Senin, 28 Juli 2014

IDUL FITRI 1435 H

Sebelumnya perkenankanlah saya, Raisma Andriana (:p), mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H, minal 'aidzin wal faidzin, mohon dimaafkan kesalahan saya selama ini.

Alhamdulillah saya masih diberikan nikmat untuk bertemu dengan Idul Fitri lagi. Banyak orang-orang yang tahun lalu merayakan Idul Fitri namun tahun ini tidak bisa bertemu dengan momen indah ini lagi dikarenakan telah dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Maka sangatlah tidak pantas bila kita mengeluh tidak bisa membeli baju baru atau ayam untuk dibuat opor pada Lebaran kali ini.

Tapi memang sudah sifat alami manusia yang kadang lupa bersyukur untuk hal-hal yang kita miliki dan terus menerus mengeluh untuk hal-hal yang tidak bisa kita capai. Saya sendiri begitu.

Malam takbiran saya habiskan seorang diri. Orang tua pergi ke kota, adik ikutan takbir keliling. Saya terkadang menyesalkan sikap saya yang tidak bisa memuliakan teman sehingga di momen seperti ini tidak ada yang datang untuk sekadar bersilaturahmi. Memang sih kebanyakan orang menghabiskan malam takbiran untuk takbir keliling atau membuat ketupat lebaran atau sekadar berkumpul dengan sanak keluarga. Jadi wajarlah bila jarang orang yang datang bertamu ke rumah temannya. Tapi banyak kok yang main ke rumah temannya sewaktu malam Lebaran. Ah udahlah gak usah diperdebatkan. Intinya malam takbiran saya habiskan seorang diri dengan menonton film Hollywood. Anti mainstream kan? Hahahaha. Saya semalem dapat dua film, The Amazing Spiderman 2 sama Divergent. Jarang-jarang kan?! Saya baru inget kemarin tidur siang hampir 3 jam sehingga baru pukul 00.30 saya merasa mengantuk.

Hari-H Idul Fitri saya bangun telat karena kebetulan sedang datang bulan jadi gak ikut Sholat Ied. Santai aja gitu baru bangun sementara yang lain udah seger pake baju koko dan mukena bersiap sholat Ied. Btw, ini Idul Fitri kedua saya lewatkan tanpa mengikuti Sholat Ied. Saya kira tahun ini puasa saya mau full eh H-2 malah kedatangan tamu. AAAAAAAAKKK!

Pagi-pagi sempet bikin sarapan dulu sebelum ke Masjid untuk ikut halal bihalal orang sekampung. Kebetulan temen sebaya saya ada yang lagi dateng bulan juga jadi gak malu laaah pergi ke Masjid tapi gak ikut Sholat Ied. Eh ternyata yang gak ikut Sholat Ied banyak aja. Hahahahaha.

Habis halal bihalal pergi ke kuburan untuk tahlilan. Udah jadi tradisi soalnya. Eh barusan nonton Beriman di TransTV katanya kegiatan ziarah di Hari Raya merupakan perbuatan bid'ah (mengada-ada) soalnya gak tercantum dalam dalil apapun. Well, udah sih gak usah dipermasalahkan toh ajarannya beda-beda. Seagama juga terkadang ada perbedaan jadi yaudahlah terserah keyakinan masing-masing.

Pulang dari pemakaman lanjut silaturahmi keliling kampung. Well, pada tahun-tahun sebelumnya setiap setelah sholat Ied jamaah laki-laki maupun perempuan bersalaman satu sama lain. Berbeda tahun ini, jamaah laki-laki hanya bersalaman dengan laki-laki begitu pula jamaah perempuan. Sungguh disayangkan karena menurut saya ini terkesan kurang efisien. Halal bihalal di Masjid jadi seperti tak berarti apa-apa karena setelah tahlilan di pemakaman kita harus berkeliling kampung untuk bersalaman ke rumah tetangga masing-masing karena belum silurahmi dengan jamaah pria padahal tadi udah salaman sama sesama gender. Yaudah sik yang kaya gitu jangan dipermasalahkan.

Lelah? Udah pasti. Tapi ini kan setahun sekali. Hanya saja cuaca hari ini mendung-mendung sendu jadi kurang bersemangat. Saya sendiri cuma keliling 3 rumah aja soalnya pemilik 3 rumah itu masih sodara tapi karena sakit jadi gak bisa ikut Sholat Ied. Bisa dibayangkan gak sih gimana sedihnya dikala yang lain bergembira merayakan Idul Fitri, beribadah sebagaimana mestinya, orang-orang yang sakit harus berdiam diri di rumah, sendirian, meratap dan mungkin menitikkan air mata tidak bisa ikut Sholat Ied. :'( Itulah mengapa Allah swt melarang kita bergembira terlalu berlebihan.

