Kamis, 22 Agustus 2013

ATM Error


Sudah beberapa bulan direkomendasikan teman untuk menonton film Thailand yang satu ini tapi saya gak pernah sempet. Dan setelah nonton saya ngerasa nyesel banget!!! Bener-bener nyesel... Kenapa saya gak nonton film ini dari dulu???????????

Kisah bermula ketika di suatu bank berlaku aturan dilarang menjalin asmara dengan sesama karyawan. Jib (Preechaya Pongthananikorn--sumpah ini ngetiknya sambil mengeja), manager bank tersebut, beberapa kali memecat karyawannya karena melanggar aturan tersebut. Namun dia sendiri berpacaran dengan bawahannya, Sua (Chantavit Dhanasevi). Hal itu membuat dia tertekan. Bagaimana bisa dia memecat karyawan yang melanggar aturan tersebut sementara dirinya juga melanggarnya?

Konflik bermula ketika mesin ATM di sebuah wilayah bernama Chonburi yang mengeluarkan uang 2 kali dari jumlah tarikan membuat orang-orang di sekitar itu berbondong-bondong untuk menarik uang di ATM tersebut. Bank mengalami kerugian dan Jib ditugaskan oleh bosnya untuk mencari orang-orang yang menarik uang dari ATM tersebut agar mengembalikan uang yang bukan menjadi haknya. Sua mengetahui soal itu. Jib dan Sua bertaruh siapa yang bisa mengembalikan uang tersebut maka dia akan tetap bekerja di bank sementara pihak yang kalah harus mengundurkan diri. Hal itu dilakukan untuk melancarkan rencana pernikahan mereka.

Singkat cerita mereka berkompetisi mencari orang-orang yang melakukan tarikan di ATM yang error itu. Berbagai cara dilakukan bahkan menyakiti pasangannya sendiri. Yah rada-rada mirip Mr. and Mrs. Smith begitulah. Kira-kira siapa yang memenangkan pertaruhan ini? Buruan nonton dijamin gak nyesel! :D


Minggu, 11 Agustus 2013

I Love Holidays


Liburan bagiku adalah waktu dimana rasa kesendirian itu hilang karena mereka kembali untuk mewarnai hari-hariku. Aku tak pernah menginginkan ini untuk berakhir namun kita punya realita masing-masing.

PS. Saya tidak menulis hari-hari saya sebelum lebaran.


Day #1 (8 Agustus 2013)

Malam takbiran saya tidur telat karena mengetik post sebelumnya. LOL aneh ya orang lain tidur telat karena takbiran saya malah sibuk mengetik tulisan yang bahkan tak menarik perhatian pembaca manapun. :)

Bangun telat sekitar pukul 5 pagi. Saya segera meraih handuk dan melipir ke kamar mandi. Ngantri sekitar beberapa menit akhirnya kebagian giliran mandi. Datang ke masjid dan menata diri di halaman. Tak berapa lama Sholat 'Ied didirikan disambung dengan khotbah Hari Raya. Berbeda dengan khotbah di sela-sela sholat Tarawih dan sholat Witir, khotbah Hari Raya ini begitu khidmat. Khotib menyampaikannya tanpa diselingi humor sama sekali.

Selesai khotbah dilanjutkan dengan acara halal bihalal. Warga dua RT mengular dan saling bersalaman. Saat terindah ketika bertemu teman-teman yang pulang dari tanah rantau. Sungguh saya iri. :") Acara dilanjutkan dengan ziarah ke makam. Hal yang paling bikin hati "nggregel" itu ketika teman ibu saya menangis tersedu-sedu ketika bersalaman dengan ibu. Suami teman ibu saya itu baru meninggal sebelum bulan puasa. Jelas ini Ramadhan dan Idul Fitri pertama bagi beliau tanpa suami. Haduuh =\

Usai ziarah, seperti biasa kurang afdol jika tidak datang dari rumah ke rumah untuk silaturahmi dan sungkeman. Seperti hadist Nabi yang menyebutkan untuk bersilaturahmi dengan orang dekat terlebih dahulu. Sama halnya dengan bersedekah. Dahulukan orang/saudara dekat. Ba'da Dzuhur saya sekeluarga baru bertolak ke rumah eyang dari bapak yang jaraknya 30 menit berkendara. Hari pertama Idul Fitri berlalu dengan silaturahmi tetangga dan keluarga.


