Jumat, 01 September 2017

Review Game of Thrones season 7 (Part 3 terakhir)

read previous review ------ review part 2

THE END OF LITTLEFINGER
Di antara kerukunan Starks ada Petyr Baelish yang siap mengadu domba. Mimik mukanya yang nyebelin tapi masih cakep untuk ukuran om-om. Si actor utama di balik pecahnya perang di Westeros. Dia selalu selamat dan Cersei pun sama sekali tak pernah menyentuhnya. Kan kezel ya!
Padahal dia yang menyuruh Lysa meracun Jon Arryn lalu mengirim surat pada Catelyn memfitnah bahwa Lannister yang membunuhnya. Kemudian dia yang menyewa orang untuk membunuh Bran setelah terjatuh dari menara, menggunakan belati milik Tyrion yang sudah hilang sejak lama.

Berkomplot dengan Olenna membunuh Joffrey di hari pernikahannya lalu membawa Sansa kabur ke The Vale. Membuat scenario seolah Tyrion dan Sansa yang merencanakan pembunuhan tersebut. Lalu mendorong Lysa Arryn ke Moon Door, menjual Sansa pada The Boltons, mengadu domba Lannisters dan Boltons. Oh well.

Ketika penonton mulai kesal seolah Littlefinger berhasil mengadu domba Sansa dan Arya, namun ternyata si anak-anak serigala sudah jauh lebih dewasa. Bran menggunakan visions-nya kembali ke masa Ned Stark dikhianati oleh Citywatch dan Lord Baelish menodongkan belati di lehernya. Tapi Littlefinger berkilah bahwa tak ada yang melihat kejadiannya secara langsung. Tapi Bran bilang ia melihatnya. Well, agak aneh lords yang ada di hall bisa percaya dengan begitu mudahnya perkataan Bran. Hmmmm.


Dengan belati yang sama yang digunakan untuk membunuh Bran, Arya mengeksekusi Littlefinger yang memohon pada Sansa agar diselamatkan. But Sansa is no longer a stupid girl that never learn. Bye bye Lord Baelish!



Tapi beruntung Littlefinger mati duluan, tidak harus menghadapi kawanan White Walkers yang berhasil menghancurkan The Wall di kastil Eastwatch dengan api biru Viserion. Kini mereka sedang berjalan ke Selatan ke Winterfell. L

JON SNOW IS RIGHTFUL HEIR OF SEVEN KINGDOMS
Samwell Tarly juga kembali ke Winterfell karena maesters di Citadel tak ada yang mempercayainya soal kemunculan White Walkers. Sam menemui Bran dan mereka membicarakan jati diri Jon Snow yang merupakan anak Rhaegar Targaryen, kakak Daenerys dengan Lyanna Stark, adik Ned Stark. Bran semula menduga Jon anak haram yang lahir di Selatan, tapi Sam menjelaskan kalau dia membaca catatan High Septon yang membatalkan pernikahan Rhaegar dan Elia Martell lalu menikahkannya dengan Lyanna Stark. Fakta itu menjadikan Jon sebagai pewaris tahta yang sah dari Seven Kingdoms.


Well, jadi siapa yang menghembuskan isu Rhaegar menculik Lyanna?

Sementara di kapal menuju Winterfell, Jon dan Daenerys dikonfirmasi saling mencintai. Rumit.

Anyway, Rhaegar is under expectation laa. Not as handsome as I ever imagined. Ku pikir setidaknya dia berpenampilan seperti Thor atau Legolas. Dan kenapa Tyrion memandang penuh kekecewaan pada hubungan Dany dan Jon ya? Butuh 2 tahun untuk mengetahui jawabannya. Karena season 8 akan tayang 2019. Selain penasaran kelanjutannya Game of Thrones saya juga penasaran tahun segitu presidennya siapa dan apakah saya sudah menikah? :P