Ah, soal bergembira terlalu berlebihan, saya jadi inget persiapan menjelang Idul Fitri yang ribet banget. Saya sekarang harus lebih dewasa daripada sebelumnya. Bila tahun-tahun yang lalu saya hanya memikirkan diri sendiri maka tahun ini terasa berbeda. Kebetulan saya kerja sekantor dengan ibu-ibu rumah tangga yang tau sendiri lah, rempong banget. Awal puasa udah mulai pesen kue kering, baru awal loh. :D Belum lagi IRT muda yang udah ribet nyiapin baju lebaran buat anak, suami, dan diri sendiri. Saya aja sampe terpengaruh beli baju di awal puasa loh. Hahahah. Tapi bajunya males dipake tadi pagi. Ribet. Malu juga pake gamis. Entahlah. Mulai pertengahan puasa, seorang teman yang jualan Tupperware nawarin promo menggiurkan. Saya yang mulanya gak kepengen beli, diajakin temen buat joinan beli toples yang isi 4. Yaudah saya ambil. Trus liat atasan batik keliatan simpel tapi kasual saya beli juga. Diajakin ke Matahari sekedar liat-liat pulangnya bawa sepasang sepatu. Browsing-browsing online shop berakhir terima paketan seminggu kemudian. Hadeuuuuuuuuuuhhhh...

Itulah berlebih-lebihan yang sangat tidak disarankan! :(

Kalo hari libur lebaran-lebaran sebelumnya biasa saya habiskan pergi kesana kemari rasa-rasanya tahun ini rada males deh. Dipikir-pikir libur lebaran malah lebih cape dari hari kerja. Emang sih, seneng ketemu teman-teman yang di perantauan tapi kok setelahnya kepala saya pening. Badan pegel, dompet juga pegel. :(

Tuh kan postingannya ngelantur. Awal saja kek orang waras. Makin kesini makin nyeleneh. Udahan ajalah. Bhay.

Rabu, 09 Juli 2014

Sinopsis Game of Thrones season 3 (2013)

Rombongan Robb Stark melanjutkan perjalananan ke Harrenhal berharap mereka menemukan pasukan Lannister yang dipimpin The Mountain tapi ternyata kastil itu sudah ditinggalkan oleh The Lannisters dan hanya bersisa mayat tawanan mereka. Padahal Arya baru aja melarikan diri dari situ. Errrrr….. Robb menyelamatkan seorang maester yang terdapat luka terbuka di lehernya dan diobati oleh Talisa Maegyr yang sudah resmi menjadi istrinya.

Robb mendapat surat dari Riverrun dan Winterfell yang keduanya berisi kabar buruk. Di Riverrun, kakeknya, Hoster Tully meninggal dunia. Sementara Winterfell dibumihanguskan oleh Ironborn dan Theon menghilang. Keesokan harinya Robb bersama Catelyn didampingi oleh Lord Karstark pergi ke Riverrun untuk menghadiri pemakaman Hoster Tully. Sementara Roose Bolton tetap tinggal di Harrenhal.
Saat perjalanan ke Riverrun, Lord Karstark sempat bilang ke Robb kalau dia udah kalah perang di hari Robb menikahi Talisa. Tapi Robb mengabaikannya. Di perjalanan itu juga Lady Catelyn yang dingin sama Talisa—lantaran gadis itu udah bikin Robb mengingkari janjinya untuk menikahi putri Walder Frey—bercerita tentang Jon Snow.

“When my husband brought that baby (Jon Snow) home, I couldn’t look at him. Didn’t want to see his brown stranger eyes staring at me. So I pray to the God, take him away. Make him die. He got the pox. And I knew I was the worst woman who ever live. A murderer. I condemned this poor innocent child in a horrible death. All because I was jealous of his mom. A woman he didn’t even know. So I pray to all Seven Gods, let the boy live. Let him live and I’ll love him. I’ll be a mother to him. I beg my husband to give him a true name, to call him Stark and be done with it. To make him one of us. And he live. And I couldn’t keep my promise. And everything than happens since then, all these horrors come to my family, it’s all because I couldn’t love a motherless child.” – Catelyn on Jon Snow.

