Minggu, 22 Juni 2014

Sinopsis Game of Throne season 2 (2012)

Tyrion Lannister kembali King’s Landing untuk menggantikan ayahnya sebagai Hand of the King (sepeninggal Ned Stark jabatan ini diberikan kepada Tywin Lannister). Tywin sedang sibuk berperang sama Robb Stark yang udah mengalahkannya dalam tiga kali pertarungan. Cersei tidak suka dengan kehadiran Tyrion tapi gimana lagi, dia harus menerimanya. Tyrion membawa pacarnya, Shae, ke King’s Landing dan menjadikannya pelayan Sansa. Tapi gak ada yang tau jati diri Shae kecuali Bronn sama Varys.

Sementara itu Robb Stark yang tadinya ingin menyelamatkan ayahnya dari hukuman mati, mengalihkan rencananya untuk membalas dendam kepada Joffrey. Dengan Jaime Lannister berada di tangannya, Robb begitu di atas angin. Tapi Robb bingung kepada siapa dia akan bersekutu, Renly Baratheon atau Stannis Baratheon? Ya, Stannis berhak atas Iron Throne karena dia penerus yang sah setelah mengetahui kalau Joffrey bukan anak kandung Robert Baratheon. Tapi Renly yang merupakan adik Stannis juga menginginkan tahta yang sama. Dia bahkan sudah memiliki 100ribu pasukan. Renly diketahui sudah menikah dengan Margaery dari House Tyrell, adik kandung Loras Tyrell—pasangannya Renly. Iya Renly penyuka sesama jenis jadi dia menikahi Margaery sekadar untuk pencitraan.

Robb kemudian dideklarasikan sebagai King in the North oleh pasukan dan bannerman-nya. Dia mengirimkan tiga syarat kepada Queen Cersei jika mereka ingin Jaime dibebaskan. Ketiga syarat itu adalah, membebaskan Sansa dan Arya, mengirimkan tulang belulang Ned Stark kepadanya agar bisa disemayamkan di makam bawah tanah Winterfell, dan melepaskan klaim wilayah Utara yang menjadikannya kerajaan independen. Tapi Cersei menolak semua syarat itu. Robb sendiri udah bisa menebaknya.

Robb mengintimidasi Jaime dengan direwolf-nya

Theon Greyjoy menawarkan diri untuk menemui ayahnya, Balon Greyjoy, di Iron Islands dan meminta bantuan kepadanya berupa kapal untuk menyerang King’s Landing. Tapi Catelyn menolaknya karena klan Greyjoy terkenal dengan bangsa pengkhianat. Dia juga memperingatkan Robb untuk tidak mempercayai mereka. Tapi Robb tetap melepas Theon ke Iron Islands sementara Catelyn dikirim ke Storm’s End untuk berunding dengan Renly Baratheon.

Di Storm’s End, Catelyn bertemu dengan Lord Baelish yang menawarkan pertukaran antara dua putrinya dengan Jaime Lannister tapi Catelyn bilang kalo Robb gak akan menyetujuinya. Baelish kemudian memberikan Catelyn tulang belulang Ned Stark dan bilang kalo itu itikad baik dari Queen Cersei untuk berdamai.

Perundingan Renly dan Stannis yang dimediatori Catelyn tidak mencapai kesepakatan membuat Stannis menggunakan sihir dari pendetanya, Melisandre, untuk membunuh Renly di tendanya. Kematian Renly membuat perpecahan pada pasukannya. Loras Tyrell menuduh Brienne—Kingsguard yang mengalahkannya di pertarungan—sebagai orang yang membunuh Renly. Brienne sendiri melarikan diri bersama Catelyn menuju perkemahan Robb. Dia mengabdikan diri kepada Catelyn dan bersumpah untuk membalas dendam atas kematian Renly kepada Stannis.

Melisandre. I dislike this woman.

Renly saat dibunuh bayangan hitam kiriman Melisandre.