Day #2 (9 Agustus 2013)

Rencananya saya mau nemenin teman saya ke tempat pacarnya yang merupakan teman saya juga. Namun ketika di-sms ybs bilang gak bisa menjamu hari itu karena harus menjemput kerabat yang baru pulang dari luar negeri. Saya langsung merancang back-up-plan karena saya gak mau melalui satu hari pun hanya diam di rumah.

Segera saya Whatsapp-in teman-teman SMP. Kebetulan ada yang menawarkan rumahnya sebagai tempat kongkow. Bagai ular menjemput pentungan, saya langsung mengajak teman lain. Alhamdulillah ada sekitar 3 orang yang setuju ikut saya. Akhirnya kami ngumpul-ngumpul membicarakan kisah hidup masing-masing. :)))

my junior high mates. Tsantik2 kan?! :D

Sepulang dari rumah teman, sorenya Mentari--temen SMA--dateng ke rumah sama pacarnya. Kali ini dia datang udah ada suguhan di meja tamu. Hehehe. Abisnya tiap dateng dia gak pernah konfirmasi dulu jadi saya gak nyiapin makanan. Hehehe :) Tapi senengnya kalo dia dateng pasti mau nyobain semua suguhan entah enak atau tidak. Dia pinter nyenengin tuan rumah. :))


Day #3 (10 Agustus 2013)

Rencana yang kemarin gagal akhirnya dimuluskan hari Sabtu itu. Saya bertandang ke rumah teman saya di sebuah desa di kabupaten Cilacap. Kiranya mau silaturahmi aja namun ketika memasuki jam-jam Ashar ada yang ngajakin ke pantai. Itu sih yang sebenarnya saya harapkan di libur lebaran ini. Main ke pantai. Meski pun baru ke pantai bulan Mei lalu tapi pantai selalu sukses bikin saya kangen.

Kali ini saya ke pantai yang belum pernah dikunjungi di wilayah Adipala, Cilacap. Namanya Pantai Sodong. Letaknya di balik bukit. Oh my, baru tau ternyata Cilacap punya pantai di balik bukit juga. Bukan cuma Jogja. :D Tapi memang untuk ukuran keindahan masih kalah sama pantai-pantai di Jogja. Nah Pantai Sodong ini belum ramai dikunjungi orang. Gak seperti Pantai Teluk Penyu atau Widara Payung yang setiap lebaran diserbu oleh pengunjung dari berbagai daerah.

Keliatan mercusuar di ujung barat
Ombaknya lumayan tinggi

Kebetulan cuaca cerah berawan
Di Pantai Sodong ini ombaknya lumayan tinggi meski masih lebih tinggi ombak di Pantai Indrayanti sih. Tapi ombaknya menghambur bisa sampai sekitar 20 meter ke daratan. Namun sayangnya banyak bongkahan ranting mengotori daerah pantai. Jika pantai ini dikelola lebih baik mungkin bisa menyaingi kepopuleran Widara Payung karena karakternya yang tidak berbeda jauh.


Jika kita berjalan sekitar 1.5 KM ke arah barat akan menjumpai Gua Pakuwaja. Gak ngerti juga Gua Pakuwaja itu sama dengan Gua Srandil atau bukan. Jadi gua itu ada di tebing bukit. Lumayan serem kalo menurut saya mah karena saat masuk ke gua itu saya jadi inget film The Descent. Tipikal gua yang minim penerangan dan ditemani suara tetesan air. Di dalam gua ada beberapa tikar tergelar dan mushola serta tempat wudhu. Wah. Menurut guide kami gua ini biasa dipakai i'tikaf. Cerita lengkapnya tentang gua itu mending dateng langsung aja kesana ya dan dengarkan penjelasan guide secara seksama. Setelah itu tarik kesimpulan sendiri. Oke...