Jon Snow sendiri sedang berada di Beyond-The-Wall menjadi tawanan Wildlings dan dibawa ke tenda milik King-Beyond-The-Wall, Mance Rayder. Jon Snow tidak dibunuh melainkan dijadikan sebagai salah satu dari mereka karena dia telah membunuh Qhorin Halfhand, Ranger yang tinggal di Beyond-The-Wall. Beberapa Wildlings tidak mempercayai bila Jon Snow bukan lagi anggota Night’s Watch. Ygritte ingin membuktikan perkataan Jon benar dengan mengajaknya ke gua dan bercinta disana yang artinya Jon melanggar sumpah sebagai anggota Night’s Watch. Mance Rayder mengutus Giantsbane memimpin pasukan—termasuk di dalamnya Jon dan Ygritte—untuk mendaki The Wall. Mereka berhasil menyeberangi The Wall untuk menyerang Castle Black dari belakang.

Rombongan Night’s Watch yang dipimpin oleh Lord Commander Mormont kembali ke rumah Craster. Disana terjadi pemberontakan oleh anggota Night’s Watch yang kelaparan dan menginginkan perjamuan lebih dari Craster. Para pemberontak itu membunuh Craster dan Lord Commander Mormont. Sam berhasil melarikan diri dengan membawa Gilly dan anaknya. Di perjalanan mereka bertemu dengan White Walkers yang menginginkan anak Gilly yg berjenis kelamin laki-laki tapi Sam membunuhnya menggunakan Dragonglass yang dia temukan di Beyond-The-Wall.

Di Riverrun, terjadi insiden ketika Lord Karstark tanpa sepengetahuan Robb, membunuh tawanan Lannisters yang masih kanak-kanak sebagai bentuk pembalasan dendam atas kematian putranya yang dibunuh Jaime. Robb murka kepadanya dan menjatuhkan hukuman mati. Pasukan Utara terpecah belah akibat insiden itu. Sementara Robb memutar otak untuk membangun kekuatannya lagi dengan mencoba bersekutu kembali dengan The Freys. Dia meminta pamannya, Edmure, menggantikan posisinya untuk menikahi putri Walder Frey yang seharusnya dinikahi oleh Robb. Putri-putri Walder Frey dikenal buruk rupa itulah mengapa Edmure menolak. Namun perlahan dia menyetujui permintaan Robb demi memenangkan perang.

Sementara itu Arya bersama Gendry dan Hot Pie berjumpa dengan pasukan Brotherhood Without Banner yang dipimpin oleh Beric Dondarrion, mantan pasukan Ned Stark dan Robert Baratheon. Mereka tidak menyakiti Arya dan mereka berjanji untuk membawa Arya kepada kakak dan ibunya di Riverrun. Namun Arya, Gendry, dan Hot Pie harus berpisah. Hot Pie diminta menjadi pelayan di sebuah rumah makan di Kingsroad (lupa daerahnya namanya apa, pokoknya tempat dulu Joffrey mau menyakiti Arya saat pertama dia pergi ke King’s Landing). Gendry dibeli oleh Melisandre karena dia memiliki darah bangsawan yang dibutuhkan Stannis untuk membunuh musuh-musuhnya. Gendry ini anak haramnya Robert Baratheon. Arya yang kecewa dengan Brotherhood Without Banners melarikan diri setelah mereka menunda perjalanan ke Riverrun untuk berperang dengan Lannister. Arya berhasil ditangkap oleh The Hound yang lari dari King’s Landing juga dibebaskan dari Brotherhood Without Banners. The Hound membawa Arya ke The Twins tempat kakak dan ibunya akan menghadiri pernikahan Edmure dengan putri Walder Frey. Kebaikan The Hound bukan tanpa alasan, dia menginginkan emas sebagai tebusan dari The Starks.

Di King’s Landing, keputusan Joffrey untuk menikahi Margaery dan memutuskan pertunangan dengan Sansa tak lantas membuat gadis Stark itu bebas. Namun Petyr Baelish yang dianugerahi Lord of Harrenhal dan menikah dengan janda Jon Arryn, Lysa, mengajak Sansa pergi bersama dan berjanji membawanya ke Winterfell. Namun Sansa menolak. Ketika Sansa berpikir ia akan menikah dengan Loras, kakak Margaery, ia malah dijodohkan dengan Tyrion untuk mengamankan wilayah Utara menjadi milik Lannister. Sansa sedih banget tentu saja harus menikahi The Imp. Gak Cuma Sansa, Shae juga kecewa berat dengan Tyrion. Padahal itu bukan keputusan Tyrion melainkan Tywin.

