Minggu, 25 Oktober 2015

Setiap Kali Terpikir Untuk Kembali, Ingatlah Alasan Mengapa Dulu Kamu Pergi

Tahun ini menjadi tahun yang berbeda untuk saya. Memutuskan untuk pindah ke tempat kerja yang baru dan meninggalkan tempat kerja yang sudah 4 tahun memberi nafkah untuk saya. Keputusan itu terasa mudah di awal dan menjadi begitu berat ketika hari perpisahan menjelang. Apakah pilihan saya benar atau baiknya saya tetap tinggal?

Pertanyaan-pertanyaan itu cukup mengganggu selama beberapa hari terakhir di tempat kerja saya yang lama. Adalah teman dan sahabat yang sudah begitu dekat dan tahu baik buruknya saya hingga kisah-kisah perjalanan saya. Apakah tempat kerja yang baru akan memberi saya teman yang sama baik dan sama nyamannya dengan teman saya yang dulu? Namun kenyataannya kegamangan hati menjelang perpisahan itu tak hanya terjadi pada saya. Hampir semua mengalaminya.

Singkat cerita, saya berhasil melalui perpisahan yang harusnya menjadi hari yang mengharukan. Well, no tears at all! Like, AT ALL!! Saya tidak menangis. Saya bilang ke teman-teman untuk tidak menangis. Apalagi menangisi saya. Rugilah mereka jika itu terjadi. :))

Hari berlalu dan kini 3 bulan sudah terlewati. Hal-hal yang saya khawatirkan tidak/belum terjadi. Semoga tidak ya. :) Tapi rasa rindu muncul sesederhana ingin belanja di jam istirahat atau di akhir hari tanpa harus repot-repot bertukar pesan. Atau sesederhana ingin cerita ketika galau melanda. Bukannya teman yang sekarang tak bisa diajak bertukar cerita, hanya saja teman lama lebih tahu banyak kisah saya dan saya sudah lelah bercerita semua dari awal.

Kali ini sepi sering datang menghampiri dan hanya lagu-lagu di playlist yang menemani dan tak jarang semakin menambah haru di hati. Kalo istilah heits-nya, baper a.k.a bawa perasaan. Ahahahah. Sempat terpikir untuk kembali namun hidup bukan cuma soal perasaan. Jika hanya butuh teman untuk bicara, sepulang kerja kan bisa ketemu atau telfonan. Ada akhir pekan yang bisa dimanfaatkan untuk hangout.

quote
Sebelum memutuskan untuk pergi kita sudah menyusun pertimbangan baik buruknya. Apa yang sudah kita pilih hari ini adalah buah dari pertimbangan kita sendiri. Senang tidak senang kita harus menerima keputusan yang kita ambil. Itu pilihan kita, terima saja konsekuensinya.

Pada akhirnya ketika kita terpikir untuk kembali, ada alasan yang dulu membuat kita ingin pergi. Jika kita kembali, bisakah kita menerima alasan-alasan yang dulu membuat kita pergi? Bisakah kita berdamai bersamanya?

Sebelum memilih kembali, alangkah bijaknya bila kita membuat pertimbangan yang sama ketika dulu kita memilih pergi. Mempertimbangkan apa yang sudah kita korbankan untuk mencapai apa yang kita pilih hari ini.

Untuk semua drama dan air mata kini kamu memilih kembali? Terdengar lucu sekali.

PS. bisa dikorelasikan dengan hubungan dua sejoli yang sudah berakhir.

Rabu, 14 Oktober 2015

Ikhlasnya Judul Lagu Dewa 19

Pagi di hari libur dalam rangka Tahun Baru Hijriyah ini secara random saya pengen nulis yang dari dulu ada di pikiran saya tapi baru kepikiran untuk dibikin tulisan.

Kalo kalian lahir di tahun 90-an pasti tumbuh bersama band-band semacam Sheila on 7, Padi, Element, Dewa 19. Sementara Peterpan, Ungu, Kerispatih, dan nama-nama lainnya baru muncul di tahun 2000an.

Awal 2000an sinetron-sinetron (iyaaa umur segitu saya udah nonton sinetron) pakai soundtrack lagu-lagu band yang lagi ngetop pada masa itu. Lupus misalnya pake lagunya SO7 yang berjudul Kita. Dari sinetron itu pula saya apal lagu-lagunya SO7. Trus sinetronnya Cindy Fatika sama suaminya--kalo gak salah--pake lagunya Dewa (saat itu gak pake '19') yang Separuh Nafas.

