Senin, 27 Juni 2016

Review Game of Thrones season 6 (ep. 4-10)

See previous post: Review Game of Thrones season 6 (ep. 1-3)

Episode 4 (Book of Stranger)
David Benioff dan D.B Weiss seperti habis mampir di blog ini membaca review saya sebelumnya. :p Mereka mengabulkan harapan saya agar Jon dan Sansa akhirnya bertemu.

Sansa dan Jon
Ramsay mengetahui keberadaan Sansa di Castle Black, dia mengirim pesan pada Jon Snow berisi ancaman menghabisi Rickon yang disanderanya bila tidak membawa Sansa padanya. Sansa membujuk Jon untuk memerangi Ramsay dan merebut kembali Winterfell dan dia akhirnya mengiyakan.

Di Essos, Bapak Friendzoned dan Dario Naharis berhasil membebaskan Daenerys dari pasukan Dothraki. Seperti dejavu, Dany membakar pondok milik khalasar dengan obor lalu keluar dari api, tanpa terluka sedikit pun. Para Dothraki pun tunduk dan menyembahnya.

Episode 5 (The Door)
Sansa menemui Petyr 'Littlefinger' Baelish di Mole's Town ditemani Brienne. Baelish meminta maaf pada Sansa sudah 'menjualnya' ke Ramsay Bolton. Dia juga membawa informasi bila Blackfish, pamannya Catelyn Stark, berhasil merebut kembali Riverrun dari The Freys--pembunuh Robb dan Catelyn Stark. Sansa nyaris membunuh Littlefinger lewat tangan Brienne tapi urung dilakukannya. Dia memerintah Brienne menemui Blackfish meminta dukungan merebut kembali Winterfell dari pasukan Bolton--tanpa sepengetahuan Jon.

Di Iron Islands berlangsung 'pemilu' untuk memilih penerus takhta Balon Greyjoy yang dibunuh oleh adiknya, Euron. Theon sendiri sudah berhasil mendarat di Iron Islands dengan selamat. Dia memproklamirkan kakak perempuannya, Yara, sebagai pemimpin padahal dia memiliki klaim yang sah. Tapi Euron datang dan berhasil meyakinkan para Ironborn untuk mendukungnya sebagai Lord of Iron Islands. Dia menyatakan rencananya untuk beraliansi dengan Daenerys untuk merebut kembali Seven Kingdoms dengan menawarkan kapal untuk menyeberang ke Westeros. Di saat dirinya dikukuhkan sebagai raja, Theon dan Yara mencuri semua kapal di Iron Islands dan kabur ke Meereen menemui Dany terlebih dahulu.

Bran terus menikmati 'petualangannya' lewat mimpi hingga The Night King, pemimpin White Walkers, menyadari keberadaanya dan berhasil menyentuhnya. Pasukan White Walkers pun menyerbu gua tempat persembunyian Bran, Meera, Hodor, Three Eyed Raven, dan The Forrest--makhluk beyond the wall yang menciptakn White Walkers. Bran yang masih terjebak dalam mimpi berhasil merasuki Hodor untuk membawanya kabur dari gua. Di saat mereka berhasil keluar, Meera meminta Hodor memegangi pintu agar White Walkers tidak bisa mengejar Bran.


"Hold the door!" serunya.

"Hold the door."
"Hold the door."
"Hold the door."
"Hold door."
"Hold door."
"Hold door."
"Hodor."
"Hodor."

Begitulah asal mula Hodor, ehm, Wylis cuma bisa bicara "hodor"

Wylis a.k.a Hodor yang tiba-tiba collapse sambil berseru "Hodor"

Episode 6 (Blood of My Blood)

Arya Stark mendapat tugas untuk mengambil nyawa seorang aktris opera sabun bernama Lady Crane. Tapi bukannya membunuh, ia justru menumpahkan racun di dalam minumannya dan mengungkap perempuan yang menginginkan Lady Crane mati. Arya tau keputusannya memiliki konsekuensi yang amat besar membuatnya kembali ke tempat ia mengubur pedang yang diberi Jon Snow, Needle.