Mau tidak mau Sansa menikah dengan Tyrion namun dengan menikahinya, Sansa terbebas dari siksaan Joffrey. J Tyrion juga berjanji tidak akan menyentuh Sansa sampai Sansa mengijinkannya. Aww sweet. J Tapi tetep terasa pedih buat Shae yang sempet dibayar Varys untuk meninggalkan King’s Landing karena dia dianggap sebagai penghalang Tyrion untuk membenahi kerajaan. Namun Shae menolak dan tetap pada keyakinannya untuk tinggal di ibukota Westeros itu.

Sansa dituntun Joffrey menuju altar pernikahan.

Di perjalanan menuju King’s Landing, Brienne dan Jaime ditangkap oleh anak buah Roose Bolton, Locke. Mereka disiksa. Brienne nyaris diperkosa tapi Jaime menyelamatkannya dengan mengatakan ayah Brienne memiliki sapphire dan akan memberikan kepada mereka seberat badan Brienne bila mereka tak menyakitinya. Namun naas bagi Jaime karena tangan kanannya dipotong oleh Locke. Pada awalnya saya seneng banget tuh liat Jaime akhirnya mendapatkan apa yang pantas didapatkannya. Tapi lama-lama saya iba juga ngeliat dia disiksa Locke sama temen-temennya sampe berkubang di lumpur.

Jaime dan Brienne dibawa ke Harrenhall tempat dimana Roose Bolton berada. Roose menyuruh anak buahnya untuk memperlakukan Jaime sebagai tamu. Jaime juga diobati oleh maester yang diselamatkan oleh Robb. Kalo gak salah namanya Maester Qyburn yang suka bikin eksperimen berbahaya makanya dia gak punya rantai sebagai lambang maester. Roose Bolton memerintah anak buahnya mengantar Jaime yang sudah cukup sehat ke King’s Landing, tanpa Brienne. Di waktu yang sama pula Roose Bolton bergegas ke The Twins untuk menghadiri pernikahan Edmure Tully dengan putri Walder Frey. Di perjalanan Jaime mengkhawatirkan Brienne yang mungkin disiksa Locke setelah dia merasa ditipu oleh Jaime yang mengatakan ayah Brienne akan memberi Sapphire seberat putrinya. Brienne diadu dengan beruang di sebuah arena di Harrenhall. Jaime datang tepat pada waktunya untuk menyelamatkan Brienne dan membawa bersamanya ke King’s Landing.

Oh iya soal keadaan Theon Greyjoy, dia disiksa sama bastard-nya Roose Bolton, Ramsay Snow. Mukanya sumpah psikopat abis. Cara dia menyiksa juga sadis banget. Amit-amit dah. Tapi Theon pantas mendapatkannya.  JJJ

Bran dan Rickon bersama dengan Hodor dan Osha berjalan ke The Wall untuk menemui Jon Snow. Di perjalanan mereka bertemu dengan Jojen Reed bersama kakaknya, Meera. Jojen juga memiliki kemampuan memasuki pikiran binatang (warg) seperti Bran. Jojen mengajak Bran ke Beyond-The-Wall untuk mencari gagak bermata tiga yang kerap memasuki mimpi Bran. Tapi Osha menolaknya karena dia mengetahui ada White Walkers di sana dan sangat berbahaya jika mereka tetap pergi ke sana. Tapi Bran bersikeras untuk pergi ke Beyond-The-Wall.

Di sebuah kastil yang sudah lama tak berpenghuni, Bran, Rickon, Hodor, Osha, Jojen, dan Meera bersama direwolves (Summer dan Shaggydog) berteduh. Di saat bersamaan para Wildings—termasuk Jon dan Ygritte—tengah memburu peternak-kuda-untuk-Night’s-Watch yang melarikan diri. Giantsbane menyuruh Jon untuk mengeksekusi peternak tersebut untuk membuktikan bahwa dia bukan lagi anggota Night’s Watch. Tapi Jon tidak bisa dan dia mencoba melawan dengan membunuh para Wildings. Ketika Jon dalam bahaya, Bran memasuki pikiran Summer untuk menyerang para Wildings. Jon berhasil melarikan diri meski Ygritte terus mencoba memanahnya. Gemes juga pada waktu itu Bran gak ketemu Jon L