Cheers xxx


Day #4 (11 Agustus 2013)

Hari ini masih ada agenda kondangan ke tempat tetangga yang dulu, kakak kelas di SD & SMP, serta guru SD. Mereka itu satu keluarga yang sama. Jadi kakak kelas saya di SD & SMP itu nikah. Nah ibunya itu guru SD saya. Mereka dulu tetangga depan rumah saya. Tapi tempat tinggal mereka sudah pindah.

Saya diajakin kondangan bareng sepupu saya. Di kondangan saya ketemu kakak-kakak kelas saya jaman SD dan SMP. Pangling. :)) Yang bikin saya iri tuh, kakak kelas saya--nampaknya suaminya juga masih seumuran--itu cuma selisih dua tahun aja sama saya tapi sudah berani melangkahkan kaki ke pelaminan. Kereeeeeeeeeeen! Sepupu saya yang lebih tua satu tahun dari dia aja sampe meringis-meringis keknya kepingin segera nyusul.

Setelah habis siomay, makanan ringan, buah, sama bakso, dan foto bareng pengantin, saya dan sepupu pulang karena sepupu udah ditungguin teman-teman SMP-nya di rumah. Saya juga sudah ditungguin sama teman SMP saya, Sovi, buat makan ramen. Eh si Eka sms katanya dia bisa jalan bareng hari ini. Asiiiiik! :)

Saya naik bus dari rumah persis setelah sepupu nganter saya ke rumah dan sholat Dzuhur. Saya ngasih duit 3k ke kondektur busnya. Si bapak kondektur nanya, "Kemana?"

Dengan santainya saya jawab, "Karanglewas."

"Sepuluh ribu mbak," kata si bapak.

Saya kaget, "Hah?!"

Ada bapak penumpang yang ketawa sinis.

"Tarif lebaran mbak," ujar si bapak kondektur.

"Kemarin saya juga naik bus pak, bayarnya segitu."

"Yaudah naik bus yang lain aja," tantangnya sewot.

"Oh. Gak masalah. Saya turun juga gak papa." Biasanya kondektur saya tantangin begitu langsung ciut eh ini malah bener-bener nyuruh saya turun. Oke. Challenge accepted.

Saya turun dan uang saya dikembaliin padahal baru jalan beberapa ratus meter aja. Di belakangnya ada bus lagi. Beda merek. Di bus itu saya ditarik 4k. Okelah. Ketimbang harus bayar 10k. Gila apa?! Beberapa kilo bus berlari saya ngelewatin bus--yang tadi nurunin saya--lagi mogok padahal belum sampe kota. HAHAHAHAHAHA! Eh, boleh ketawa gak sih?!

Lupakan kondektur bus yang serakah itu. Cerita berlanjut dengan jalan-jalan bareng Eka sama Sovi. Niatnya mau makan ramen tapi tempatnya tutup. Akhirnya muter-muter keluar masuk dept. store tanpa membawa pulang sebungkus belanjaan pun. Paling cuma makan di Bunto's trus ngemil es krim. Selebihnya hanya ngeliat barang-barang dan kemudian nyali menciut setelah melihat label harga. Huhuhuhu. Cedih kak! =\

Dan akhirnya libur lebaran saya berakhir. Esok sudah kembali ke realita. =\ *nangis sedu sedan*

Bye Holidays. Please come back here soon! Love xx

Rabu, 07 Agustus 2013

Ketika Ramadhan Berakhir

Seperti baru kemarin saya pulang dari Bogor dan orangtua saya menyiapkan martabak legit yang sedianya untuk makan sahur tapi Kementrian Agama mengumumkan tanggal 1 Ramadhan jatuh pada 10 Juli 2012 yang dengan kata lain saya belum mulai puasa pada hari itu--9 Juli. Tak terasa Ramadhan sudah berakhir dan kini gema takbir berkumandang dari setiap toa masjid dan mushola.