Di perkemahan Robb, Jaime membunuh anak salah satu bannerman bernama Karstark ketika Robb sedang berunding dengan keluarga Crag yang mau menyerahkan diri sekaligus meminta obat-obatan yang dibutuhkan Talisa Maegyr, tenaga medis di camp milik Robb itu. Robb sendiri jatuh hati kepada gadis Volantis itu padahal dia terikat janji untuk menikahi anak Walder Frey yang membukakan jembatan saat peperangan di Riverlands melawan Lannister. Robb marah besar ketika mengetahui Catelyn membebaskan Jaime untuk ditukarkan dengan Sansa dan Arya tanpa meminta pertimbangan Robb terlebih dahulu.

Robb and Talisa

Jaime dibawa ke King’s Landing oleh Brienne untuk ditukar dengan Sansa dan Arya. Di tengah-tengah perjalanan mereka beberapa kali bertemu dengan orang-orang yang menginginkan nyawa Jaime juga tapi Brienne berhasil mengalahkan mereka.

Sementara itu Theon yang dikirim Robb untuk meminta bantuan berupa kapal kepada Balon Greyjoy justru mengkhianatinya dengan menyerang Winterfell yang kekuasaannya dilimpahkan kepada Bran. Bran dipaksa untuk menyerahkan Winterfell kepada Theon yang sudah dianggap The Starks sebagai bagian dari mereka. Kata-kata Bran yang bikin sedih itu sewaktu dia nanya ke Theon, “Apakah selama ini kamu menyimpan dendam kepada kami?” :’( Jadi dulu ceritanya house Greyjoy memberontak kemudian diserang sama house Stark dan Balon membuang Theon yang kemudian dibawa Ned Stark ke Winterfell sebagai tawanan. Tapi tawanan yang dianggap keluarga gak seperti Sansa di King’s Landing atau Jaime di camp Robb Stark. Sumpah saat itu gue benci banget sama Theon. Udah diduga sih dari awal mukanya itu pantesnya jadi antagonis bukan protagonis. Udah diduga juga kalo dia bakal jadi pengkhianat. Well, tapi berkat Osha—wildling yang menjadi pelayan di Winterfell—Bran dan Rickon berhasil melarikan diri dari kastil.

Bran, Rickon, Hodor, and Osha escaping from Winterfell.
Kabar mengenai pengkhianatan Theon sampai ke telinga Robb Stark dan Catelyn. Hal itu memecah konsentrasi Robb antara harus berperang ke Selatan (King’s Landing) atau ke Utara (Winterfell). Tapi bannerman-nya, Roose Bolton, mengirimkan anak haramnya, Ramsay Snow, untuk melawan Theon Greyjoy. Alhasil, Theon dikhianati oleh pasukannya sendiri dan Winterfell dibumihanguskan. Bran dan Rickon diperintahkan oleh Maester Luwin untuk menemui Jon Snow di The Wall.

Jon Snow sendiri tengah pergi beyond-the-wall bersama Lord Commander Mormont dan ratusan anggota Night’s Watch untuk mencari tahu apa yang terjadi di sana. Mengapa pamannya, Benjen, tak pernah kembali ke The Wall. Mereka sempat singgah di rumah Craster, wildling yang menikahi anak-anak perempuannya sendiri dan mengorbankan anak laki-lakinya kepada White Walkers. Pasukan The Night’s Watch diusir dari rumah Craster karena Jon dianggap terlalu ikut campur keluarganya. Mereka lantas berjalan lagi menelusuri beyond-the-wall untuk menemui Qhorin Halfhand, anggota Night’s Watch yang lama tinggal di sana. Qhorin kemudian mengajak beberapa pasukan Night’s Watch untuk menyusup pada kaum Wildling. Jon Snow mengajukan diri untuk bergabung. Mereka bertemu dengan beberapa Wildling dan membunuh mereka kecuali satu orang yang ternyata perempuan, Ygritte. Jon Snow dan Ygritte terpisah dari Qhorin Halfhand dan teman-temannya. Namun Jon Snow kemudian tertangkap oleh kawanan Wildling yang lebih banyak. Begitu pula Qhorin, sementara teman-teman mereka yang lain dibunuh oleh Wildling itu. Qhorin memerintah Jon Snow untuk membunuhnya agar Wildlings itu percaya bahwa Jon sudah melanggar sumpahnya sebagai anggota Night’s Watch dan menyusup ke pasukan Wildlings yang dipimpin oleh Mance Rayder. Sementara itu teman-teman Jon, Sam, Grenn, dan Edd pulang ke The Wall. Sam bertemu dengan ribuan White Walkers yang menuju The Wall.

