Senin, 28 April 2014

Bangkok Traffic (Love) Story [BTS] (2009)

Poster film BTS

Menceritakan tentang Mei Li (Cris Horwang) wanita berusia 30 tahun yang mulai risau dengan jodohnya karena teman-teman seumurannya sudah menikah semua. Bahkan teman terdekatnya, Ped, yang gak lebih cantik dari Mei Li sudah menemukan pasangannya. Ternyata selama 17 tahun Mei Li menuruti kata-kata ibunya bahwa perempuan tidak boleh jatuh cinta lebih dulu kepada laki-laki yang ternyata sang ibu lupa pernah mengatakan itu. Jadi selama 17 tahun Mei Li hidup dengan motto yang salah. *tepok jidat*

Mei Li tengah mabuk ketika mobil yang dikendarainya mengalami kecelakaan. Kejadian itu mempertemukan Mei Li dengan cowo tampan bernama Loong (Theeradej Wongpuapan). Akibat kejadian tersebut, ayah Mei Li melarangnya membawa mobil ke tempat kerja padahal jarak rumah dan kantornya sangat jauh. Dia harus berganti moda transportasi sebanyak 4 kali yakni ojek, perahu, kereta, dan angkot. Sementara naik taksi ongkosnya sangat mahal. Namun di balik hukuman yang diterimanya itu, Mei Li jadi semakin dekat dengan Loong yang bekerja di BTS Skytrain.

Secara garis besar, film ini berkisah tentang perjuangan seorang wanita untuk mendapatkan hati pria yang ditaksirnya. Menurut saya sih ini Crazy Little Things Called Love versi dewasa. Apalagi di akhir cerita ada barang-barang kenangan yang dikumpulkan oleh Loong dan dikirim kepada Mei Li. Di CLTCL, Shone juga bikin semacam diary tapi pake foto-foto gitu bercerita mengenai perasaannya pada Nam. Rilisnya sih duluan BTS tapi gak tau sih yaa itu ide originalnya siapa. Mungkin benang merahnya sama tapi prosesnya yang berbeda. :)

Film ini bikin saya pengen mengunjungi Bangkok sewaktu perayaan Songkran (Tahun Baru Thailand) yang jatuh setiap tanggal 13 April. Jadi Loong sama Mei Li itu kencan pas perayaan Songkran tapi diganggu sama tetangganya Mei Li, Plern.

Tapi yang bikin mengganjal itu sikap pemaafnya Loong. Masa kacamata, laptop, sama kamera dirusakin Mei Li, si Loong bisa gak marah gitu. Ya mungkin masih bisa dimaklumi kali ya secara mungkin gajinya bekerja di Skytrain gede dan hal mudah buat beli barang-barang itu lagi. Semudah bersin. :D Tapi sewaktu Mei Li cetak foto Loong sama mantannya yang artis sinetron dan bikin foto-foto masa lalunya beredar di publik itu buat saya gak termaafkan tapi Loong masih aja sabar dan maafin Mei Li. Entahlah mungkin hati Loong berlapis emas dan berlian Swarovsky.

Nah ada lagi yang ganjil sewaktu Loong bilang dia gak punya hari libur karena Skytrain beroperasi setiap hari. Wah emang gak disanksi sama Dinsosnakertrans setempat tuh BTS? Nah sewaktu Songkran kok Loong bisa libur 3 hari? Ah mungkin si Loong ambil cuti kali yah. Ada lagi sewaktu Loong bilang dia udah lama gak memperpanjang KTP karena dia kerja setiap malam dan gak bisa bangun pagi. Secapek-capeknya kerja perasaan gak sampe tidur selama 12 jam deh. Misal yah, Loong pulang kerja jam 5 pagi, dia bisa ke kelurahan sama kecamatan dulu buat bikin KTP. Paling bikin KTP gak lama cuma foto aja, diambilnya bisa besoknya lagi. Estimasi 1 jam lah ngurus KTP. Kelurahan buka jam 8, jam 9 dia bisa tidur sampe jam 4 sore. Jam 5 sore berangkat kerja lagi. Hmmm...

Btw, yang jadi artis sinetron antagonis keknya si Pattarasaya, pacarnya Chantavit Dhanasevi deh. Trus pemeran cowonya itu yang main di Seven Something sama Cris Horwang.

Berikut quotes favorit saya di film ini.

:(

Agreed sama quote-nya Ped :")

Yaudah langsung aja dicek filmnya, siapa tahu jadi inspirasi bagi para wanita yang punya nyali mendekati pria yang ditaksirnya. :)))

SuckSeed (2011)

Udah lama gak nulis ulasan film di blog nih padahal sehari-hari kerjaan saya nontonin film diulang-ulang. Hehehe. Nah sekarang saya baru sempet bikin ulasan tentang film Thailand yang sebenernya udah lama banget saya tonton (sekitar 2 tahun lalu). Judulnya SuckSeed. Deffo one of those funny Thailand movies I've ever watched.

Cerita bermula ketika seorang anak kecil bernama Ped yang jatuh cinta dengan teman sekelasnya, Ern, tapi tak berani mengakui jati dirinya namun mengaku sebagai sahabatnya, Koong. Keesokan harinya Koong dan Ern digoda oleh teman sekelas mereka, Thuang, yang rese abis. There always be that annoying person in a society. Ern marah besar sama Koong. Koong yang gak ngerti apa-apa cuma melongo sementara Ped yang duduk di sebelahnya gemeteran abis. Setelah itu Ern pindah ke Bangkok dan Ped belum sempet ngasih kaset yang direkamnya buat Ern.