Jujur saja saya merasa nyaman dengan suasana Ramadhan. Bangun sahur untuk sarapan a la kadarnya namun bersama keluarga membuatnya terasa nikmat. Saya tak perlu bingung memilih menu ketika jam makan siang tiba. Operasional harian saya pun tak sebesar hari biasa meskipun masih tombok sih... :D Meskipun jam kerja tidak dikurangi dan hanya dimajukan setengah jam saja namun saya bisa pulang lebih awal. Yah, paling tidak saya tak harus melewatkan Magrib di jalan. Saya juga masih kebagian bus 3/4 yang lajunya lumayan cepat ketimbang bus besar tapi suka ngetem dan lajunya lambat. Buka puasa dengan sayur kangkung saja terasa seperti Oriental Bento. Bahkan teh manis hangat menjadi minuman terlezat mengalahkan Starbucks. And again, berkumpul bersama keluarga menjadi dessert yang lebih nikmat ketimbang bikinan Chef Marinka sekalipun.

Bulan Ramadhan juga dijadikan sebagai bulan panen pahala. Saya benar-benar seperti orang yang baru masuk Islam karena saya baru sadar akan hal itu. Bayangkan saja di bulan lain tidak ada Sholat Tarawih. Inilah kesempatan untuk menambah pundi-pundi amal. Sementara menurut pak kyai, ibadah di bulan Ramadhan ini pahalanya dilipatgandakan. Sudah barang tentu setiap ibadah wajib kita pahalanya pasti dilipatgandakan apalagi bila ditambah ibadah sunnah? Ini kesempatan emas!!! Saya pun yang Muslim sejak lahir seperti baru sadar akan hal itu di Ramadhan tahun ini. Memang sih untuk melakukan semua itu perlu paksaan dari dalam diri. Nah dari paksaan itu inshaAllah bisa jadi kebiasaan. Saya juga tidak sesempurna itu kok melakukan semua ibadah baik wajib maupun sunnah. Terkadang saya juga melewatkan sholat Tarawih karena kelelahan sehabis beraktivitas seharian. Intinya memang tahap demi tahap sih.

Jadi di masjid komplek itu ada aktivitas semacam di pesantren tapi gak nginep. Sehabis sholat Tarawih, ada tadarus Al Quran hingga pukul 9 malam. Sesudah sholat Shubuh juga ada kuliah Shubuh hingga pukul 6 pagi dilanjutkan sholat Dhuha. Nah jika sebelum sholat Shubuh kita mendirikan sholat sunnah malam seperti Sholat Tahajjud dan Sholat Hajjat, berapa banyak pahala yang kita terima?? Ya sudah bukan tugas kita mengkalkulasi pahala. Yang terpenting adalah bagaimana kita menjalaninya dengan ikhlas dan hanya mengharap ridlo Allah semata. Tapi percuma juga sih bila semua ibadah itu didirikan namun maksiat masih dilakukan. Well, TAPI ITU MASIH MENDING KETIMBANG ORANG YANG UDAH GAK PUASA, GAK SHOLAT, GAK BERIBADAH, DAN KELAKUAN MINUS PULAK. MAKSIATNYA BANTER LAGI! PFFTT

Btw, it was the hardest Ramadhan I've ever had if I could tell... Masa tersulit dalam hidup saya and prolly terberat yang pernah saya alami. Tak perlulah saya ceritakan apa masalahnya namun Ramadhan kali ini sebagai ajang saya memohon ampun dan berdoa untuk kesembuhan ibu dan untuk kekuatan saya dalam segala cobaan karena doa orang yang berpuasa inshaAllah diijabah oleh Sang Maha Kuasa.