Jamie Lannister dan ayah Margaery berencana menyerang High Septon yang akan menghukum Margaery di Sept of Baelor. Sayangnya Tommen dan Margaery sudah bersepakat dengan High Sparrow dan membatalkan hukuman Margaery. Jamie dan pasukannya yang sudah gagah berani pun terpecundangi begitu saja. Tommen melepas jabatan Jamie sebagai Lord Commander of Kingsguard. Cersei menyuruh saudaranya yang juga kekasihnya itu untuk membantu The Freys merebut kembali Riverrun.

Episode 7 (The Broken Man)
Jamie dan Bronn berhasil tiba di Riverrun dan mencoba mengajak Blackfish berunding. Tapi Blackfish terlalu keras kepala untuk diajak bersepakat.

Sementara Jon dan Sansa menggalang dukungan ke Houses di Utara. Setelah wildlings berhasil diyakinkan oleh Tormund untuk ikut berperang untuk Jon Snow, House Mormont yang mana dipimpin oleh Lyanna, seorang gadis berusia 8 tahun bersedia memberi 62 pasukannya bertarung untuk The Starks karena house-nya bukan termasuk house besar. Namun Jon dan Sansa harus menemui penolakan di House Glover yang tidak bersedia mendukung The Starks. Dengan jumlah pasukan yang sedikit, Sansa semakin pesimis dan meminta Jon untuk mencari dukungan lagi sayangnya Jon menolak dan bersikeras melawan pasukan Bolton dengan pasukan seadanya. Sansa, tanpa sepengetahuan saudara tirinya, mengirim gagak ke alamat yang dirahasiakan.

Gak cuma sinetron di Indonesia tapi di Game of Thrones pun orang yang sudah mati bisa hidup kembali. Adalah Sandor Clegane, mantan penjaganya Joffrey, terakhir dibiarkan sekarat oleh Arya--karena dia termasuk dalam daftar orang yang ingin dibunuh gadis Stark tersebut. Dia diselamatkan oleh pemimpin suatu kaum. Namun kaum tersebut lenyap begitu saja dibunuh oleh pasukan Brotherhood Without Banners.

Sandor 'The Hound' Clegane
Arya sudah memesan kapal yang akan membawanya menyeberang kembali ke Westeros. Tapi The Waif--yang menyamar sebagai wanita tua--datang menusukkan dagger ke perut Arya. Gadis Stark itu berhasil melarikan diri dengan perut berdarah.

Episode 8 (No One)
Arya diselamatkan oleh Lady Crane dan dirawat di rumahnya. Wanita itu mengajak Arya bergabung dalam klub opera sabunnya, tapi Arya menolak karena ia ingin kembali ke Westeros untuk membalaskan dendamnya pada Walder Frey--yang mengkhianati Robb dan Catelyn Stark, dan Cersei Lannister--yang membuat Joffrey memenggal Ned Stark. Namun The Waif berhasil menemukannya. Setelah selesai menghabisi Lady Crane, dia mengejar Arya yang melarikan diri sambil menahan kesakitannya. Jujur saya geregetan kenapa The Waif ini sok cool banget. Arya kesusahan dianya santai ngejarnya. Arys yang berdarah-darah meninggalkan jejak di tembok dan jalanan Braavos agar The Waif mengikutinya sampai ke tempat ia menyimpan Needle. Di saat akan bertarung, Arya memadamkan lilinnya dan gelap.

Reuni terjadi di Riverrrun. Brienne of Tarth yang diutus Sansa untuk menyampaikan surat permohonan dukungan pada Blackfish bertemu dengan Ser Jaime yang tengah memimpin pasukan Lannister dan The Freys mengepung kastil milik The Tullys. Di season 2 Brienne diutus Catelyn untuk membawa Jaime ke King's Landing untuk ditukar dengan Sansa dan Arya. Mereka berhasil menjadi teman baik. Jaime bahkan memberi pedang Valyrian-nya pada Brienne untuk digunakannya menjaga anak-anak Lady Catelyn. Di sini saya jatuh cinta banget sama Jaime yang setia memegang janjinya pada Lady Catelyn meski beliau sudah meninggal. Brienne membuat perjanjian dengan Jaime apabila sebelum matahari terbenam dia berhasil membujuk Blackfish berperang untuk Sansa dan menyerahkan kastilnya, maka pasukan The Tullys diperbolehkan melintas ke Utara tanpa pertumpahan darah. Tapi jika tidak maka Jaime akan menyerang kastil dan mereka berdua akan berada di pihak yang berlawanan.