Jon Snow and his prisoner, Ygritte.


Arya yang di season pertama ikut rombongan Yoren dari Night’s Watch untuk dibawa kembali ke Winterfell ditangkap oleh pasukan Lannisters yang menginginkan nyawa anak haram (bastard) Robert Baratheon, Gendry. Tapi mereka tak berhasil membunuhnya karena Arya bilang bahwa Gendry sudah dibunuh oleh mereka. Yoren sendiri mati di tangan Lannisters. Di tengah penyerangan Lannisters, Arya sempat menyelamatkan 3 orang di kurungan yang hampir terlalap api. Salah satu dari mereka yakni Jaqen H’gar. Arya, Gendry, dan teman-temannya yang masih hidup dibawa ke Harrenhall untuk dihukum mati oleh pasukan The Mountain, kakak kandung The Hound, penjaga Joffrey. Bingung kan? Hehehe.

Saat Gendry hendak dihukum mati, Tywin datang dan memerintahkan anak buahnya berhenti menjatuhkan hukuman mati. Para tahanan itu dimanfaatkan Tywin Lannister untuk melakukan bakat yang mereka miliki. Gendry dimanfaatkan sebagai pandai besi, Hot Pie menjadi pelayan di dapur, sementara Arya sebagai pelayan Tywin Lannister. Tywin sendiri mengetahui kalau Arya sebenernya anak perempuan tapi dia tidak mengenalinya sebagai Arya Stark. Penyamaran Arya hampir diketahui ketika Lord Baelish datang dan menawarkan Tywin persekutuan dengan house Tyrell yang ingin membalas dendam kepada Stannis.

Jaqen H’gar meminta 3 nama untuk dikorbankan kepada Dewa Merah pada Arya karena dia sudah menyelamatkan 3 nyawa saat api hampir melalap Jaqen dan dua temannya. Arya mengucapkan nama orang yang menjatuhkan hukuman mati dan orang Lannister yang hampir melaporkan kepada Tywin mengenai surat yang dicuri Arya. Di saat Tywin hendak berperang melawan Robb Stark, Arya menyebutkan nama Tywin Lannister kepada Jaqen, tapi dia tidak bisa melakukannya. Kemudian Arya meminta Jaqen untuk membebaskannya dan Gendry dan Hot Pie melarikan diri dari Harrenhall.  Di tengah perjalanan setelah melarikan diri, Jaqen menemui Arya dan mengajaknya pergi ke Braavos, tempatnya berasal. Tapi Arya menolak karena dia ingin menemui Robb dan ibunya. Jaqen kemudian memberikan koin pada Arya dan menyuruhnya mengatakan “Valar Morghulis” ketika bertemu dengan orang-orang Braavos jika suatu hari dia ingin menemui Jaqen.

Di King’s Landing, Tyrion merencanakan strategi perang melawan pasukan Stannis Baratheon. Di hari penyerangan, Tyrion mengirim wildfire dalam satu kapal menuju barisan kapal milik pasukan Stannis yang kemudian diledakkan oleh Bronn menyebabkan pasukan Stannis hancur lebur di tengah laut. Tapi ternyata pasukan Stannis masih banyak dan berhasil mendarat di Blackwater. Tyrion menyuruh The Hound dan pasukannya untuk pergi keluar gerbang dan memerangi pasukan Stannis. Tapi The Hound yang takut api—akibat trauma masa kecil yang dibakar oleh kakaknya The Mountain dan meninggalkan luka permanen di wajahnya—mundur dari pertarungan. Dia pergi meninggalkan Joffrey seraya berkata “F**k The King”. Sumpah gue suka banget moment itu. Just like, finally The Hound, finally! Gue tahu dia sebenernya orang baik setelah beberapa kali menyelamatkan Sansa. J

Blackwater on fire.

