Di perjalanan mereka bertemu dengan Jojen Reed bersama kakaknya, Meera. Jojen juga memiliki kemampuan memasuki pikiran binatang (warg) seperti Bran. Jojen mengajak Bran ke Beyond-The-Wall untuk mencari gagak bermata tiga yang kerap memasuki mimpi Bran. Tapi Osha menolaknya karena dia mengetahui ada White Walkers di sana dan sangat berbahaya jika mereka tetap pergi ke sana. Tapi Bran bersikeras untuk pergi ke Beyond-The-Wall.

Di sebuah kastil yang sudah lama tak berpenghuni, Bran, Rickon, Hodor, Osha, Jojen, dan Meera bersama direwolves (Summer dan Shaggydog) berteduh. Di saat bersamaan para Wildings—termasuk Jon dan Ygritte—tengah memburu peternak-kuda-untuk-Night’s-Watch yang melarikan diri. Giantsbane menyuruh Jon untuk mengeksekusi peternak tersebut untuk membuktikan bahwa dia bukan lagi anggota Night’s Watch. Tapi Jon tidak bisa dan dia mencoba melawan dengan membunuh para Wildings. Ketika Jon dalam bahaya, Bran memasuki pikiran Summer untuk menyerang para Wildings. Jon berhasil melarikan diri meski Ygritte terus mencoba memanahnya. Gemes juga pada waktu itu Bran gak ketemu Jon L

Di The Twins, Walder Frey menjamu rombongan Robb di hari pernikahan Edmure dan putrinya, Roslin, yang ternyata cakep banget. J Robb bahkan sempet bilang, “mungkin aku sudah melakukan kesalahan (tidak menikahi putri Walder Frey),” sama istrinya, Talisa. Talisa pun cemberut. JJJ  Pernikahan tersebut juga dihadiri paman Catelyn, Black Fish (lupa nama aslinya), dan Roose Bolton. Saat  Black Fish keluar untuk kencing, pintu ruangan perjamuan ditutup oleh para penjaga. Kemudian mengalun instrumen lagu “Rains of Castamere” dan hanya Catelyn yang menyadarinya. Dia hendak memperingatkan Robb namun Robb keburu dipanah oleh pasukan Frey. Talisa sendiri yang sedang hamil muda ditusuk-tusuk dengan pisau oleh anak Frey. Robb segera menghampirinya. Catelyn juga dipanah oleh anggota orkestra yang memainkan lagu “Rains of Castamere” tadi. Cat sempat mengancam membunuh istri Frey yang masih muda tadi namun Frey bergeming dan bilang, “Aku akan cari yang lain.” FAK?! Kemudian Roose Bolton menusuk dada Robb yang sudah tak berdaya. Leher Cat sendiri digorok oleh pasukan Frey. Serigala milik Robb juga dipanah hingga mati. Di luar, pasukan Stark yang tengah berpesta juga dibantai habis-habisan oleh pasukan Frey dan Bolton. Fak, Bolton bersekutu dengan Frey dan Lannister untuk menghabisi Robb dan pasukannya.


Cat histeris melihat Robb dibunuh

Ketika pembantaian itu terjadi, Arya dan The Hound baru sampai di pesta dengan menyamar sebagai tukang daging. Arya yang terkejut hendak melangkah masuk ke perjamuan dipukul The Hound hingga tak sadarkan diri. The Hound membawanya menjauh. Namun ketika Arya siuman, ia menyaksikan pasukan Frey berpesta dengan tubuh Robb yang dijahit dengan kepala serigalanya. FAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKK?!!!!!!!!!!!!!!!!! LLLLLL
Arya melihat kepala serigala yg dijahit di tubuh Robb.
Ini Roose Bolton. Harus mati di season 5.
Kabar kematian Robb dan ibunya sangat menyenangkan hati Joffrey. Dia meminta kepala Robb dibawa ke King’s Landing untuk ditunjukkan kepada Sansa. Tapi Tyrion menolaknya mentah-mentah. Tywin juga tak menyetujuinya. Tapi Joffrey malah menghina Tywin dengan mengatakan kakeknya pengecut yang bersembunyi di Casterly Rock ketika Robert’s Rebellion. Tywin hanya menatapnya tajam dan menyuruh Joffrey kembali ke ruangannya. Cersei pun membujuk Joffrey keluar dari ruangan Small Council.

Bran dan Rickon harus berpisah. Bran, Hodor, Jojen, Meera, dan Summer akan berjalan menyeberangi The Wall. Sementara Rickon, Osha, dan Shaggydog pergi ke The Hearth. Bran bertemu dengan Sam dan Gilly. Bran mengatakan saudaranya juga anggota Night’s Watch ketika Sam  memperkenalkan diri tapi Jojen menyuruh Bran untuk menyembunyikan identitasnya. Namun Sam bisa mengenalinya karena Bran juga memiliki direwolf seperti Jon Snow. Ketika Sam mengetahui Bran dkk akan ke Beyond-The-Wall dia memberikan Dragonglass padanya.


And this is the end of my post. Saya males cerita tentang kehidupan Dany di Essos.  Boring banget sih. Hehe J Nanti bakal saya terusin season 4 nya.


Minggu, 06 Juli 2014

6 Juli 2014: Hanya Cerita Belaka

Sinopsis Game of Thrones season 3 masih mengendap di draft. Saya masih males untuk melanjutkannya. Bulan Ramadhan ini setiap waktu begitu berharga menurut saya. Berharga buat dihabiskan dengan tidur. Padahal tidur cuma bikin kepala pusing aja. Kalo tidur singkat maksudnya.

