Senin, 09 Mei 2016

Review Game of Thrones season 6 (ep. 1-3) --- SPOILER ALERT!!

Maaf ya, saya skip sinopsis season 5 karena belum ada waktu buat ngetik (lah ini apaaa??). Tapi saya gemash pengen komentar (dan ikut nebak-nebak cerita) season 6 yang baru berjalan 3 episode (per 9 Mei). Saya tau spoiler itu ngeselin jadi buat yang belum nonton, skip aja, gak perlu diteruskan baca postingan ini (emang ada yang baca?). Tapi buat yang udah nonton, bolehlah berbagi opini di kolom komentar.

muka memohon (via giphy)

Episode 1
Sansa sama Theon belum mati sodara-sodara. Padahal tembok tempat mereka loncat lumayan tinggi. Gak dijabarkan dengan jelas bagaimana cara mereka mendarat. Mereka hampir tertangkap oleh anjing pemburunya Ramsay (sekarang jadi Lord of Winterfell), tapi diselamatkan oleh Brienne of Tarth, yang pernah mengabdi pada Renly Baratheon dan Catelyn Stark. Brienne sudah berhasil menebus sumpahnya pada Renly untuk membunuh Stannis di pertempuran melawan pasukan Bolton. Stannis sendiri sudah mati di season 5. Sekarang Brienne bersumpah untuk melindungi Sansa. Finally, Sansa, finally!

Sementara Jon Snow masih menjadi mayat, ditemukan oleh Ser Davos--yang 'diusir' dari camp Stannis saat dia mau membakar Shireen sebagai persembahan untuk Lord of Light, atas perintah Melisandre. You know we hate the witch since the first time she appeared. But we'll love her in episode 2 ;)

Di Dorne, sang Pangeran ditusuk oleh Ellaria Sand, ketika dia mengetahui Myrcella--anaknya Cersei sama Jaime--dibunuh dalam perjalanannya ke King's Landing. Begitu pula anaknya, Trystane, dibantai oleh anak-anak haramnya Oberyn di kapal.

Daenerys sendiri ditangkap oleh prajurit Khalasar. Bapak friendzoned kita, Ser Jorah Mormont, dan Dario Naharis sedang mencari sang Khaleesi, Mother of Dragons, Protector of the Realm, Mhysa, banyak ih gelarnya Dany :(

Episode 2
As much as I want Roose Bolton to die, tapi bukan dibunuh sama Ramsay juga. :( Sungguhlah bukan gini caranya. Setelah Lady Walda melahirkan putranya--memiliki klaim yang sah ketimbang Ramsay yang hanya bastard dianugerahi gelar Lord Bolton oleh another bastard, Tommen Baratheon--Rams semakin terobsesi jadi Lord of Winterfell. Gak cuma membunuh ayahnya, dia juga membunuh Walda dan putranya...dicabik-cabik oleh anjing pemburunya.

Di mimpi Bran kali ini ada masa kecil Ned, Lyanna, dan Benjen. Sungguhlah Lyanna ini cantik banget. Sesuai ekspektasi :)) Dan dia ke-Arya-Arya-an.

Ki-Ka: Benjen, Ned, dan Lyanna
Pernah baca spekulasi plot GOT ini kalo Eddard Stark akan hidup lagi. Bener, hidup lagi di masalalu dalam mimpi Bran. :)) Thanks George R.R Martin, I always wondering the love story of Lyanna and Rhaegar Targaryen. The day when Rhaegar melewati istrinya, Elia Martell, dan memberi mahkota mawar di pangkuan Lyanna. Awal mula terpecahnya Robert's Rebellion dan akhir hidup dari klan Targaryen. Lyanna sendiri konon diculik oleh Rhaegar ke Tower of Joy. Padahal adik Ned Stark ini dijodohkan dengan Robert Baratheon. Makin kesini saya gak yakin kalo dia diculik, tapi sebenarnya mereka berdua kabur. Mereka gak bahagia dengan takdir mereka masing-masing. Yha.

Episode 2 ditutup dengan 'hadiah mewah' berupa kembalinya Jon Snow dari kematian. Yha, berkat Melisandre, penyihir yang kita benci. :)) Thanks Melisandre <3 Beragam spekulasi muncul sebelum season 6 dimulai. Banyak yang meyakini Jon Snow belum mati. Ada juga yang percaya Jon Snow hidup kembali sebagai White Walkers. Ya masa, Jon Targaryen mati sih. :P

Si traitor Olly, Ser Alliser, dkk berhasil 'diamankan' saat mereka hampir menyerang Ser Davos dan para anggota Night's Watch yang setia pada Jon Snow. Adalah Ed, yang membawa bala wildling ke Castle Black untuk menyerang balik anggota Night's Watch yang berkhianat.