Sebelumnya saya tak pernah menangis ketika berdoa. Jika pun pernah mungkin itu hanya mengantuk saja. Tapi kali ini saya benar-benar menangis tersedu-sedu mengadu pada Yang Maha Kuasa dan memohon untuk diringankan cobaan yang menimpa saya di setiap sholat tengah malam. Bahkan pernah ketika sholat Tarawih berjamaah di masjid, tak sengaja air mata saya menetes. Mungkin ibu-ibu di samping saya melihat saya sesekali menyeka wajah. Benar, saya menangis. Saya merasa cobaan yang menimpa saya begitu berat. Mungkin saya saja yang terlalu cengeng dan rapuh. :"(

Alhamdulillah, Allah meringankan cobaan saya sekarang. Ya, meskipun tak sepenuhnya menghilangkan atau mengakhiri ujian tersebut namun saya merasakan  Dia sedang menunjukkan kebesaranNya. Mungkin cobaan ini untuk membuat saya agar mendekatkan diri lagi kepada Yang Maha Kuasa. Terlalu banyak waktu yang saya buang hanya untuk kenikmatan duniawi saja dan mengesampingkan kewajiban saya kepadaNya. Semoga dengan ujian ini saya lebih dewasa dan lebih mendekatkan diri lagi kepada Allah swt. Doakan istiqomah! :D

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H. Maafkan tutur kata saya yang kurang terkendali dan terkadang menyakiti hati. Semoga kita semua kembali ke fitrah.

source: google

Buka Bersama IX F Spensaa Angkatan 2008


9F Spensaa 2007/08
"Tahun ini kita harus kumpul." Saya menulis di grup Whatsapp kelas IX F Spensaa angkatan 2008 yang baru berisi tiga alumnus yakni Arum, Evi, dan saya sendiri.

Awalnya saya lagi bosen di bus kemudian iseng-iseng buka Whatsapp dan melihat daftar kontak barangkali ada dari teman saya yang baru gabung Whatsapp. Dan benar saja, saya melihat ada nama Arum dan Evi. Segeralah saya sapa mereka. Setelah basa basi saya bikin grup agar pembicaraan tak sebatas saya dan Arum atau saya dan Evi saja. Dasar teman lama tak bertemu tentu saja yang ditanyakan seputar, "kapan kita ngumpul lagi?"

Dengan segenap keberanian dan kepercayaan diri--biasanya setiap tahun ada rencana silaturahmi tapi selalu gagal karena kurang koordinasi--saya bilang, "Tahun ini kita harus kumpul. Kapan ada waktu? Nanti saya yang koordinasi dengan teman-teman yang lain."

Setelah itu saya masuk ke grup Facebook untuk menanyakan barangkali ada teman lain yang punya Whatsapp sehingga akan memudahkan komunikasi. Kala itu saya belum berani bilang akan diadakan acara silaturahmi entah itu setelah Idul Fitri atau berupa buka bersama. Nah, antusiasme 'masyarakat' sangat minim. Cuma ada satu orang yang berkomentar di postingan saya. Hmmm. Walhasil saya tarik satu orang itu ke dalam grup Whatsapp dan alhamdulillah Iip--orang tersebut--pun setuju diadakan acara buka bersama tapi dia enggan mengkoordinasi teman yang lain karena posisinya yang masih di luar kota. Iip memberikan saya saran untuk menghubungi teman-teman yang sudah libur kuliah. Challenge accepted.