Sebelum Joffrey pergi berperang, dia meminta Sansa untuk mencium pedangnya. Setelah Joffrey pergi, Sansa sempat bilang, “Joffrey tidak akan mati. Yang terburuk akan tetap hidup.” Bener aja kata Sansa. Cersei memerintah Lancel Lannister untuk membawa Joffrey pergi dari benteng demi keselamatannya. Joffrey yang mulai ketakutan pun mematuhi perkataan ibunya. Kepergian Joffrey membuat moral pasukannya drop. Hadeeeh padahal gue pengen liat Joffrey mati dihunus pedang. Shhhhh. Tapi Tyrion mampu mengembalikan semangat pasukannya dan menyerang ke luar gerbang. Di luar, nyawa Tyrion terancam ketika salah satu Kingsguard, Ser Mandon, melayangkan pedang ke wajahnya, hendak membunuhnya. Namun Podrick, pelayan Tyrion, berhasil membunuhnya. Kemudian pasukan Lannisters yang dipimpin Tywin datang bersama pasukan Tyrell. Well, Tywin gagah banget dah. As much as I hate The Lannisters, I can’t hate Tywin. I dunno why.

Cersei mau ngasih Nightshade ke Tommen.

Lord Tywin

There is 'win' in Tywin.

Cersei yang takut akan keselamatan anak-anaknya duduk di Iron Throne bersama Tommen. Dia nyaris memberi anaknya cairan Nightshade yang bisa menghilangkan nyawanya. Dia berpikir, lebih baik Tommen mati di tangannya daripada dibunuh oleh Stannis. Saat Tommen hampir meminumnya, Tywin membuka pintu ruang tahta dan mengatakan bahwa dia memenangkan perang. Cersei menumpahkan cairan Nightshade itu lantas memeluk putranya.

Setelah kemenangan di Blackwater itu, Tywin benar-benar memegang peranannya sebagai Hand of the King. Lord Baelish dianugerahi Harrenhall atas jasanya menyatukan Lannister dan Tyrell. Margaery Tyrell akan dinikahkan dengan Joffrey sementara Sansa batal menikahi sang Raja kejam (thank God!). Sementara Tyrion dipindahkan ke tempat semacam tahanan. *hadeh*

Margaery Tyrell. Mata dan gerak bibirnya emang cakep sih.
Btw, gue suka dengan lagu penutup episode 9. Iya lagu kebangsaannya The Lannisters. Di season kedua ini beberapa kali lagu Rains of Castamere dinyanyikan oleh pasukan Lannisters. Bahkan Bronn ikut menyanyikannya.

“And who are you, the proud lord said,
That I must bow so low?
Only a cat of a different coat,
That’s all the truth I know.
In a coat of gold or a coat of red,
A lion still has claws,
And mine are long and sharp, my lord,
As long and sharp as yours.

And so he spoke, and so he spoke,
That Lord of Castamere,
But now the rains weep o’er his hall,
With no one there to hear.
Yes now the rains weep o’er his hall,
And not a soul to hear.”


Eh gue belum cerita soal Daenerys Targaryen yah? Hmm, ya dia dapet tempat di wilayah bernama Qarth. Naganya sempat dicuri oleh penyihir di tempat itu. Tapi kemudian dia mendapatkannya lagi. Ternyata pelayannya yang cantik, Doreah, berkhianat sama Khaleesi. Dia dan Raja Qarth, Xaro Xhoan Daxos, dimasukkan ke dalam tempat yang mirip dengan brankas. Hadeeeeeh ngeri. Gak bisa bayangin dah kalo dikunci di dalem brankas gitu. L

DRACARYS

Senin, 09 Juni 2014

Sinopsis Game of Thrones Season 1 (2011)





Season pertama dibuka dengan beberapa anggota Night’s Watch—yang mengkhianati sumpahnya—menjumpai makhluk horror yang konon tak pernah muncul lagi selama ribuan tahun. Salah satu dari mereka berhasil melarikan diri dari pembantaian para White Walkers, sebutan bagi makhluk horror berpenampilan zombie itu. Namun ia ditangkap oleh anggota Night’s Watch yang lain dan harus menerima hukuman potong leher yang dilakukan oleh Eddard ‘Ned’ Stark sang raja wilayah utara, Winterfell. Kemudian diceritakanlah kehidupan harmonis dari keluarga Stark yang berlambang Serigala. Ned Stark memiliki 5 orang anak dari istrinya, Catelyn Tully, yakni Robb, Sansa, Arya, Bran, dan Rickon serta seorang bastard (anak haram) bernama Jon Snow yang seumuran dengan anak tertuanya, Robb.

