Sabtu, 12 Januari 2013

Goodbye Nuri Sahin

If you've been following my blog from months ago you would see how much happy I was when Nuri Sahin announced joining to Liverpool FC on loan. Yeah my favorite player from other club joined to club I've been supporting in last 6 years.

Now Nuri Sahin moves to his former club, Borussia Dortmund as he is not on Brendan Rodgers plan. I dunno why Rodgers--LFC manager--offload him when we all knew we got him in a hard way. He chosed to join The Reds instead of Arsenal but why it has to be end like this?

I found him tweeting today.
Sahin tweeted goodbye :(

Sahin's new avatar.

I can confirm he is Omer, his son. so cute :")

Nuri Sahin's new bio. BVB player :"/

he said home sweet home. ughhhhhh
Goodbye Nuri Kazim Sahin! I know you are great footballer and I hope you find the best at Dortmund. You'll Never Walk Alone

in memories :"(

Kamis, 03 Januari 2013

Syukuri Kesempatan Hidup

Pagi ini aku mendapat pesan dari temanku soal berita kematian mantan rekan kerjaku. Dia juga kakak kelasku semasa di SMK. Umurnya masih muda. Dia resign karena sering sakit-sakitan yang menyebabkannya absen berkepanjangan.

Setahun berlalu, kami tak pernah berkomunikasi lagi hingga hari ini aku mendengar kabar kematiannya. Baru saja kemarin kami membahasnya karena kebetulan kekasihnya kerja di tempat yang sama dengan kami. Seperti ada firasat yang menghampiri kami mempertanyakan kondisi kesehatannya.

Hari ini dia memberi jawaban kepada kami bahwa dia sudah berpulang. Dia meninggalkan kami dalam usia yang masih muda.

Dulu sewaktu terakhir kali dia datang ke kantor, dia menangis lantaran dia merasa masa hidupnya tak lama lagi. Tapi aku tidak mempunyai firasat apa pun karena menurutku typhus--penyakit yang kala itu dideritanya--bisa disembuhkan. Tapi kenyataan berkata lain. Dia mengalami sesak napas menjelang ajalnya. Aku tidak tahu persis apa penyakitnya yang aku tahu paru-parunya bermasalah.

Bersama rombongan dari kantor kami melayat ke rumahnya. Aku melihat ayahnya yang dulu kerap mengantar dan menjemputnya semasa masih kerja. Raut mukanya terlihat lemas. Temanku itu pasti anak kesayangannya meski bukan anak tunggal.

Aku tidak bisa membayangkan kesedihan yang dirasakannya ketika putrinya berpulang lebih dulu darinya.

Hal ini mengingatkanku untuk mensyukuri hal sekecil apa pun dalam hidupku. Aku mungkin bukan orang yang dianugerahi keberuntungan. Aku mungkin tidak merasakan masa remaja seperti yang anak-anak seusiaku dapatkan. Aku mungkin juga bukan orang yang bisa dengan mudah mendapatkan hal yang aku inginkan. Orangtuaku juga bukan orang kaya yang sanggup memenuhi segala yang aku butuhkan. Tapi satu hal yang penting, Allah swt. masih menganugerahkanku umur hingga 19 tahun ini. Beliau masih memberiku kesehatan yang mungkin sulit untuk didapatkan orang lain seperti temanku itu. Hal sekecil itu kerapkali aku lupakan. Aku telalu sering lalai akan segala rizki yg dia berikan kepadaku.

Aku berdoa semoga aku termasuk golongan orang yang pandai bersyukur. Amin.

Rabu, 02 Januari 2013

Goodbye 2012

Baru kali ini aku merasa ingin segera menginjakkan kaki di tahun baru. Di tahun-tahun sebelumnya aku enggan meninggalkan akhir tahun. Akhir tahunku terlalu menyenangkan rasanya jika diganti tahun baru yang belum tentu menyenangkan.

Benar saja, tahun 2012 bukanlah tahun yang terbaik untukku. Terlalu banyak kegagalan yang aku alami di tahun itu. Terlalu banyak kesedihan dan airmata yang aku tumpahkan meski aku tak menampik di tahun-tahun sebelumnya aku juga mengalami hal tersebut. Tapi setidaknya tak separah di tahun 2012.