Jadi aktivitas saya tiap hari selama Ramadhan:

Sahur --> Tidur --> Mandi --> Kerja --> Buka Puasa --> Taraweh --> Tidur --> Sahur

Gitu terus jadi saya gak ada waktu untuk buka laptop. Padahal di hari biasa gak mungkin saya melewatkan satu malam pun tanpa menyentuh laptop. Baru di hari kelima kalo gak salah saya nyempetin diri buka laptop yang selanjutnya saya sebut Ghost, terinspirasi dari nama direwolf-nya Jon Snow. :D Kenapa saya namai Ghost? Soalnya laptop saya ini warnanya albino kek Ghost. Wkwkwk maksa. :P

Tapi baru hari ini (hari ke-8 puasa) saya menyempatkan untuk lebih lama bersama Ghost. Melakukan hal yang udah lama gak saya lakukan. Nulis blog.

Akhir-akhir ini lagi rame Pilpres, orang-orang mendadak jadi peduli politik. Debat sana, debat sini, membela calon yang dipilihnya. Merasa paling benar gak peduli apakah komentar mereka menyakiti orang lain atau tidak. Keadaan macam ini diperparah dengan adanya provokasi di media elektronik yang isinya cenderung memihak tergantung siapa pemilik medianya. Haduh, stabilitas sosial mulai terganggu. Saya kuatir setelah Pemilu nanti kondisi makin kacau apabila pihak yang kalah tidak mau menerima hasil Pilpres. :"(

Di belahan bumi yang lain sedang dihelat pesta sepakbola terbesar di dunia, World Cup 2014 di Brazil. Jagoan saya udah liburan semua hahaha. Spanyol yang sudah saya jagokan dari 2006 harus mengakhiri perjalanan manis mereka selama 6 tahun dengan menjadi tim pertama yang tereliminasi. HAHAHA. :"( Inggris sendiri memang bukan tim unggulan menurut saya karena mereka udah gak punya mental juara. Makanya gak heran kalo mereka juga gak lolos. Bahkan di Euro 2008 mereka harus mengubur impian mereka tampil di perhelatan sepakbola di Benua Biru itu di babak kualifikasi. Tragis. Bosnia Herzegovina yang baru pertama kali tampil di Piala Dunia pun tak bisa berbuat banyak. Sempat tampil mengesankan melawan tim unggulan macam Argentina (meskipun akhirnya kalah juga), performa mereka menurun di laga kedua melawan Nigeria. Baru di laga ketiga mereka meraih kemenangan namun semua sudah terlambat. Mereka gagal lolos ke fase knock out. Dan yang terakhir adalah Belgia. Saya tahu sih kans mereka jadi juara sangat tipis tapi saya memprediksikan mereka berhasil sampai di semifinal mengingat skuad mereka bertabur bintang. Tapi langkah mereka terjegal di babak 8 besar oleh Argentina.

Fase grup tidak begitu bersahabat untuk tim-tim unggulan dari Benua Eropa. Spanyol, Inggris, Italia, dan Portugal harus menyerah lebih awal. Fase Knock Out berjalan sesuai prediksi. Cenderung membosankan menurut saya. Kenapa? Ya, yang lolos tim-tim unggulan. Padahal tim-tim kuda hitam sudah memberi perlawanan hingga menit-menit akhir tapi hasil akhirnya tetap memihak pada tim-tim unggulan. :( Sekarang Piala Dunia memasuki babak semifinal yang bersisakan Brasil, Jerman, Argentina, Belanda. Brasil akan menghadapi Jerman dan Argentina harus baku hantam dengan Belanda. Brasil harus kehilangan penyerang andalannya Neymar karena dibelit cedera parah di laga melawan Kolombia kemarin. Keuntungan berada di pihak Jerman. Sementara Argentina yang masih mengandalkan Messi terancam kehilangan Angel Di Maria yang cedera. Belanda sendiri terlihat kesulitan melawan Kosta Rika kemarin hanya saja Dewi Fortuna masih di sisi mereka. Kemungkinan final akan mempertemukan tim-tim yang menang di semifinal tersebut *YAIYALAAAH*

Saya sendiri udah gak dukung siapa-siapa tinggal nonton dengan kalem, menertawakan yang kalah. *smirks*

Udah jam 21.40 mau tidur dulu. Harus bangun jam 03.30 untuk sahur dan besok kerja full time lagi. Selanjutnya mu cerita pengalaman puasa kali yah. Perbedaannya dari tahun ke tahun. Sama mau menyelesaikan sinopsis Game of Thrones season 3 & 4. Doakan niat saya bisa diwujudkan. :)

Minggu, 22 Juni 2014

Sinopsis Game of Throne season 2 (2012)

Tyrion Lannister kembali King’s Landing untuk menggantikan ayahnya sebagai Hand of the King (sepeninggal Ned Stark jabatan ini diberikan kepada Tywin Lannister). Tywin sedang sibuk berperang sama Robb Stark yang udah mengalahkannya dalam tiga kali pertarungan. Cersei tidak suka dengan kehadiran Tyrion tapi gimana lagi, dia harus menerimanya. Tyrion membawa pacarnya, Shae, ke King’s Landing dan menjadikannya pelayan Sansa. Tapi gak ada yang tau jati diri Shae kecuali Bronn sama Varys.