Review Game of Thrones season 7 (Part 2)

read previous ------ review part 1

WIGHT FOR CERSEI
Di Winterfell tiga anak Ned Stark yang tersisa akhirnya reuni. Sansa si Lady Winterfell, Bran the three eyed raven, dan Arya si faceless man. Seperti biasa magis Ramin Djawadi dengan musiknya mengiringi pertemuan mereka, tanpa banyak drama tapi bisa mengundang air mata. Musik latarnya mengingatkan pada adegan Ned Stark dipenggal oleh Ser Illyn Payne. Haaaaaaaaaaaaaaa! L




Bran dengan three-eyed-raven bertualang ke beyond the wall melihat kawanan White Walkers yang semakin mendekat ke salah satu kastil The Wall, Eastwatch. Ia meminta maester Wolkan mengirim gagak ke Dragonstone yang segera diterima oleh Jon dan dibacakan di depan Daenerys, Tyrion, Varys, dan lainnya. Jon ingin kembali ke Winterfell menyerang White Walkers dengan pasukan seadanya. Tapi Tyrion memberi ide untuk membawakan salah satu wight untuk dibawa ke hadapan Cersei. Ide bodoh yang kemudian disetujui Jon. Hadeeeeeeeeh.

Sementara Tyrion berinisiatif untuk menemui Jaime agar membujuk Cersei menerima permintaan pertemuan dengan Daenerys. Tyrion ditemani Ser Davos yang pernah jadi penduduk Flea Bottom, sebuah daerah di King’s Landing. Dari sana Ser Davos kembali bertemu Gendry yang pernah dilepaskannya saat menjadi sandera Stannis Baratheon dan Melisandre. Gendry tanpa bertanya banyak ingin ikut dengan Ser Davos dan melaksanakan apa pun misi yang diberikannya.

Long story short, Tyrion berhasil menemui Jaime lalu kembali ke Dragonstone bersama Ser Davos dan Gendry. Kemudian Ser Davos dan Gendry bergabung bersama Jon dan Ser Jorah melaksanakan mission impossible menangkap salah satu wight di Beyond the Wall.

Mereka berlayar ke Eastwatch yang berada di tepi pantai dan dijaga oleh Tormund Giantsbane, salah satu wildling yang bersahabat dengan Jon. Ternyata Tormund menangkap 3 orang Brotherhood Without Banners yang hendak ke Beyond The Wall juga. Tiga orang tersebut adalah Sandor ‘The Hound’ Clegane, Beric Dondarrion, dan Thoros of Myr, yang akan melaksanakan misi menyelamatkan umat manusia dari White Walkers. Merasa punya misi yang sama mereka kemudian bergabung dan mendirikan sebuah boyband. Kini dengan skuad menjanjikan terdiri dari Jon Snow, Jorah Mormont, Tormund Giantsbane, The Hound, Beric Dondarrion, Thoros of Myr, dan Gendry, mereka pergi ke Utara demi menangkap wight untuk Cersei.

Another heart-race scene. You better watch yourself to feel the adrenaline. Mereka berhasil menangkap satu wight tapi harus melawan ribuan wights yang dipimpin Night King. Gendry kembali ke Eastwatch untuk mengabarkan kondisi tidak menguntungkan tersebut ke Dragonstone. Alhasil Dany dengan tiga naganya terbang ke Utara demi menyelamatkan skuad minus Thoros yang mati diserang beruang. Agak ngeselin ketika seharusnya Jon naik ke punggung Drogon tapi dia malah sok heroic bertarung dengan wight seorang diri. Biar apa Jon? Pamer kekuatan sama Dany? You already win her heart.

Lantas Night King melempar tombak esnya ke salah satu naga milik Dany yang tengah terbang, Viserion. Baru saat itulah Dany dan sisa skuad di punggung Drogon terbang meninggalkan Jon sendirian. Jon terjerembap ke dalam air es bersama beberapa wight yang menyerangnya. Tapi dia tidak akan mati begitu saja. Dia diselamatkan Uncle Benjen yang selama ini bertualang di Beyond-the-Wall dan konon dia sudah separuh White Walker. Jon berhasil kembali ke Eastwatch dengan kuda milik Uncle Benjen. Uncle Benjen gimana? His watch has ended. Dan Viserion dibangkitkan kembali oleh Night King. L


Kemudian misi selanjutnya membawa wight yang berhasil dibawa ke hadapan Cersei.