Well, mungkin belum seberapa kekelaman yang aku alami di 2012 tapi selama setahun itu aku terlalu banyak membuang kesempatan atau bisa dikatakan terbuang dari kesempatan itu. Aku gagal di berbagai kompetisi hingga kini aku masih di tempat yang sama, menjadi orang yang sama, seperti tahun lalu. Bukankah orang yang merugi adalah orang yang mengalami hari kemarin sama dengan hari ini?!

Setiap hari adalah kesempatan baru. Terlalu klise rasanya jika kita mematok kesuksesan berdasar tahun karena sejatinya setiap hari adalah hari baru dimana kita harus syukuri karena Allah swt. masih memberi kesempatan kita untuk bernafas, untuk hidup lebih lama, untuk menikmati indahnya ciptaan sang Maha Kuasa. Namun terkadang hal kecil seperti itu terlupakan oleh kita.

Hari baru adalah kesempatan baru jadi manfaatkan sebaik-baiknya agar kesempatan itu tidak terbuang. Selamat Tahun Baru 2013! :)

Selasa, 01 Januari 2013

Transfer Idaman Berakhir Muram

Ini cerita tentang aku, Fernando Torres, Stewart Downing, dan Nuri Sahin. Jika berkenan maka simak:
Definisi transfer idaman menurutku adalah pemain idola yang merumput di klub lain kemudian bergabung dengan klub yang aku dukung, Liverpool.

Musim panas 2007 menjadi salah satu fase paling membahagiakan dalam hidupku sebagai seorang fans sepakbola terutama Liverpool. Betapa tidak, seorang pemain yang membela tim lain yang selama ini aku idolai datang bergabung di klub favoritku. Dalam kata lain aku gak perlu dukung klub lain hanya karena aku menyukainya. "nya" yang ku maksud adalah Fernando Torres. Aku juga tidak perlu menonton pertandingan yang melibatkan klub yang dibela Torres--kala itu Atletico Madrid--hanya untuk melihat aksi sang bintang. Aku hanya perlu menonton klub yang aku dukung--Liverpool--dan pada saat itu juga Torres bermain untuk membela klub favoritku. Kebahagiaanku dobel. :)

Kebahagiaan bertambah ketika El Niño langsung "nyetel" dengan The Kop. Bersama Liverpool dia menorehkan prestasi sebagai pemain yang tercepat mencetak 50 gol dalam sejarah klub Merseyside itu. Dia juga dinominasikan sebagai PFA Young Player of the Year pada musim pertamanya di Liverpool dan juga FIFA World Player of the Year bersama Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi. Torres termasuk dalam daftar 50 pemain terhebat Liverpool menurut surat kabar The Times.

Prestasinya bersama Liverpool ini membuat pemain kelahiran Fuenlabrada sangat dikagumi oleh fans. Namun kelangkaan gelar yang dia raih bersama Liverpool membuat sang bintang ingin mencari peraduan baru. Ya, selama tiga setengah musim dia memperkuat The Reds, belum sekali pun penyerang Spanyol ini mengangkat trofi.

31 Januari 2011 menjadi transfer window terburuk yang pernah aku saksikan. Fernando Torres bergabung dengan Chelsea yang merupakan klub rival Liverpool. Fans mana yang tidak merasa terkhianati?????? Dia berubah dari hero menjadi pemain yang dicela. Berbagai kecaman dilancarkan kepadanya. Namun pria Spanyol itu bergeming. Dia berdalih ingin meraih trofi yang mana tidak dia dapatkan bersama Liverpool. Sedih? Pasti. Itulah transfer idaman pertama yang berakhir kelam.