Sementara itu Robb Stark yang tadinya ingin menyelamatkan ayahnya dari hukuman mati, mengalihkan rencananya untuk membalas dendam kepada Joffrey. Dengan Jaime Lannister berada di tangannya, Robb begitu di atas angin. Tapi Robb bingung kepada siapa dia akan bersekutu, Renly Baratheon atau Stannis Baratheon? Ya, Stannis berhak atas Iron Throne karena dia penerus yang sah setelah mengetahui kalau Joffrey bukan anak kandung Robert Baratheon. Tapi Renly yang merupakan adik Stannis juga menginginkan tahta yang sama. Dia bahkan sudah memiliki 100ribu pasukan. Renly diketahui sudah menikah dengan Margaery dari House Tyrell, adik kandung Loras Tyrell—pasangannya Renly. Iya Renly penyuka sesama jenis jadi dia menikahi Margaery sekadar untuk pencitraan.

Robb kemudian dideklarasikan sebagai King in the North oleh pasukan dan bannerman-nya. Dia mengirimkan tiga syarat kepada Queen Cersei jika mereka ingin Jaime dibebaskan. Ketiga syarat itu adalah, membebaskan Sansa dan Arya, mengirimkan tulang belulang Ned Stark kepadanya agar bisa disemayamkan di makam bawah tanah Winterfell, dan melepaskan klaim wilayah Utara yang menjadikannya kerajaan independen. Tapi Cersei menolak semua syarat itu. Robb sendiri udah bisa menebaknya.

Robb mengintimidasi Jaime dengan direwolf-nya

Theon Greyjoy menawarkan diri untuk menemui ayahnya, Balon Greyjoy, di Iron Islands dan meminta bantuan kepadanya berupa kapal untuk menyerang King’s Landing. Tapi Catelyn menolaknya karena klan Greyjoy terkenal dengan bangsa pengkhianat. Dia juga memperingatkan Robb untuk tidak mempercayai mereka. Tapi Robb tetap melepas Theon ke Iron Islands sementara Catelyn dikirim ke Storm’s End untuk berunding dengan Renly Baratheon.

Di Storm’s End, Catelyn bertemu dengan Lord Baelish yang menawarkan pertukaran antara dua putrinya dengan Jaime Lannister tapi Catelyn bilang kalo Robb gak akan menyetujuinya. Baelish kemudian memberikan Catelyn tulang belulang Ned Stark dan bilang kalo itu itikad baik dari Queen Cersei untuk berdamai.

Perundingan Renly dan Stannis yang dimediatori Catelyn tidak mencapai kesepakatan membuat Stannis menggunakan sihir dari pendetanya, Melisandre, untuk membunuh Renly di tendanya. Kematian Renly membuat perpecahan pada pasukannya. Loras Tyrell menuduh Brienne—Kingsguard yang mengalahkannya di pertarungan—sebagai orang yang membunuh Renly. Brienne sendiri melarikan diri bersama Catelyn menuju perkemahan Robb. Dia mengabdikan diri kepada Catelyn dan bersumpah untuk membalas dendam atas kematian Renly kepada Stannis.

Melisandre. I dislike this woman.

Renly saat dibunuh bayangan hitam kiriman Melisandre.

Di perkemahan Robb, Jaime membunuh anak salah satu bannerman bernama Karstark ketika Robb sedang berunding dengan keluarga Crag yang mau menyerahkan diri sekaligus meminta obat-obatan yang dibutuhkan Talisa Maegyr, tenaga medis di camp milik Robb itu. Robb sendiri jatuh hati kepada gadis Volantis itu padahal dia terikat janji untuk menikahi anak Walder Frey yang membukakan jembatan saat peperangan di Riverlands melawan Lannister. Robb marah besar ketika mengetahui Catelyn membebaskan Jaime untuk ditukarkan dengan Sansa dan Arya tanpa meminta pertimbangan Robb terlebih dahulu.

Robb and Talisa

Jaime dibawa ke King’s Landing oleh Brienne untuk ditukar dengan Sansa dan Arya. Di tengah-tengah perjalanan mereka beberapa kali bertemu dengan orang-orang yang menginginkan nyawa Jaime juga tapi Brienne berhasil mengalahkan mereka.

Sementara itu Theon yang dikirim Robb untuk meminta bantuan berupa kapal kepada Balon Greyjoy justru mengkhianatinya dengan menyerang Winterfell yang kekuasaannya dilimpahkan kepada Bran. Bran dipaksa untuk menyerahkan Winterfell kepada Theon yang sudah dianggap The Starks sebagai bagian dari mereka. Kata-kata Bran yang bikin sedih itu sewaktu dia nanya ke Theon, “Apakah selama ini kamu menyimpan dendam kepada kami?” :’( Jadi dulu ceritanya house Greyjoy memberontak kemudian diserang sama house Stark dan Balon membuang Theon yang kemudian dibawa Ned Stark ke Winterfell sebagai tawanan. Tapi tawanan yang dianggap keluarga gak seperti Sansa di King’s Landing atau Jaime di camp Robb Stark. Sumpah saat itu gue benci banget sama Theon. Udah diduga sih dari awal mukanya itu pantesnya jadi antagonis bukan protagonis. Udah diduga juga kalo dia bakal jadi pengkhianat. Well, tapi berkat Osha—wildling yang menjadi pelayan di Winterfell—Bran dan Rickon berhasil melarikan diri dari kastil.