DRAGON PIT
First time ever when all the casts are in the same place, except Sansa, Arya, Bran, and Petyr Baelish. Diskusi panjang dan pertunjukkan wight seolah berhasil meyakinkan Cersei. Tapi satu kalimat Jon menghancurkan semuanya. Dia mengaku sudah bend-the-knee pada Daenerys. WAEEEEEEEEEE?

Cersei ngambek dan meninggalkan pertemuan. Sementara Euron sudah pergi lebih dulu, mengaku takut menghadapi White Walkers dan ingin kembali ke Iron Islands setelah mengetahui mereka tak bisa menyeberang lautan.

Namun Tyrion tidak menyerah, dia datang ke hadapan Cersei seorang diri karena bagaimana pun mereka bersaudara. Entah apa pembicaraan antara mereka tapi kini Tyrion tahu Cersei tengah mengandung. Dan Cersei berhasil diyakinkan oleh Tyrion untuk kembali ke pertemuan.

Cersei mengatakan bersedia membantu melawan White Walkers tanpa jaminan apa pun (?) Sounds wrong eh? Ya benar saja setelah pertemuan berakhir dan Jaime menyiapkan pasukannya untuk pergi ke Utara, Cersei datang padanya bilang Jaime adalah Lannister terbodoh. Ternyata Euron pergi bukan karena takut tapi karena dia akan pergi ke Essos menyewa Golden Company untuk bertarung di sisi Cersei. Jaime kecewa karena Cersei menyusun rencana dengan Euron di belakangnya. Dia pun pergi meninggalkan saudara sekaligus kekasihnya itu dan berpegang pada janjinya untuk bertarung bersama Jon Snow dan Daenerys melawan White Walkers. Salju pun turun di Selatan. Winter is here.

read next review ------ review part 3

Review Game of Thrones season 7 (Part 1)

Setelah di akhir season 6 Arya membunuh Walder Frey, kini giliran Arya menggunakan wajahnya untuk membunuh sisa pasukan The Freys dalam perjamuan di tempat yang sama mereka membunuh Robb dan ibunya, Catelyn. Badass seperti biasa. Setelah itu ia melanjutkan perjalanan ke King’s Landing untuk menuntaskan daftar orang yang akan dibunuhnya, yakni Cersei. Namun ia sempat mampir di kedai tempat Hot Pie bekerja. Dari Hot Pie ia mendapat informasi kalau Jon Snow kini jadi King in the North. Arya urung pergi ke Selatan, ia membalikkan arah ke Utara, ke Winterfell.

Bran dan Meera juga kembali ke Winterfell. Tapi Jon sudah pergi ke Dragonstone menemui Daenerys yang menginginkannya berlutut dan menjadikannya sekutu untuk melawan Cersei. Jon yang ditemani Davos Seaworth berlayar ke Selatan dengan maksud meminta dragonglass yang tersimpan di bawah gunung di Dragonstone. Sebelumnya dia menerima gagak dari Samwell Tarly yang tengah belajar di Citadel yang berisi informasi keberadaan dragonglass.

BATTLE OF THE QUEENS
Perbedaan tujuan menimbulkan perdebatan antara Jon dan Daenerys. Jon membutuhkan dragonglass untuk mempersenjatai pasukannya melawan White Walkers yang sedang menuju ke The Wall. Tapi Dany memerintah Jon untuk berlutut padanya. Jon enggan melakukannya karena Lords Utara tidak akan setuju. Di tengah perdebatan tersebut Varys datang membawa kabar kekalahan pasukan Dorne dan Greyjoy oleh Euron Greyjoy, sekutu Cersei.