Bran and Jon Snow

Keharmonisan keluarga Stark mulai terusik ketika rombongan dari King’s Landing, ibukota Seven Kingdoms, datang dimana Raja Robert Baratheon meminta Lord Stark untuk menjadi Hand of the King (seperti Perdana Menteri) setelah Hand of the King sebelumnya, Jon Arryn, meninggal dunia karena sakit dan bermaksud menikahkan putranya, Joffrey, dengan Sansa. Lord Stark semula keberatan menerima kehormatan tersebut tapi kemudian datang surat dari adik Lady Stark (Catelyn), Lysa Arryn, yang tidak lain adalah istri Jon Arryn, yang mengabarkan bahwa suaminya meninggal lantaran diracun oleh The Lannisters, keluarga dari istri King Robert, Queen Cersei.

Keluarga Lannister sendiri terdiri dari si kembar Jaime dan Cersei serta the dwarf, Tyrion. Bapaknya mereka, Tywin, memimpin sebuah wilayah di barat bernama Casterly Rock. Di akhir episode pertama Jaime mendorong Bran jatuh dari menara lantaran bocah 10 tahun itu memergokinya tengah bersama Cersei. Hal itu membuat Bran lumpuh. L

Season pertama pokoknya menceritakan permusuhan House Lannister sama House Stark. Sedihnya House Stark yang harmonis itu harus terpisah-pisah. Sansa dan Arya ikut ayah mereka ke King’s Landing, Jon Snow memilih bergabung dengan pasukan Night’s Watch—penjaga daerah utara dari manusia liar (Wildling) dan White Walkers, Lady Catelyn yang menyusul Lord Stark ke King’s Landing dan memberitahukan pada suaminya bahwa Bran sebenarnya didorong dari menara (bukan jatuh) dan ada orang asing yang mencoba membunuh bocah itu untuk kedua kalinya.

Dalam perjalanan pulang ke Winterfell, Lady Catelyn berjumpa dengan Tyrion lantas menjadikannya tawanan dan membawanya ke Vale, tempat Lysa tinggal sekarang. Jaime kesal dan menyerang Ned Stark di jalanan King’s Landing dan membunuh pasukan Ned Stark. Salah satu pasukan Jaime sempat melukai kaki Ned Stark. Tapi Jaime murka pada anak buahnya itu dan menghajarnya. Lantas ia meninggalkan King’s Landing menuju Casterly Rock. Hal yang menarik adalah ketika Ned Stark bilang dia yang menyuruh Lady Catelyn untuk menyandera Tyrion padahal dia sendiri tidak tahu menahu dengan sepak terjang istrinya. Hal yang sulit ditemukan di jaman sekarang ketika seorang pemimpin melindungi anak buahnya dengan mengakui kesalahan anak buahnya sebagai kesalahannya. Pemimpin jaman sekarang cenderung cuci tangan dan turut menyudutkan anak buahnya ketika anak buah tersebut melakukan kesalahan atas perintahnya sendiri. Shame! At least, ini suami melindungi istri yah bukan pemimpin melindungi staf. Lupakan sajalah.

Well, Ned Stark mengetahui rahasia bahwa sebenarnya Joffrey dan kedua adiknya, Myrcella dan Tommen, bukan anak biologis King Robert melainkan hasil hubungan gelap Cersei dan saudara kembarnya Jaime (WTF?!). Dia juga mengetahui keberadaan anak-anak haram King Robert. Saat King Robert sekarat akibat serangan babi hutan yang diburunya, Lord Stark memberitahu kepada Cersei bahwa dia mengetahui kebenaran mengenai anak-anaknya dan dia meminta Cersei dan anak-anaknya meninggalkan King’s Landing segera.

Sebelum King Robert meninggal dunia, beliau meminta Ned Stark menulis wasiat. Yang saya pertanyakan, kenapa tak ada satu pun saksi saat itu? Hanya ada King Robert dan Lord Stark. Isi wasiatnya, King Robert memerintah Ned Stark untuk menjadi Pengawas Raja dan Pelindung Kerajaan setelah kematiannya, dan memerintah kerajaan sampai Joffrey cukup umur. Sementara itu, Renly Baratheon, adik bungsu King Robert, menginginkan Iron Throne padahal dia masih memiliki kakak bernama Stannis Baratheon yang lebih berhak atas tahta tersebut sepeninggal King Robert. Renly mengajak Ned Stark untuk memberontak terhadap kerajaan dan menjanjikan 100ribu pasukan di belakang Ned Stark namun ditolak. Ned Stark tidak ingin ada pertumpahan darah di King’s Landing sementara makam King Robert belum kering.