Di The Twins, Walder Frey menjamu rombongan Robb di hari pernikahan Edmure dan putrinya, Roslin, yang ternyata cakep banget. J Robb bahkan sempet bilang, “mungkin aku sudah melakukan kesalahan (tidak menikahi putri Walder Frey),” sama istrinya, Talisa. Talisa pun cemberut. JJJ  Pernikahan tersebut juga dihadiri paman Catelyn, Black Fish (lupa nama aslinya), dan Roose Bolton. Saat  Black Fish keluar untuk kencing, pintu ruangan perjamuan ditutup oleh para penjaga. Kemudian mengalun instrumen lagu “Rains of Castamere” dan hanya Catelyn yang menyadarinya. Dia hendak memperingatkan Robb namun Robb keburu dipanah oleh pasukan Frey. Talisa sendiri yang sedang hamil muda ditusuk-tusuk dengan pisau oleh anak Frey. Robb segera menghampirinya. Catelyn juga dipanah oleh anggota orkestra yang memainkan lagu “Rains of Castamere” tadi. Cat sempat mengancam membunuh istri Frey yang masih muda tadi namun Frey bergeming dan bilang, “Aku akan cari yang lain.” FAK?! Kemudian Roose Bolton menusuk dada Robb yang sudah tak berdaya. Leher Cat sendiri digorok oleh pasukan Frey. Serigala milik Robb juga dipanah hingga mati. Di luar, pasukan Stark yang tengah berpesta juga dibantai habis-habisan oleh pasukan Frey dan Bolton. Fak, Bolton bersekutu dengan Frey dan Lannister untuk menghabisi Robb dan pasukannya.


Cat histeris melihat Robb dibunuh

Ketika pembantaian itu terjadi, Arya dan The Hound baru sampai di pesta dengan menyamar sebagai tukang daging. Arya yang terkejut hendak melangkah masuk ke perjamuan dipukul The Hound hingga tak sadarkan diri. The Hound membawanya menjauh. Namun ketika Arya siuman, ia menyaksikan pasukan Frey berpesta dengan tubuh Robb yang dijahit dengan kepala serigalanya. FAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKK?!!!!!!!!!!!!!!!!! LLLLLL
Arya melihat kepala serigala yg dijahit di tubuh Robb.
Ini Roose Bolton. Harus mati di season 5.
Kabar kematian Robb dan ibunya sangat menyenangkan hati Joffrey. Dia meminta kepala Robb dibawa ke King’s Landing untuk ditunjukkan kepada Sansa. Tapi Tyrion menolaknya mentah-mentah. Tywin juga tak menyetujuinya. Tapi Joffrey malah menghina Tywin dengan mengatakan kakeknya pengecut yang bersembunyi di Casterly Rock ketika Robert’s Rebellion. Tywin hanya menatapnya tajam dan menyuruh Joffrey kembali ke ruangannya. Cersei pun membujuk Joffrey keluar dari ruangan Small Council.

Bran dan Rickon harus berpisah. Bran, Hodor, Jojen, Meera, dan Summer akan berjalan menyeberangi The Wall. Sementara Rickon, Osha, dan Shaggydog pergi ke The Hearth. Bran bertemu dengan Sam dan Gilly. Bran mengatakan saudaranya juga anggota Night’s Watch ketika Sam  memperkenalkan diri tapi Jojen menyuruh Bran untuk menyembunyikan identitasnya. Namun Sam bisa mengenalinya karena Bran juga memiliki direwolf seperti Jon Snow. Ketika Sam mengetahui Bran dkk akan ke Beyond-The-Wall dia memberikan Dragonglass padanya.


And this is the end of my post. Saya males cerita tentang kehidupan Dany di Essos.  Boring banget sih. Hehe J Nanti bakal saya terusin season 4 nya.


Minggu, 06 Juli 2014

6 Juli 2014: Hanya Cerita Belaka

Sinopsis Game of Thrones season 3 masih mengendap di draft. Saya masih males untuk melanjutkannya. Bulan Ramadhan ini setiap waktu begitu berharga menurut saya. Berharga buat dihabiskan dengan tidur. Padahal tidur cuma bikin kepala pusing aja. Kalo tidur singkat maksudnya.