Episode 3
Kalau menurut saya episode ini alurnya berjalan lambat, serba kentang, agak mboseni. Di sini gak ada combo nista Sansa dan Theon pula :( Dibuka dengan Jon yang akhirnya sadar dari 'tidurnya', galau dengan keputusannya, kekecewaannya dengan Olly. Lalu Sam dan Gilly yang ada di kapal menuju Old Town. Burung-burung kecil Varys yang sekarang dibayar oleh Cersei untuk jadi informannya. Varys juga berhasil mengungkap dalang dibalik penyerangan terhadap pasukan Unsullied dan Second Sons, dan mengincar nyawa Ratu Meereen, Daenerys.

Bagian paling menarik tentu saja mimpinya Bran di Tower of Joy. Yha, dia melihat ayahnya, Ned, bertarung dengan Ser Arthur Dayne yang ditugaskan Rhaegar menjaga Lyanna di Tower of Joy, sementara dese kembali ke King's Landing untuk bertarung melawan pemberontakan dan penyerangan terhadap ayahnya, Mad King Aerys Targaryen. Setelah Ned berhasil menghabisi Dayne--dia ditusuk dulu sama temennya Ned--dia mendengar erangan kesakitan Lyanna Stark dari atas menara. Dia mau melahirkan Jon pasti. Iya Jon yang lahir. Udahlah fix. :))) Tapi sayangnya keinginan Bran mencari tahu apa yang terjadi di menara ditahan oleh Three-Eyed-Raven. Ibaratnya lo lagi mimpi indah dan belum selesai tapi keburu dibangunin sama emak lo. Nyesek! Mau diterusin tidur lagi juga ceritanya pasti beda. :(

Tower of Joy
Well, dikit bahas dongeng tentang Rhaegar-Lyanna ya. Jadi sebelum Rhaegar menikah dengan Elia, Tywin sempat melamarnya untuk bersanding dengan Cersei tapi ditolak. *sad* Kebiasaan klan Targaryen dulu menikahkan anak-anak mereka satu sama lain. Incest. Sayangnya kala itu Daenerys belum lahir. Di season 1, Viserys kerap menyalahkan Dany yang lahir terlambat makanya Rhaegar nikah sama klan lain. Dany menyerang balik kakaknya mengapa Viserys tidak terlahir perempuan. Hampir aja dese dibunuh sama Viserys andai saja Bapak Friendzoned kita gak datang. :D

Lyanna sendiri dijodohkan dengan Robert Baratheon, tapi dia keburu meninggal di Tower of Joy itu. Robert akhirnya menikah dengan Cersei. Lyanna berpesan pada Ned sebelum ajal menjemputnya. Belum tahu isi pesannya apa. Yang jelas Ned pulang ke Winterfell bawa pulang bayi laki-laki yang diakuinya sebagai anak haramnya dan kemudian dikasih nama Jon Sno, oh oh (niru Ygritte wkwk). Catelyn benci banget sama Jon karena dia cemburu sama mamanya, yang Jon sendiri gak tau sokap. Masuk akal sekali andai saja Jon keturunan Lyanna-Rhaegar kemudian dianggap bastard oleh Ned Stark. Bisa saja Jon dihabisi pasca dilahirkan karena dia keturunan Targaryen sementara klan Targaryen, kala itu, dibantai dan hanya menyisakan Viserys dan Daenerys yang kabur ke Pentos.

Hmmm...katanya bahas dikit kok jadinya panjang...kaya sabarnya aku ke kamu (maaf colongan).

Bad news, Rickon Stark dan Osha diserahkan oleh Lord Umber--yang gak setuju wilding masuk melewati The Wall--kepada Ramsay Bolton agar mau bersekutu melawan Jon Snow dan pasukan wildling. Shaggy, direwolfnya Rickon, dipenggal dan kepalanya dijadikan bukti bahwa Rickon ini seorang Stark. :(

Di akhir episode Ser Alliser, Olly, dkk dihukum gantung oleh Jon Snow atas pengkhianatan mereka. Kirain mau dikasih ampunan oleh Sang Maha Merciful Lord Commander Jon Snow, tapi ternyata tidak. :") Jon nampaknya sudah lelah jadi Night's Watch. Dia ngasih jubahnya kepada Ed dan menjadikannya Lord Commander. He left and said, "My watch has ended." Nanggung lah Jon, Valyrian Steel-nya gak dikasih sekalian? :P

Mari kita berspekulasi, mungkinkah Jon akan terlibat dalam politik Westeros? Saya berharap banget Jon dan Sansa bertemu. Selama 6 season berjalan mereka sama sekali gak pernah terlihat saling bertegur sapa. Dia bahkan diam aja kala Robb Stark berperang di Riverrun. :( Bisa kali Jon, Sansa, dan Theon bikin pasukan sendiri terdiri dari para wildling dan klan Mormont untuk menyerang Ramsay Bolton di Winterfell. Ramsay harus dibunuh oleh Jon! *lah kok demanding*

Btw, apa kabar Littlefinger ya? Masih jadi misteri kepada siapakah kesetiaannya bermuara. :)