Bran, Rickon, Hodor, and Osha escaping from Winterfell.
Kabar mengenai pengkhianatan Theon sampai ke telinga Robb Stark dan Catelyn. Hal itu memecah konsentrasi Robb antara harus berperang ke Selatan (King’s Landing) atau ke Utara (Winterfell). Tapi bannerman-nya, Roose Bolton, mengirimkan anak haramnya, Ramsay Snow, untuk melawan Theon Greyjoy. Alhasil, Theon dikhianati oleh pasukannya sendiri dan Winterfell dibumihanguskan. Bran dan Rickon diperintahkan oleh Maester Luwin untuk menemui Jon Snow di The Wall.

Jon Snow sendiri tengah pergi beyond-the-wall bersama Lord Commander Mormont dan ratusan anggota Night’s Watch untuk mencari tahu apa yang terjadi di sana. Mengapa pamannya, Benjen, tak pernah kembali ke The Wall. Mereka sempat singgah di rumah Craster, wildling yang menikahi anak-anak perempuannya sendiri dan mengorbankan anak laki-lakinya kepada White Walkers. Pasukan The Night’s Watch diusir dari rumah Craster karena Jon dianggap terlalu ikut campur keluarganya. Mereka lantas berjalan lagi menelusuri beyond-the-wall untuk menemui Qhorin Halfhand, anggota Night’s Watch yang lama tinggal di sana. Qhorin kemudian mengajak beberapa pasukan Night’s Watch untuk menyusup pada kaum Wildling. Jon Snow mengajukan diri untuk bergabung. Mereka bertemu dengan beberapa Wildling dan membunuh mereka kecuali satu orang yang ternyata perempuan, Ygritte. Jon Snow dan Ygritte terpisah dari Qhorin Halfhand dan teman-temannya. Namun Jon Snow kemudian tertangkap oleh kawanan Wildling yang lebih banyak. Begitu pula Qhorin, sementara teman-teman mereka yang lain dibunuh oleh Wildling itu. Qhorin memerintah Jon Snow untuk membunuhnya agar Wildlings itu percaya bahwa Jon sudah melanggar sumpahnya sebagai anggota Night’s Watch dan menyusup ke pasukan Wildlings yang dipimpin oleh Mance Rayder. Sementara itu teman-teman Jon, Sam, Grenn, dan Edd pulang ke The Wall. Sam bertemu dengan ribuan White Walkers yang menuju The Wall.

Jon Snow and his prisoner, Ygritte.


Arya yang di season pertama ikut rombongan Yoren dari Night’s Watch untuk dibawa kembali ke Winterfell ditangkap oleh pasukan Lannisters yang menginginkan nyawa anak haram (bastard) Robert Baratheon, Gendry. Tapi mereka tak berhasil membunuhnya karena Arya bilang bahwa Gendry sudah dibunuh oleh mereka. Yoren sendiri mati di tangan Lannisters. Di tengah penyerangan Lannisters, Arya sempat menyelamatkan 3 orang di kurungan yang hampir terlalap api. Salah satu dari mereka yakni Jaqen H’gar. Arya, Gendry, dan teman-temannya yang masih hidup dibawa ke Harrenhall untuk dihukum mati oleh pasukan The Mountain, kakak kandung The Hound, penjaga Joffrey. Bingung kan? Hehehe.

Saat Gendry hendak dihukum mati, Tywin datang dan memerintahkan anak buahnya berhenti menjatuhkan hukuman mati. Para tahanan itu dimanfaatkan Tywin Lannister untuk melakukan bakat yang mereka miliki. Gendry dimanfaatkan sebagai pandai besi, Hot Pie menjadi pelayan di dapur, sementara Arya sebagai pelayan Tywin Lannister. Tywin sendiri mengetahui kalau Arya sebenernya anak perempuan tapi dia tidak mengenalinya sebagai Arya Stark. Penyamaran Arya hampir diketahui ketika Lord Baelish datang dan menawarkan Tywin persekutuan dengan house Tyrell yang ingin membalas dendam kepada Stannis.

Jaqen H’gar meminta 3 nama untuk dikorbankan kepada Dewa Merah pada Arya karena dia sudah menyelamatkan 3 nyawa saat api hampir melalap Jaqen dan dua temannya. Arya mengucapkan nama orang yang menjatuhkan hukuman mati dan orang Lannister yang hampir melaporkan kepada Tywin mengenai surat yang dicuri Arya. Di saat Tywin hendak berperang melawan Robb Stark, Arya menyebutkan nama Tywin Lannister kepada Jaqen, tapi dia tidak bisa melakukannya. Kemudian Arya meminta Jaqen untuk membebaskannya dan Gendry dan Hot Pie melarikan diri dari Harrenhall.  Di tengah perjalanan setelah melarikan diri, Jaqen menemui Arya dan mengajaknya pergi ke Braavos, tempatnya berasal. Tapi Arya menolak karena dia ingin menemui Robb dan ibunya. Jaqen kemudian memberikan koin pada Arya dan menyuruhnya mengatakan “Valar Morghulis” ketika bertemu dengan orang-orang Braavos jika suatu hari dia ingin menemui Jaqen.

Di King’s Landing, Tyrion merencanakan strategi perang melawan pasukan Stannis Baratheon. Di hari penyerangan, Tyrion mengirim wildfire dalam satu kapal menuju barisan kapal milik pasukan Stannis yang kemudian diledakkan oleh Bronn menyebabkan pasukan Stannis hancur lebur di tengah laut. Tapi ternyata pasukan Stannis masih banyak dan berhasil mendarat di Blackwater. Tyrion menyuruh The Hound dan pasukannya untuk pergi keluar gerbang dan memerangi pasukan Stannis. Tapi The Hound yang takut api—akibat trauma masa kecil yang dibakar oleh kakaknya The Mountain dan meninggalkan luka permanen di wajahnya—mundur dari pertarungan. Dia pergi meninggalkan Joffrey seraya berkata “F**k The King”. Sumpah gue suka banget moment itu. Just like, finally The Hound, finally! Gue tahu dia sebenernya orang baik setelah beberapa kali menyelamatkan Sansa. J

Blackwater on fire.