Kisah kedua mengenai Stewart Downing. Well, aku sudah memiliki soft spot terhadap winger Timnas Inggris ketika dia masih berseragam Middlesborough. Sang pemain sangat piawai dalam menerobos pertahanan lawan. Dia juga seringkali mencatatkan namanya di papan skor. Ketika The Boro terdegradasi, Downing bergabung dengan klub asal Birmingham, Aston Villa. Ketajamannya juga tak surut. Dia mencetak 8 gol dalam 44 penampilannya di semua kompetisi pada musim 2010-11. Pemain lulusan Akademi Middlesborough menjadi pemain kunci The Villans bersama Ashley Young.

Pada musim panas 2011 Liverpool menggaet pemain andalan Timnas Inggris itu dengan nilai £20m. Namun sang pemain gagal menunjukkan potensinya di musim pertamanya dengan mencetak 0 gol dan 0 assist di Premier League meski sempat beberapa kali mencetak gol di turnamen Carling Cup dan FA Cup. Downing meraih trofi Alan Hardaker Trophy sebagai Man of the Match dalam laga final Carling Cup yang mengukuhkan Liverpool sebagai juara. Namun nampaknya prestasi itu tak cukup membuatnya pantas dihargai £20m. Penampilannya menuai kritik pedas dari fans Liverpool.

Pada musim kedua ini penampilan Downing masih angin-anginan. Kritik pun menghujam deras pada dirinya. Downing akhirnya mencetak gol dan assist pertamanya di Premier League dalam laga melawan Fulham yang berkesudahan 4-0 pada pertengahan Desember lalu.

Rumornya Stewart Downing dipersilahkan untuk meninggalkan klub pada transfer musim dingin ini. Duh kok begini yah?!

Kisah yang paling anyar datang dari Nuri Sahin. Awal musim ini pemain asal Turki dipinjamkan ke Liverpool setelah satu musim hanya jadi penghuni bangku cadangan di Real Madrid. Aku mengenal Nuri Sahin sejak dia mengantarkan Borussia Dortmund menjadi juara Bundesliga pada musim 2010-11.

Pada awal musim 2011-12 Real Madrid meminang ayah dari Ömer Sahin ini. Padahal aku sangat mengharapkan sang pemain untuk bergabung dengan The Reds untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Xabi Alonso. Satu musim aku ikhlaskan dia bermain di klub yang sama dengan Xabi. Sialnya Sahin gagal merangsek ke tim utama lantaran kalah bersaing dengan Xabi dan Khedira. Awal musim ini bahkan Los Galacticos membeli Luca Modric dari Tottenham yang semakin membuatnya tersingkir. Alhasil gelandang andalan Timnas Turki ini dipinjamkan ke klub Merseyside, Liverpool.

Hal itu menjadi kebahagiaan tersendiri bagiku lantaran banyak klub lain yang mengincar tanda tangannya. Bahkan di detik-detik akhir Sahin nyaris bergabung dengan Arsenal. Namun takdir berkata lain. Tuhan mendengar doaku dan menghadiahkan Nuri Sahin di Liverpool. Mungkin aku adalah orang paling bahagia ketika itu meski status Sahin hanya sebagai pemain pinjaman selama satu musim. Doaku sekarang adalah kontrak permanen bagi Nuri Sahin.

Separuh musim Sahin bersama Liverpool lumayan menunjukkan progress. Dia mencetak dua gol ke gawang West Brom di ajang Capital One Cup (dulu Carling Cup). Gol pertama Sahin di Premiership ketika melawan Norwich yang berakhir dengan skor 5-2. Meskipun begitu penampilannya dianggap belum mampu menutup kekurangan di lini tengah Liverpool. Imbasnya Rodgers jarang memberinya kesempatan sebagai starter.
Sahin mengalami cedera pada hidung yang menyebabkannya harus mengenakan pelindung hidung dan absen selama beberapa pekan.

Rumor terakhir menyebutkan Rodgers hendak memotong masa pinjaman Sahin menjadi setengah musim saja dan menegosiasikan dana pinjaman sebesar £3M untuk menambah dana pembelian Tom Ince dari Blackpool.

Meskipun masih rumor namun hal ini cukup membuatku ketar-ketir. Harapanku soal kontrak permanen Sahin di ambang kesirnaan. Haruskah berakhir kelam juga?