Sepeninggal King Robert, Ned Stark memohon perlindungan Jubah Emas dan Pengawas Kota kepada Master of Coin, Lord Baelish, bila Queen Cersei tetap memproklamirkan Joffrey sebagai Raja. Hari berikutnya, dia dipanggil ke dewan untuk bersumpah kepada Raja baru, King Joffrey. Namun Ned Stark menolak karena wasiat King Robert yang berisikan bahwa Lord Stark ditunjuk sebagai Pelindung Kerajaan dan memerintah sebagai Pengawas hingga pewaris tahta Joffrey cukup umur. Dia menunjukkan surat yang masih bersegel King Robert. Kingsguard, Barristan Selmy, membacakannya di hadapan petinggi kerajaan namun Cersei meminta surat itu dengan merobeknya. Dia menganggap Lord Eddard Stark sebagai pengkhianat dan memerintah Ser Barristan untuk menangkapnya. Ketika hendak terjadi pertumpahan darah, Lord Eddard Stark memerintahkan pasukan Jubah Emas dan Pengawas Kota yang berada di belakangnya untuk mengamankan  Queen Cersei dan Joffrey namun ternyata mereka berkhianat. Mereka justru menyerang sisa pasukan Lord Eddard Stark dan Lord Baelish malah menodongkan pisau di leher Lord of Winterfell tersebut. Shit! Pieces of shit!

Lord Eddard Stark ditahan di Red Keep. Pasukan Lannister diperintah untuk menjemput Sansa dan Arya namun Arya berhasil melarikan diri. Kabar ditahannya Lord Eddard Stark sampai ke telinga putranya di Winterfell, Robb Stark, dan istrinya, Lady Catelyn yang masih berada di Vale. Well, Tyrion udah dilepas sama Lady Catelyn karena dia memohon pengadilan lewat pertarungan dan dia berhasil memenangkannya. Catelyn meminta Lysa untuk mengerahkan pasukannya melawan The Lannisters untuk menolong suaminya tapi Lysa menolak karena dia lebih mementingakan keselamatan putranya yang merupakan pewaris tahta Vale, Robin Arryn (WTF?!). Sementara itu Theon Greyjoy, tawanan yang dianggap keluarga oleh The Starks, membujuk Robb untuk membentuk pasukan melawan The Lannisters. Robb gemetar karena itu adalah perang pertamanya. Robb mengumpulkan pasukan dan mulai bergerak ke Selatan sementara posisi Lord of Winterfell diisi oleh Bran.

The King in the North. Raja yang tangguh.
Di batas utara Seven Kingdoms, Jon Snow baru saja mengucap sumpah kesetiaan untuk menjadi anggota The Night’s Watch, penjaga The Wall. Isi sumpahnya antara lain untuk tidak memimpin kerajaan, memenangkan kebanggaan, berkeluarga, dan kabur dari kewajibannya sebagai anggota Night’s Watch. Hukuman bagi para pelanggar sumpah itu adalah hukuman pancung. Jon sendiri awalnya tidak tahu kalau anggota Night’s Watch berisi sekumpulan pelaku kriminal, anak haram, dan anak-anak yang tidak diakui keluarganya. Dia hanya tau anggota Night’s Watch adalah pelindung kerajaan dari orang liar (wildings) dan makhluk horror (White Walkers). Dan Tyrion lah yang memberitahu kebenaran tentang Night’s Watch.
Setelah mendengar ayahnya ditahan di Red Keep dan Robb tengah bergerak ke Selatan untuk berperang, ucapan sumpah Jon Snow diuji. Dia ingin bergabung dengan Robb untuk berperang melawan orang-orang yang mendzalimi ayahnya. Namun ia diyakinkan oleh sahabat-sahabatnya di Night’s Watch. Ia pun kembali ke Castle Black. Lord Commander Mormont mengetahui soal itu tapi dia masih memaafkannya. Well, Jon Snow banyak dimaafkan disini meski sumpahnya beberapa kali dilanggar. Yaelah kalo Jon Snow sampe dihukum mati mah saya kelar aja nonton Game of Thrones lol.