Sebelum Joffrey pergi berperang, dia meminta Sansa untuk mencium pedangnya. Setelah Joffrey pergi, Sansa sempat bilang, “Joffrey tidak akan mati. Yang terburuk akan tetap hidup.” Bener aja kata Sansa. Cersei memerintah Lancel Lannister untuk membawa Joffrey pergi dari benteng demi keselamatannya. Joffrey yang mulai ketakutan pun mematuhi perkataan ibunya. Kepergian Joffrey membuat moral pasukannya drop. Hadeeeh padahal gue pengen liat Joffrey mati dihunus pedang. Shhhhh. Tapi Tyrion mampu mengembalikan semangat pasukannya dan menyerang ke luar gerbang. Di luar, nyawa Tyrion terancam ketika salah satu Kingsguard, Ser Mandon, melayangkan pedang ke wajahnya, hendak membunuhnya. Namun Podrick, pelayan Tyrion, berhasil membunuhnya. Kemudian pasukan Lannisters yang dipimpin Tywin datang bersama pasukan Tyrell. Well, Tywin gagah banget dah. As much as I hate The Lannisters, I can’t hate Tywin. I dunno why.

Cersei mau ngasih Nightshade ke Tommen.

Lord Tywin

There is 'win' in Tywin.

Cersei yang takut akan keselamatan anak-anaknya duduk di Iron Throne bersama Tommen. Dia nyaris memberi anaknya cairan Nightshade yang bisa menghilangkan nyawanya. Dia berpikir, lebih baik Tommen mati di tangannya daripada dibunuh oleh Stannis. Saat Tommen hampir meminumnya, Tywin membuka pintu ruang tahta dan mengatakan bahwa dia memenangkan perang. Cersei menumpahkan cairan Nightshade itu lantas memeluk putranya.

Setelah kemenangan di Blackwater itu, Tywin benar-benar memegang peranannya sebagai Hand of the King. Lord Baelish dianugerahi Harrenhall atas jasanya menyatukan Lannister dan Tyrell. Margaery Tyrell akan dinikahkan dengan Joffrey sementara Sansa batal menikahi sang Raja kejam (thank God!). Sementara Tyrion dipindahkan ke tempat semacam tahanan. *hadeh*

Margaery Tyrell. Mata dan gerak bibirnya emang cakep sih.
Btw, gue suka dengan lagu penutup episode 9. Iya lagu kebangsaannya The Lannisters. Di season kedua ini beberapa kali lagu Rains of Castamere dinyanyikan oleh pasukan Lannisters. Bahkan Bronn ikut menyanyikannya.

“And who are you, the proud lord said,
That I must bow so low?
Only a cat of a different coat,
That’s all the truth I know.
In a coat of gold or a coat of red,
A lion still has claws,
And mine are long and sharp, my lord,
As long and sharp as yours.

And so he spoke, and so he spoke,
That Lord of Castamere,
But now the rains weep o’er his hall,
With no one there to hear.
Yes now the rains weep o’er his hall,
And not a soul to hear.”


Eh gue belum cerita soal Daenerys Targaryen yah? Hmm, ya dia dapet tempat di wilayah bernama Qarth. Naganya sempat dicuri oleh penyihir di tempat itu. Tapi kemudian dia mendapatkannya lagi. Ternyata pelayannya yang cantik, Doreah, berkhianat sama Khaleesi. Dia dan Raja Qarth, Xaro Xhoan Daxos, dimasukkan ke dalam tempat yang mirip dengan brankas. Hadeeeeeh ngeri. Gak bisa bayangin dah kalo dikunci di dalem brankas gitu. L

DRACARYS

Senin, 09 Juni 2014

Sinopsis Game of Thrones Season 1 (2011)





Season pertama dibuka dengan beberapa anggota Night’s Watch—yang mengkhianati sumpahnya—menjumpai makhluk horror yang konon tak pernah muncul lagi selama ribuan tahun. Salah satu dari mereka berhasil melarikan diri dari pembantaian para White Walkers, sebutan bagi makhluk horror berpenampilan zombie itu. Namun ia ditangkap oleh anggota Night’s Watch yang lain dan harus menerima hukuman potong leher yang dilakukan oleh Eddard ‘Ned’ Stark sang raja wilayah utara, Winterfell. Kemudian diceritakanlah kehidupan harmonis dari keluarga Stark yang berlambang Serigala. Ned Stark memiliki 5 orang anak dari istrinya, Catelyn Tully, yakni Robb, Sansa, Arya, Bran, dan Rickon serta seorang bastard (anak haram) bernama Jon Snow yang seumuran dengan anak tertuanya, Robb.

Bran and Jon Snow

Keharmonisan keluarga Stark mulai terusik ketika rombongan dari King’s Landing, ibukota Seven Kingdoms, datang dimana Raja Robert Baratheon meminta Lord Stark untuk menjadi Hand of the King (seperti Perdana Menteri) setelah Hand of the King sebelumnya, Jon Arryn, meninggal dunia karena sakit dan bermaksud menikahkan putranya, Joffrey, dengan Sansa. Lord Stark semula keberatan menerima kehormatan tersebut tapi kemudian datang surat dari adik Lady Stark (Catelyn), Lysa Arryn, yang tidak lain adalah istri Jon Arryn, yang mengabarkan bahwa suaminya meninggal lantaran diracun oleh The Lannisters, keluarga dari istri King Robert, Queen Cersei.