Beberapa tahun berlalu, Ern (Nattasha Nauljam) kembali ke kota asalnya dan satu sekolah lagi dengan Ped (Jirayu La-ongmanee), Koong (Peach Pachara), dan Thuang (Napat Chokejindachai). Benih-benih cinta itu kembali muncul di hari Ped namun ia masih belum berani mengungkapkannya.

Koong selalu di bawah bayang-bayang saudara kembarnya, Kay, yang populer dan mahir bermain gitar. Saat pertemuan pertama pun Ern mengira Koong adalah Kay. Dari situ Koong berambisi untuk keluar dari bayang-bayang Kay dengan membentuk band juga bernama, Koong and Friend. Ped ragu dengan keinginan Koong itu karena Koong seringkali bergonta-ganti hobi. Dia mudah bosan dengan hal-hal yang dia lakukan. Tapi lucunya Ped nurut aja sama keinginan Koong. Kali ini bahkan Koong mendaftarkan diri menjadi bintang tamu di acara Art Master, sejenis acara seni untuk anak-anak, sementara dia gak konfirmasi dulu sama Ped. Koong merekrut penabuh drum bernama Ex untuk melengkapi personil band-nya. Koong diceritakan suka bikin keputusan sendiri tanpa memikirkan perasaan orang lain.

Koong and Friend saat berlatih untuk pertama kalinya


Seusai acara Art Master yang berakhir kacau dan memalukan, Koong dan Ped mendapati Ern bermain gitar di kelas, di hadapan temen-temennya. Mereka berdua terpesona dengan kemampuan musik Ern lantas merekrutnya menjadi pemain gitar.

Ern waktu nyanyi lagunya Endorphine berjudul Purn-sa-nit

Saat berlatih di ruang musik milik sekolah, band milik Koong diusir oleh kepala sekolah karena akan digunakan untuk latihan band milik Kay. Vokalis The Arena, band milik Kay, bilang mereka mau berlatih untuk acara Hotwave Music Awards. Tanpa pikir panjang Koong pun bilang kalau band-nya hendak mengikuti acara serupa. Ped dan Ex kaget dengan perkataan Koong namun Ern bersedia mengikuti ajang tersebut karena memiliki album sendiri adalah impiannya. Koong pun semakin berapi-api.

Namun persyaratan mengikuti Hotwave Music Awards adalah dengan menciptakan lagu sendiri bertema cinta tanpa kata "cinta". Koong menyuruh Ped untuk menulis lagunya karena dia pernah juara lomba puisi namun ia sendiri tak memiliki pengalaman cinta. Ped disarankan mengikuti Ex dan melihat kelakuannya ketika berjumpa dengan gadis yang ditaksirnya lantas menuliskan apa yang dilihatnya.

Seiring berjalannya waktu diketahui Koong naksir Ern. Tersebar gosip pula bahwa Ped naksir Ern. Nah penasaran gimana kelanjutan hubungan cinta segitiga Koong-Ern-Ped dan gimana kiprah band mereka di Hotwave Music Awards? Lantas bierhasilkah Ped menulis lagu cinta untuk band mereka? Langsung tonton aja nih film yang dapet rating 7.6/10 di IMDb dijamin sepanjang film dibikin ketawa. Kocak abis pokoknya. Apalagi backsound-nya sama ekspresi pemainnya udah kek dagelan. :P Highly recommended.

Saya suka banget sama karakter Ern. Cantik, tomboy, pinter main gitar, suaranya juga bagus. Paket lengkap banget! I always want to be a girl like her.

Ern waktu main gitar di studio di sekolah

Karakter yang bikin film ini bernyawa justru karakternya Koong yang egois dan kekanak-kanakan. Kalo Ped sih manis, penurut, dan gak egois. Dia bahkan rela mengorbankan perasaannya demi sahabat baiknya.

Koong sampe bikin iri Ern.

Scene paling gombal yang ini.

Sampe bikin penjualnya enek :P

Nah selain adegannya yang konyol-konyol banget saya juga suka sama lagu-lagunya. Baru "ngeh" ternyata lagunya bagus-bagus apalagi kalo yang nyanyi Nattasha Nauljam. Saya suka yang lagu Purn-sa-nit sama pas Hotwave Music Awards yang liriknya Ped trus dinyanyikan sama Ern. Maklum isi liriknya soal perasaan yang terpendam dan gak punya nyali untuk mengungkapkannya. Hadeeeeeehhhh... :")

Btw, pemeran Ex ternyata yang jadi Peud di ATM Error dan si Ped ini yang main di Seven Something. Saya suka banget sama Peach Pachara yang bikin film ini hidup. Akting dan muka songongnya bener-bener pas. Nah yang nyanyi di kereta itu ternyata yang jadi Yo, anaknya Direktur di ATM Error. Film produksi GTH emang keren-keren banget.

Maaf ya kalo saya nge-spoiler dikit. Yaudah monggo dicek filmnya aja. Kalo udah nonton coba kasih komentar di kolom di bawah ini. Sawadee kha! ^^