Jaime yang jadi tawanan Robb Stark

Dan datang episode 9 yang merupakan puncak dari setiap season-nya. Robb berhasil memenangkan battlefield di Riverrun dan menyandera Jaime Lannister (which is the only good for The Starks) berkat tipu dayanya kepada Tywin Lannister. Sansa memohon kepada King Joffrey untuk mengampuni ayahnya bila Lord Eddard Stark mau mengakui pengkhianatannya dan mengakui Joffrey sebagai raja. Joffrey menyetujui permintaan gadis yang hendak dinikahinya itu. Queen Cersei juga menjanjikan bila Lord Eddard Stark melakukan apa yang diperintahkan Joffrey itu, dia tidak akan dihukum dan hanya akan di “buang” ke The Wall dan menjadi pasukan Night’s Watch. Namun Joffrey mengingkarinya. Setelah Eddard Stark mengakui kesalahannya itu, Joffrey memerintah Ser Illyn Payne untuk memenggal kepala Lord Eddard Stark di hadapan rakyat King’s Landing juga di hadapan Sansa dan Arya yang bersembunyi di balik patung Baelor. Cersei mencegah perintah Joffrey itu tapi tidak didengarkan sementara Sansa pingsan setelah melihat kepala Lord Eddard Stark terpisah dari tubuhnya. Arya sendiri diselamatkan oleh salah satu anggota Night’s Watch bernama Yoren yang tengah mencari anggota baru.

Menuju detik2 dipenggalnya kepala Ned Stark
Little dove. Cantik sih, tapi keras kepala.

Bran sama Rickon liat bapak mereka di pemakaman bawah tanah :(
Well, have I told you about The Targaryens? Duh saya males banget ceritanya soalnya yah menurut saya part-nya Daenerys Targaryen ini ngebosenin. Yah mungkin karena gak berpengaruh langsung sama konflik di Westeros kali yah. Well, Targaryen ini pemilik tahta sah Seven Kingdoms. Rajanya dulu dijuluki Mad King, Aerys Targaryen. Aerys punya anak Rhaegar, Viserys, sama Daenerys. Rhaegar ini yang bunuh bawa kabur adik perempuannya Ned Stark, Lyanna, yang bakal calon istrinya Robert Baratheon. Keturunan Targaryen dibantai habis-habisan dan hanya bersisa Viserys dan Daenerys yang kabur menyeberangi Narrow Sea. Mereka mengungsi ke Pentos. Di Pentos, Daenerys dipaksa Viserys untuk menikah dengan pemimpin horselord Dothraki, Khal Drogo, karena ia dijanjikan diberi prajurit untuk merebut kembali Iron Throne di Westeros. Nah kehidupan di Dothraki ini gak manusiawi. Masa pesta pernikahan harus ada nyawa yang dikorbankan. Mana cewe diperlakukan sebagai budak dan gak ada harganya sama sekali. Hina. Nista.
Daenerys punya penasehat yang berasal dari Westeros, Jorah Mormont. Jorah ini kabur dari Westeros karena dia menjual budak dan Lord Eddard Stark memburu kepalanya anak Lord Commander Jeor Mormont itu. Jorah beberapa kali melindungi Daenerys dari perbuatan kasar saudaranya, Viserys. Viserys bahkan pernah bilang kalo Jorah sebenernya suka sama Daenerys. Tapi Jorah gak menggubrisnya. Beberapa kali Viserys mengancam Daenerys agar Khal Drogo segera menyerang Westeros tapi ketidakdisiplinan kaum Dothraki membuat rencana Viserys itu semakin jauh dari kenyataan. Daenerys sendiri lama-lama menyukai Khal Drogo dan mengandung anaknya. Ketika Viserys hendak membunuh Daenerys dan anaknya, Khal Drogo berjanji akan segera memberikan mahkota emas yang diinginkannya. Anak buah Khal Drogo lalu melumpuhkan Viserys dan Drogo melelehkan emas ke sebuah panci lantas menumpahkannya ke kepala Viserys. Matilah itu kakak biadab!