Keluarga Lannister sendiri terdiri dari si kembar Jaime dan Cersei serta the dwarf, Tyrion. Bapaknya mereka, Tywin, memimpin sebuah wilayah di barat bernama Casterly Rock. Di akhir episode pertama Jaime mendorong Bran jatuh dari menara lantaran bocah 10 tahun itu memergokinya tengah bersama Cersei. Hal itu membuat Bran lumpuh. L

Season pertama pokoknya menceritakan permusuhan House Lannister sama House Stark. Sedihnya House Stark yang harmonis itu harus terpisah-pisah. Sansa dan Arya ikut ayah mereka ke King’s Landing, Jon Snow memilih bergabung dengan pasukan Night’s Watch—penjaga daerah utara dari manusia liar (Wildling) dan White Walkers, Lady Catelyn yang menyusul Lord Stark ke King’s Landing dan memberitahukan pada suaminya bahwa Bran sebenarnya didorong dari menara (bukan jatuh) dan ada orang asing yang mencoba membunuh bocah itu untuk kedua kalinya.

Dalam perjalanan pulang ke Winterfell, Lady Catelyn berjumpa dengan Tyrion lantas menjadikannya tawanan dan membawanya ke Vale, tempat Lysa tinggal sekarang. Jaime kesal dan menyerang Ned Stark di jalanan King’s Landing dan membunuh pasukan Ned Stark. Salah satu pasukan Jaime sempat melukai kaki Ned Stark. Tapi Jaime murka pada anak buahnya itu dan menghajarnya. Lantas ia meninggalkan King’s Landing menuju Casterly Rock. Hal yang menarik adalah ketika Ned Stark bilang dia yang menyuruh Lady Catelyn untuk menyandera Tyrion padahal dia sendiri tidak tahu menahu dengan sepak terjang istrinya. Hal yang sulit ditemukan di jaman sekarang ketika seorang pemimpin melindungi anak buahnya dengan mengakui kesalahan anak buahnya sebagai kesalahannya. Pemimpin jaman sekarang cenderung cuci tangan dan turut menyudutkan anak buahnya ketika anak buah tersebut melakukan kesalahan atas perintahnya sendiri. Shame! At least, ini suami melindungi istri yah bukan pemimpin melindungi staf. Lupakan sajalah.

Well, Ned Stark mengetahui rahasia bahwa sebenarnya Joffrey dan kedua adiknya, Myrcella dan Tommen, bukan anak biologis King Robert melainkan hasil hubungan gelap Cersei dan saudara kembarnya Jaime (WTF?!). Dia juga mengetahui keberadaan anak-anak haram King Robert. Saat King Robert sekarat akibat serangan babi hutan yang diburunya, Lord Stark memberitahu kepada Cersei bahwa dia mengetahui kebenaran mengenai anak-anaknya dan dia meminta Cersei dan anak-anaknya meninggalkan King’s Landing segera.

Sebelum King Robert meninggal dunia, beliau meminta Ned Stark menulis wasiat. Yang saya pertanyakan, kenapa tak ada satu pun saksi saat itu? Hanya ada King Robert dan Lord Stark. Isi wasiatnya, King Robert memerintah Ned Stark untuk menjadi Pengawas Raja dan Pelindung Kerajaan setelah kematiannya, dan memerintah kerajaan sampai Joffrey cukup umur. Sementara itu, Renly Baratheon, adik bungsu King Robert, menginginkan Iron Throne padahal dia masih memiliki kakak bernama Stannis Baratheon yang lebih berhak atas tahta tersebut sepeninggal King Robert. Renly mengajak Ned Stark untuk memberontak terhadap kerajaan dan menjanjikan 100ribu pasukan di belakang Ned Stark namun ditolak. Ned Stark tidak ingin ada pertumpahan darah di King’s Landing sementara makam King Robert belum kering.

Sepeninggal King Robert, Ned Stark memohon perlindungan Jubah Emas dan Pengawas Kota kepada Master of Coin, Lord Baelish, bila Queen Cersei tetap memproklamirkan Joffrey sebagai Raja. Hari berikutnya, dia dipanggil ke dewan untuk bersumpah kepada Raja baru, King Joffrey. Namun Ned Stark menolak karena wasiat King Robert yang berisikan bahwa Lord Stark ditunjuk sebagai Pelindung Kerajaan dan memerintah sebagai Pengawas hingga pewaris tahta Joffrey cukup umur. Dia menunjukkan surat yang masih bersegel King Robert. Kingsguard, Barristan Selmy, membacakannya di hadapan petinggi kerajaan namun Cersei meminta surat itu dengan merobeknya. Dia menganggap Lord Eddard Stark sebagai pengkhianat dan memerintah Ser Barristan untuk menangkapnya. Ketika hendak terjadi pertumpahan darah, Lord Eddard Stark memerintahkan pasukan Jubah Emas dan Pengawas Kota yang berada di belakangnya untuk mengamankan  Queen Cersei dan Joffrey namun ternyata mereka berkhianat. Mereka justru menyerang sisa pasukan Lord Eddard Stark dan Lord Baelish malah menodongkan pisau di leher Lord of Winterfell tersebut. Shit! Pieces of shit!