Jadi aktivitas saya tiap hari selama Ramadhan:

Sahur --> Tidur --> Mandi --> Kerja --> Buka Puasa --> Taraweh --> Tidur --> Sahur

Gitu terus jadi saya gak ada waktu untuk buka laptop. Padahal di hari biasa gak mungkin saya melewatkan satu malam pun tanpa menyentuh laptop. Baru di hari kelima kalo gak salah saya nyempetin diri buka laptop yang selanjutnya saya sebut Ghost, terinspirasi dari nama direwolf-nya Jon Snow. :D Kenapa saya namai Ghost? Soalnya laptop saya ini warnanya albino kek Ghost. Wkwkwk maksa. :P

Tapi baru hari ini (hari ke-8 puasa) saya menyempatkan untuk lebih lama bersama Ghost. Melakukan hal yang udah lama gak saya lakukan. Nulis blog.

Akhir-akhir ini lagi rame Pilpres, orang-orang mendadak jadi peduli politik. Debat sana, debat sini, membela calon yang dipilihnya. Merasa paling benar gak peduli apakah komentar mereka menyakiti orang lain atau tidak. Keadaan macam ini diperparah dengan adanya provokasi di media elektronik yang isinya cenderung memihak tergantung siapa pemilik medianya. Haduh, stabilitas sosial mulai terganggu. Saya kuatir setelah Pemilu nanti kondisi makin kacau apabila pihak yang kalah tidak mau menerima hasil Pilpres. :"(

Di belahan bumi yang lain sedang dihelat pesta sepakbola terbesar di dunia, World Cup 2014 di Brazil. Jagoan saya udah liburan semua hahaha. Spanyol yang sudah saya jagokan dari 2006 harus mengakhiri perjalanan manis mereka selama 6 tahun dengan menjadi tim pertama yang tereliminasi. HAHAHA. :"( Inggris sendiri memang bukan tim unggulan menurut saya karena mereka udah gak punya mental juara. Makanya gak heran kalo mereka juga gak lolos. Bahkan di Euro 2008 mereka harus mengubur impian mereka tampil di perhelatan sepakbola di Benua Biru itu di babak kualifikasi. Tragis. Bosnia Herzegovina yang baru pertama kali tampil di Piala Dunia pun tak bisa berbuat banyak. Sempat tampil mengesankan melawan tim unggulan macam Argentina (meskipun akhirnya kalah juga), performa mereka menurun di laga kedua melawan Nigeria. Baru di laga ketiga mereka meraih kemenangan namun semua sudah terlambat. Mereka gagal lolos ke fase knock out. Dan yang terakhir adalah Belgia. Saya tahu sih kans mereka jadi juara sangat tipis tapi saya memprediksikan mereka berhasil sampai di semifinal mengingat skuad mereka bertabur bintang. Tapi langkah mereka terjegal di babak 8 besar oleh Argentina.

Fase grup tidak begitu bersahabat untuk tim-tim unggulan dari Benua Eropa. Spanyol, Inggris, Italia, dan Portugal harus menyerah lebih awal. Fase Knock Out berjalan sesuai prediksi. Cenderung membosankan menurut saya. Kenapa? Ya, yang lolos tim-tim unggulan. Padahal tim-tim kuda hitam sudah memberi perlawanan hingga menit-menit akhir tapi hasil akhirnya tetap memihak pada tim-tim unggulan. :( Sekarang Piala Dunia memasuki babak semifinal yang bersisakan Brasil, Jerman, Argentina, Belanda. Brasil akan menghadapi Jerman dan Argentina harus baku hantam dengan Belanda. Brasil harus kehilangan penyerang andalannya Neymar karena dibelit cedera parah di laga melawan Kolombia kemarin. Keuntungan berada di pihak Jerman. Sementara Argentina yang masih mengandalkan Messi terancam kehilangan Angel Di Maria yang cedera. Belanda sendiri terlihat kesulitan melawan Kosta Rika kemarin hanya saja Dewi Fortuna masih di sisi mereka. Kemungkinan final akan mempertemukan tim-tim yang menang di semifinal tersebut *YAIYALAAAH*

Saya sendiri udah gak dukung siapa-siapa tinggal nonton dengan kalem, menertawakan yang kalah. *smirks*

Udah jam 21.40 mau tidur dulu. Harus bangun jam 03.30 untuk sahur dan besok kerja full time lagi. Selanjutnya mu cerita pengalaman puasa kali yah. Perbedaannya dari tahun ke tahun. Sama mau menyelesaikan sinopsis Game of Thrones season 3 & 4. Doakan niat saya bisa diwujudkan. :)