Dalam perjalanan entah kemana, pasukan Dothraki seperti biasa membunuh penduduk sebuah daerah dan memperlakukan wanita sebagai budak dan pelampiasan nafsu mereka. Daenerys tidak menyukai perbuatan itu dan meminta pasukan Dothraki menghentikannya. Hal itu membuat salah satu prajurit Dothraki kesal dan melaporkannya kepada Khal Drogo. Daenerys meminta Khal Drogo memerintah pasukannya untuk tidak berbuat nista kepada wanita dan memperlakukannya sebagai budak. Drogo menyetujuinya namun salah satu prajuritnya itu tidak terima dan menghina Dany (Daenerys, capek bro nulis kepanjangan). Terjadilah pertarungan antara Khal Drogo dan prajuritnya tersebut. Drogo terluka. Salah satu wanita yang diselamatkan Dany—yang merupakan penyihir—menawarkan bantuan untuk mengobati luka Drogo. Bukannya sembuh, luka Drogo semakin parah. Dia bahkan jatuh dari kudanya sendiri. Pasukan Dothraki mulai goyah dan enggan dipimpin oleh orang yang jatuh dari kudanya sendiri.

Dany meminta penyihir wanita itu untuk mengembalikan kesembuhan Drogo tapi penyihir itu meminta nyawa lain untuk menggantikan nyawa Drogo. Penyihir itu mengorbankan kuda milik Drogo namun bukannya Drogo sembuh, bayi dalam kandungan Dany malah mati. Drogo sendiri bertahan hidup tapi dia seperti mayat hidup. Sang penyihir bilang, Drogo akan kembali seperti dulu lagi bila matahari terbit dari barat dan terbenam di timur. Dany yang merasa telah ditipu kemudian meminta Jorah Mormont untuk menahan penyihir itu. Ada saat mengharukan ketika Dany merawat Drogo yang seperti mayat hidup itu. Berulangkali dia mengatakan, “ketika matahari terbit dari darat dan terbenam di timur.” Kemudian Dany menaruh bantal di wajah Drogo dan menekannya hingga Drogo tak bernyawa. Di hari Dany membakar mayat Drogo, dia mengikat si Penyihir Wanita di samping pembaringan Drogo. Dia juga meletakkan 3 telur naga yang diberikan suaminya sebagai hadiah pernikahannya. Dany membakar mereka bersama mayat suaminya. Setelah api membesar dia masuk ke dalam api. Ketika apinya padam, Dany tetap hidup dengan 3 telur naga yang menetas menjadi bayi-bayi naga. Maka di hari itulah dia mulai disebut Mother of Dragons.

Khaleesi and Mother of Dragons
Favorit quotes:
Quote favorit saya sewaktu si sharp-tongued, Tyrion, ngasih saran ke Jon Snow kira-kira begini, “Never forget what you are, the rest of the world will not. Wear it like armor and it can never be used to hurt you.” Ok, noted!

Di Game of Thrones, kita diajarkan untuk tidak mempercayai kata “next time” because it will no “next time”

Robb Stark to Jon Snow: “Next time I see ya, you’ll be all in black.” Sewaktu Jon Snow mau pergi ke The Wall dan bergabung bersama Night’s Watch. Well, si Robb Stark gak akan pernah liat Jon Snow lagi karena dia bakal mati di Season 3 episode 9. Dipastikan kalau itu pertemuan terakhir Robb sama Jon. :’(

Ned Stark to Jon Snow: “Next time we see each other, we’ll talk about your mother.” Itu dikatakan Ned Stark di persimpangan antara King’s Landing dan The Wall. Dipastikan juga itu terakhir kali mereka bertemu karena Ned Stark mau mati juga di episeode 9 season 1.

Benjen Stark to Jon Snow: “We’ll speak when I return.” Memang gak ada kata ‘next time’ tapi tapi ‘when I return’ itu menunjukan waktu yang akan terjadi di masa depan. And it’d never happen cause Benjen never came back. Only his horse did.

Samwell Tarly: “The Seven (Gods) never answer my pray. Perhaps the Old God will.”

Dan tentu saja quote favorit semua fans Game of Thrones: “Hodor.”


See you in my next story-telling. Mudah-mudahan gak males.  The Lannisters send their regards. ;-)