Lord Eddard Stark ditahan di Red Keep. Pasukan Lannister diperintah untuk menjemput Sansa dan Arya namun Arya berhasil melarikan diri. Kabar ditahannya Lord Eddard Stark sampai ke telinga putranya di Winterfell, Robb Stark, dan istrinya, Lady Catelyn yang masih berada di Vale. Well, Tyrion udah dilepas sama Lady Catelyn karena dia memohon pengadilan lewat pertarungan dan dia berhasil memenangkannya. Catelyn meminta Lysa untuk mengerahkan pasukannya melawan The Lannisters untuk menolong suaminya tapi Lysa menolak karena dia lebih mementingakan keselamatan putranya yang merupakan pewaris tahta Vale, Robin Arryn (WTF?!). Sementara itu Theon Greyjoy, tawanan yang dianggap keluarga oleh The Starks, membujuk Robb untuk membentuk pasukan melawan The Lannisters. Robb gemetar karena itu adalah perang pertamanya. Robb mengumpulkan pasukan dan mulai bergerak ke Selatan sementara posisi Lord of Winterfell diisi oleh Bran.

The King in the North. Raja yang tangguh.
Di batas utara Seven Kingdoms, Jon Snow baru saja mengucap sumpah kesetiaan untuk menjadi anggota The Night’s Watch, penjaga The Wall. Isi sumpahnya antara lain untuk tidak memimpin kerajaan, memenangkan kebanggaan, berkeluarga, dan kabur dari kewajibannya sebagai anggota Night’s Watch. Hukuman bagi para pelanggar sumpah itu adalah hukuman pancung. Jon sendiri awalnya tidak tahu kalau anggota Night’s Watch berisi sekumpulan pelaku kriminal, anak haram, dan anak-anak yang tidak diakui keluarganya. Dia hanya tau anggota Night’s Watch adalah pelindung kerajaan dari orang liar (wildings) dan makhluk horror (White Walkers). Dan Tyrion lah yang memberitahu kebenaran tentang Night’s Watch.
Setelah mendengar ayahnya ditahan di Red Keep dan Robb tengah bergerak ke Selatan untuk berperang, ucapan sumpah Jon Snow diuji. Dia ingin bergabung dengan Robb untuk berperang melawan orang-orang yang mendzalimi ayahnya. Namun ia diyakinkan oleh sahabat-sahabatnya di Night’s Watch. Ia pun kembali ke Castle Black. Lord Commander Mormont mengetahui soal itu tapi dia masih memaafkannya. Well, Jon Snow banyak dimaafkan disini meski sumpahnya beberapa kali dilanggar. Yaelah kalo Jon Snow sampe dihukum mati mah saya kelar aja nonton Game of Thrones lol.

Jaime yang jadi tawanan Robb Stark

Dan datang episode 9 yang merupakan puncak dari setiap season-nya. Robb berhasil memenangkan battlefield di Riverrun dan menyandera Jaime Lannister (which is the only good for The Starks) berkat tipu dayanya kepada Tywin Lannister. Sansa memohon kepada King Joffrey untuk mengampuni ayahnya bila Lord Eddard Stark mau mengakui pengkhianatannya dan mengakui Joffrey sebagai raja. Joffrey menyetujui permintaan gadis yang hendak dinikahinya itu. Queen Cersei juga menjanjikan bila Lord Eddard Stark melakukan apa yang diperintahkan Joffrey itu, dia tidak akan dihukum dan hanya akan di “buang” ke The Wall dan menjadi pasukan Night’s Watch. Namun Joffrey mengingkarinya. Setelah Eddard Stark mengakui kesalahannya itu, Joffrey memerintah Ser Illyn Payne untuk memenggal kepala Lord Eddard Stark di hadapan rakyat King’s Landing juga di hadapan Sansa dan Arya yang bersembunyi di balik patung Baelor. Cersei mencegah perintah Joffrey itu tapi tidak didengarkan sementara Sansa pingsan setelah melihat kepala Lord Eddard Stark terpisah dari tubuhnya. Arya sendiri diselamatkan oleh salah satu anggota Night’s Watch bernama Yoren yang tengah mencari anggota baru.

Menuju detik2 dipenggalnya kepala Ned Stark
Little dove. Cantik sih, tapi keras kepala.