Seperti judul yang dipaparkan (ini blogpost apa proposal sih) saya pengen bahas band yang terakhir disebut. Mmmm, inget lagu semacam Dua Sejoli, Pupus, Risalah Hati, Roman Picisan, dan Mistikus Cinta? Coba perhatikan liriknya. Sudah? Di lirik-liriknya gak ada tersurat judul lagunya. Ya kan? :D Jadi inget Surat Al Ikhlas yang gak menyuratkan kata Ikhlas di ayat-ayatnya. Kita kerap menyebutnya Surat Qulhu. Makanya gak heran kalo kita kadang tau lagunya dan gak tau judulnya.

Coba kita breakdown satu persatu (sumpah ini kek lagi seminar),

1. Dua Sejoli
Orang-orang akan lebih ngeh dengan,

"Hawa tercipta di dunia untuk menemani sang Adam,
begitu juga dirimu tercipta tuk temani aku"

Saya sendiri baru tahu lagu ini berjudul Dua Sejoli setelah hidup selama 21th. :))) Baru tahu juga lirik lagu itu berjudul Dua Sejoli? :D


"Bila kau terus pandangi langit tinggi di angkasa,
tak kan ada habisnya s'gala hasrat di dunia"

Liriknya dalam banget yah gaes? Band sekarang mana ada yang bisa bikin lirik sedalam itu?


2. Pupus (lagu kebangsaannya kaum patah hati)

"Baruuuuu ku sadariiii cintaku bertepuk sebelah tangaaaaan,
kau buat remuuuuuk s'luruh hatikuuuuuu,
s'luruh hatikuuuuuuu hoooo ohhhhh"

(duh)

Rasanya nyesek banget yah denger lagunya? Apalagi bagian lirik,

"Aku mencintaimu lebih dari yang kau tauuuu uuuwuuwuuwuuu
meski kau takkan pernah tauuuuuu"

Siapalah yang menyangka judul lagunya Pupus sementara gak ada kata 'pupus' di liriknya. Pada taunya cinta bertepuk sebelah tangan pasti. Yah kecuali kaum patah hati yang pasti udah sering nge-repeat lagunya (termasuk yang nulis). :"D

3. Risalah Hati

"Aku bisa membuatmu jatuh cinta kepadaku,
meski kau tak cinta kepadaku,
beri sedikit waktu biar cinta datang karena telah terbiasa"

Dimana coba kata Risalah Hati-nya? Risalah sendiri menurut KBBI artinya laporan rapat atau notula. Hati bermakna organ tubuh manusia. Jadi Risalah Hati artinya laporan rapat di dalam hati? :)))) Embuh mbak sekarepmu!!

Kalo didalami liriknya sih seperti usaha seseorang untuk memenangkan hati pujaannya melalui proses. Meminta pujaannya memberi waktu dan membuka hati untuknya. Maka lama-kelamaan cinta akan datang karena terbiasa. Ah kereeeeen!


4. Roman Picisan

"Cintaku tak harus miliki dirimu
Meski perih mengiris iris segala janji"

Omong kosong, mas Dhani, omong kosong!!! Yang namanya cinta ya harus memiliki. Kalo gak bisa memiliki ya udah cari yang lain. *sewot* Bahkan Roman Picisan sendiri artinya cerita roman yang rendah mutunya. Ah..


5. Mistikus Cinta

Denger kata mistikus bawaanya kek horror aja gitu.

"Ketika jiwamu merasuk ke dalam aliran darahku dan meracuniku,
ketika jiwamu memeluk hatiku dan biarkan jiwaku cumbui jiwamu"

Apa yang sedang ku rasa apa yang sedang kau rasa
adalah cinta yang tak bisa dijelaskan dengan kata-kata"

Dimana kata mistik-nyaaaaa???


Well, lirik lagu-lagu Dewa 19 sendiri bermakna dalam. Kalo kalian rajin googling pasti banyak yang mengulasnya secara mendetil. Yah kalo saya sih cuma bisa mengulas secara dangkal aja. Hmmm.

Oh iya, last but not least, Immortal Love Song milik Mahadewa yang mana vokalisnya Judika, di liriknya gak ada kata Immortal Love Song :))))) Liriknya dalem banget bener-bener menggambarkan cinta semati-matinya (?) Best song ever yang muncul selepas tahun 2010.

"Tuhan pun tahu jikalau aku mencintai dirimu,
tak musnah oleh waktu,
hingga maut datang menjemputku
ku tetap menunggu kamu di lain waktu."

Yah, ku tetap menunggu kamu di lain waktu. :)
xoxo