Well, seperti kita tahu Ellaria Sand, Yara dan Theon Greyjoy, dan Olenna Tyrell memilih bersekutu dengan Daenerys untuk membalas dendam pada Cersei. Cersei dalam posisi kurang menguntungkan karena tidak memiliki sekutu, namun Euron, paman Yara dan Theon, datang menawarkan diri menjadi sekutunya dengan imbalan menikahi Cersei. Tak butuh waktu lama Euron membuktikan kesungguhannya dengan menyerang pasukan Dorne dan Greyjoy-perjuangan :P

Sementara itu pasukan Unsullied yang diplot menyerang Casterly Rock malah menemukan kastil telah kosong ditinggalkan oleh The Lannisters. Ternyata The Lannisters—yang dipimpin Jaime—dan sekutunya, Tarly, tengah menyerang Highgarden. Twist! Olenna mati meminum racun yang diberi Jaime. Di sini neneknya Margaery mengungkapkan bahwa dia yang meracun Joffrey di hari pernikahannya.

“Tell Cersei, I want her to know it was me!”
Badass! She’s one of my favorite character beside Tywin Lannister. :) She and Tywin are the best ship. *tukang nge-ship mulai deh*

Well, akhirnya Jaime dan Cersei tahu fakta bahwa bukan Tyrion yang membunuh Joffrey. Tapi apakah Cersei berhenti membenci Tyrion? Ya gak juga. Tyrion yang membunuh ayah mereka, Tywin, dan sekarang ia menjadi Hand dari musuh Cersei, Daenerys.

DAENERYS' REVENGE
Daenerys yang semula begitu superior harus menghadapi kekalahan telak. Ia hampir saja menunggangi naganya untuk menyerang King’s Landing tapi Tyrion melarangnya. Dany meminta saran Jon soal strategi perang. Jon mengungkapkan jika Dany menyerang King’s Landing maka akan membunuh rakyat yang tak bersalah, membuatnya tak berbeda dengan ayahnya, Mad King Aerys.
   
Kemudian Dany membawa pasukan tersisa, Dothraki dan naganya menyerang rombongan Lannisters dan Tarly yang sukses menjarah Highgarden. Dracarys! Drogon memuntahkan api dari mulutnya membakar sebagian pasukan musuh. Ngeri. Merinding. Gambaran perang yang sesungguhnya. Ketiga kali saya merasa merinding menonton adegan perang setelah Hardhome dan Battle of the Bastards. Kudos for the director and crew. Best I’ve ever seen.



Then what? Drogon berhasil dilumpuhkan oleh panah scorpion yang dibuat Qyburn. Di saat Dany kesulitan mencabut anak panah di tubuh Drogon, Jaime berkuda ke arahnya hendak menyabetkan pedang. Tyrion dari kejauhan bersumpah serapah pada kebodohan saudaranya. Drogon menyemburkan api ke arah Jaime tapi dia diselamatkan oleh Bronn yang mendorongnya ke danau. I was shaking as fook. As much as I hate him in season 1, I can’t see him as an antagonist anymore since he met Brienne of the fooking Tarth.

Selanjutnya Dany meminta pasukan musuh yang tersisa untuk berlutut padanya, namun Randyll Tarly, ayah Sam, dan putranya, Dickon menolak. Tanpa ampun Dany men-dracarys-kan mereka menjadi abu. Sisa pasukan pun berlutut padanya. Tyrion agak berlawanan dengan keputusannya tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.

Bersama Drogon, Dany kembali ke Dragonstone mendarat di tebing tempat Jon berdiri. Drogon telihat jinak pada Jon, membuat Daenerys heran. Di saat bersamaan bapak friendzoned kita, Ser Jorah Mormont kembali setelah sembuh dari penyakit greyscale. Samwell yang menyembuhkannya di Citadel. Well, poor Ser Jorah! Setelah Khal Drogo mati, kemudian kalah saing dengan Dario Naharis, kini muncul pesaing baru, Jon Snow. All this time he serves Daenerys, but she always falls for someone else. Poor Ser Jorah! :(

next review ------ review part 2