Berbekal nomor-nomor teman SMP yang masih tersisa di phonebook saya dan yang kebetulan masih aktif akhirnya saya mendapatkan nomor teman-teman yang lain seperti konsep mata rantai. Iya, dapat nomor satu orang kemudian saya tanyakan ke orang itu nomor siapa saja yang dia punya. Beruntung operator yang saya pakai menyediakan layanan SMS gratis ke seluruh operator. :)))

Saya ajaklah Era--mantan koordinator di acara silaturahmi pertama--untuk membantu saya mengkoordinasi acara buka bersama ini. Dasar anak organisasi, dia menanyakan konsep acara saya. LOL saya senyum getir. Tidak jelas, tentu saja. Saya hanya punya konsep, asal kumpul di tempat makan saja. Akhirnya dia kasih masukan soal konsep. Namun rangkaian kegiatannya terlalu resmi--semacam acara buka bersama Rohis--sehingga saya rada meragukannya karena saya tahu persis karakter teman-teman SMP seperti apa.

Nah dari Era inilah acara buka bersama dicetuskan di grup 9F Spensaa 07/08. Dari awalnya postingan saya yang kurang peminat akhirnya postingannya itu berhasil menarik teman-teman yang lain untuk berkomentar. Asiiiik! :D

Namun mendapatkan data anak-anak yang fix datang ke acara tak semudah mengedit foto di Instagram (?) Perlu ditanyakan sedemikian kali agar teman-teman semakin yakin untuk datang. Bahkan ada yang bertanya, "Acaranya jelas gak nih?" Well, yah begitulah kami--pemrakarsa acara--terbiasa disebut tidak jelas.

Kemudian Iip menyarankan kami--anak-anak yang ada di kampung halaman--untuk booking tempat makan karena dipastikan penuh di tanggal yang sudah kami tentukan--6 Agustus 2013. Karena saya belum pernah makan di tempat tersebut saya minta tolong Qori untuk booking. Tapi dia minta saya untuk memastikan jumlah yang datang. Ok.

Berkali-kali saya posting di grup meminta kepastian teman-teman yang lain. Namun memang intenet tak selalu jadi kebutuhan pokok setiap orang. Ada saja yang belum sempat online. Fine, saya kumpulkan nama-nama yang sempat bilang akan hadir.

Di H-2 saya pastikan lagi nama-nama tersebut untuk data booking. Selang sehari setelah posting tersebut seseorang membatalkan kehadiran. Era kecewa. Dia bilang, "Gak kasihan sama yang udah koar-koar dari kemarin?" Tapi saya sih santai saja karena hal semacam itu sudah sangat biasa. Yasudahlah saya tombok satu porsi juga gak papa asalkan acara tetep jalan.

Nah begitu memasuki hari-H, seseorang lagi membatalkan kehadirannya dikarenakan saudaranya meninggal. Tentu saja tak ada hal lain yang bisa menjadi alasan saya kecewa karena maut adalah ketentuan Allah swt. Yasudah saya tombok 2 porsi. Kebetulan saya baru saja dapet bonus jadi nyante aja.

Begitu sudah hampir jam buka puasa, kurang lima anak dari daftar yang sudah dipesan. Eh? Tombok 5 porsi? Kemudian Qori bilang, "Udah Is, tombokannya dibagi rata aja." Alhamdulillah...

Beruntung teman-teman yang lain solid banget dan tidak ada yang mengeluh dengan harga yang sengaja dinaikkan untuk menutupi tombokan. Ternyata yah, di balik ketidak-kompakan yang kerap menimbulkan kegagalan suatu acara masih ada secercah solidaritas yang membuat hal yang berat terasa ringan. Terima kasih teman-teman untuk kesuksesan acaranya. Terima kasih untuk kedatangan kalian. Terima kasih untuk kebaikan hatinya bayar menu dengan harga lebih mahal. Terima kasih untuk berbagi cerita dan terima kasih untuk kameranya yang bersedia diisi dengan wajah saya hehe. Berikut foto-foto yang berhasil kami himpun.

cheers 

sayang tak semua wajah melihat kamera

v sign masih populer gans :D
Evi dan si empunya blog :D
before break fast let's taking pic together

Arum dan si penulis artikel

lagi jelek-jelekan muka dan saya menang pfft

yups pakai Camera360 ;)
ibu-ibu sosialita

cheers
cheers