Bran sama Rickon liat bapak mereka di pemakaman bawah tanah :(
Well, have I told you about The Targaryens? Duh saya males banget ceritanya soalnya yah menurut saya part-nya Daenerys Targaryen ini ngebosenin. Yah mungkin karena gak berpengaruh langsung sama konflik di Westeros kali yah. Well, Targaryen ini pemilik tahta sah Seven Kingdoms. Rajanya dulu dijuluki Mad King, Aerys Targaryen. Aerys punya anak Rhaegar, Viserys, sama Daenerys. Rhaegar ini yang bunuh bawa kabur adik perempuannya Ned Stark, Lyanna, yang bakal calon istrinya Robert Baratheon. Keturunan Targaryen dibantai habis-habisan dan hanya bersisa Viserys dan Daenerys yang kabur menyeberangi Narrow Sea. Mereka mengungsi ke Pentos. Di Pentos, Daenerys dipaksa Viserys untuk menikah dengan pemimpin horselord Dothraki, Khal Drogo, karena ia dijanjikan diberi prajurit untuk merebut kembali Iron Throne di Westeros. Nah kehidupan di Dothraki ini gak manusiawi. Masa pesta pernikahan harus ada nyawa yang dikorbankan. Mana cewe diperlakukan sebagai budak dan gak ada harganya sama sekali. Hina. Nista.
Daenerys punya penasehat yang berasal dari Westeros, Jorah Mormont. Jorah ini kabur dari Westeros karena dia menjual budak dan Lord Eddard Stark memburu kepalanya anak Lord Commander Jeor Mormont itu. Jorah beberapa kali melindungi Daenerys dari perbuatan kasar saudaranya, Viserys. Viserys bahkan pernah bilang kalo Jorah sebenernya suka sama Daenerys. Tapi Jorah gak menggubrisnya. Beberapa kali Viserys mengancam Daenerys agar Khal Drogo segera menyerang Westeros tapi ketidakdisiplinan kaum Dothraki membuat rencana Viserys itu semakin jauh dari kenyataan. Daenerys sendiri lama-lama menyukai Khal Drogo dan mengandung anaknya. Ketika Viserys hendak membunuh Daenerys dan anaknya, Khal Drogo berjanji akan segera memberikan mahkota emas yang diinginkannya. Anak buah Khal Drogo lalu melumpuhkan Viserys dan Drogo melelehkan emas ke sebuah panci lantas menumpahkannya ke kepala Viserys. Matilah itu kakak biadab!

Dalam perjalanan entah kemana, pasukan Dothraki seperti biasa membunuh penduduk sebuah daerah dan memperlakukan wanita sebagai budak dan pelampiasan nafsu mereka. Daenerys tidak menyukai perbuatan itu dan meminta pasukan Dothraki menghentikannya. Hal itu membuat salah satu prajurit Dothraki kesal dan melaporkannya kepada Khal Drogo. Daenerys meminta Khal Drogo memerintah pasukannya untuk tidak berbuat nista kepada wanita dan memperlakukannya sebagai budak. Drogo menyetujuinya namun salah satu prajuritnya itu tidak terima dan menghina Dany (Daenerys, capek bro nulis kepanjangan). Terjadilah pertarungan antara Khal Drogo dan prajuritnya tersebut. Drogo terluka. Salah satu wanita yang diselamatkan Dany—yang merupakan penyihir—menawarkan bantuan untuk mengobati luka Drogo. Bukannya sembuh, luka Drogo semakin parah. Dia bahkan jatuh dari kudanya sendiri. Pasukan Dothraki mulai goyah dan enggan dipimpin oleh orang yang jatuh dari kudanya sendiri.

Dany meminta penyihir wanita itu untuk mengembalikan kesembuhan Drogo tapi penyihir itu meminta nyawa lain untuk menggantikan nyawa Drogo. Penyihir itu mengorbankan kuda milik Drogo namun bukannya Drogo sembuh, bayi dalam kandungan Dany malah mati. Drogo sendiri bertahan hidup tapi dia seperti mayat hidup. Sang penyihir bilang, Drogo akan kembali seperti dulu lagi bila matahari terbit dari barat dan terbenam di timur. Dany yang merasa telah ditipu kemudian meminta Jorah Mormont untuk menahan penyihir itu. Ada saat mengharukan ketika Dany merawat Drogo yang seperti mayat hidup itu. Berulangkali dia mengatakan, “ketika matahari terbit dari darat dan terbenam di timur.” Kemudian Dany menaruh bantal di wajah Drogo dan menekannya hingga Drogo tak bernyawa. Di hari Dany membakar mayat Drogo, dia mengikat si Penyihir Wanita di samping pembaringan Drogo. Dia juga meletakkan 3 telur naga yang diberikan suaminya sebagai hadiah pernikahannya. Dany membakar mereka bersama mayat suaminya. Setelah api membesar dia masuk ke dalam api. Ketika apinya padam, Dany tetap hidup dengan 3 telur naga yang menetas menjadi bayi-bayi naga. Maka di hari itulah dia mulai disebut Mother of Dragons.

Khaleesi and Mother of Dragons
Favorit quotes:
Quote favorit saya sewaktu si sharp-tongued, Tyrion, ngasih saran ke Jon Snow kira-kira begini, “Never forget what you are, the rest of the world will not. Wear it like armor and it can never be used to hurt you.” Ok, noted!

Di Game of Thrones, kita diajarkan untuk tidak mempercayai kata “next time” because it will no “next time”

Robb Stark to Jon Snow: “Next time I see ya, you’ll be all in black.” Sewaktu Jon Snow mau pergi ke The Wall dan bergabung bersama Night’s Watch. Well, si Robb Stark gak akan pernah liat Jon Snow lagi karena dia bakal mati di Season 3 episode 9. Dipastikan kalau itu pertemuan terakhir Robb sama Jon. :’(

Ned Stark to Jon Snow: “Next time we see each other, we’ll talk about your mother.” Itu dikatakan Ned Stark di persimpangan antara King’s Landing dan The Wall. Dipastikan juga itu terakhir kali mereka bertemu karena Ned Stark mau mati juga di episeode 9 season 1.

Benjen Stark to Jon Snow: “We’ll speak when I return.” Memang gak ada kata ‘next time’ tapi tapi ‘when I return’ itu menunjukan waktu yang akan terjadi di masa depan. And it’d never happen cause Benjen never came back. Only his horse did.

Samwell Tarly: “The Seven (Gods) never answer my pray. Perhaps the Old God will.”

Dan tentu saja quote favorit semua fans Game of Thrones: “Hodor.”


See you in my next story-telling. Mudah-mudahan gak males.  The Lannisters send their regards. ;-)