Benar saja, Brynden 'Blackfish' Tully sangat keras kepala. Dia tidak bersedia bertarung untuk Sansa dan menyerahkan kastilnya. Tapi Lord Edmure Tully--pewaris takhta sah Riverrun yang tengah disandera oleh The Freys--berhasil dibujuk Jaime untuk memberi perintah kepada pasukan The Tullys untuk menyerah. Ya gimana, pemimpin yang sah kan si Edmure bukan pamannya. Tapi sebal sih, masa Blackfish gampang banget matinya. :(

Brienne dan Poddrick gimana? Mereka berhasil kabur dengan sampan di sungai. Dia bahkan sempat melambaikan salam perpisahan pada Jaime yang berada di balkon kastil. Kasihan Brienne, dia sayang Jaime tapi Jaime sayang Cersei, gak ada yang lain. Bahkan di convo-nya bersama Edmure dia bilang peperangan ini gak penting. Yang terpenting dia cuma ingin kembali ke Cersei. "Things I do for love," pungkasnya.

Sementara itu The Hound memburu pasukan Brotherhood Without Banners yang membantai kaumnya. Dia bertemu dengan Beric Dondarrion, pemimpin pasukan BWB yang dulu pernah dihidupkan kembali oleh Melisandre. Ternyata Beric juga gak setuju dengan cara anak buahnya membunuh kaumnya The Hound. Mereka pun dihukum gantung.


Terdapat darah bercecer di aula Faceless Men. Arya baru saja menaruh wajah The Waif di antara wajah-wajah lain yang berhasil dibunuh. Dia pun berpamitan pada Jaqen H'gar seraya berkata, "A girl is Arya Stark from Winterfell. And I'm going home." Yeay Arya always be Arya. No need to be no one.

Episode 9--Battle of the Bastards
Daenerys berhasil kembali ke Meereen di saat bersamaan piramida sedang diserang oleh para masters yang memberontak pada pemerintahan Dany. Tapi tiga naga milik Dany--Drogon, Viserion, dan Rhaegal--menghanguskan pasukan para masters dan Dario berhasil membantai pasukan Son of Harpy. Dan menang. Ngebosenin yak kaya Barca gitu sering menang.

Rombongan Greyjoy berhasil mendarat di Meereen, dengan begitu cepat tanpa halangan apapun. Padahal Iron Islands ke Essos jauh loh harus melewati King's Landing. Yara dan Theon menawarkan aliansi pada Daenerys untuk menguasai Seven Kingdoms. Mudah saja, Daenerys menyetujuinya. :D

Apa yang terjadi di Essos bagi saya gak penting, what matter is The North. Jon Snow bersama Sansa, Ser Davos, Tormund, dan Lady Lyanna Mormont menemui Ramsay untuk menawarkan single combat antara Jon dan Ramsay sehingga tidak banyak korban berjatuhan. Tapi Ramsay menolak karena dia yakin jumlah pasukannya yang jauh lebih besar mampu mengalahkan pasukan Jon Snow yang hanya separuh dari jumlahnya. Mereka pun 'janjian' untuk bertempur keesokan harinya di tempat yang sama.

Malam harinya Jon, Sansa, Ser Davos, dan Tormund mengadakan meeting strategi perang. Jon dan Sansa masih sempat berdebat karena Sansa gak yakin dengan kekuatan pasukannya. Instead of telling Jon about her strategy dia malah memilih pergi. Jon sempat menemui Melisandre yang tidak bergabung di meeting dan meminta sarannya. Dia cuma bilang, jangan mati kali ini. :) Ser Davos yang tengah berjalan-jalan di camp menemukan miniatur rusa yang dibuatnya untuk Princess Shireeen, putri Stannis Baratheon, di antara tumpukan kayu yang telah hangus. Dia mencurigai sesuatu.

Battle day has come. Ramsay menjadikan Rickon sebagai umpan agar Jon dekat ke pasukannya. Dia menyuruh Rickon lari ke arah Jon sementara Ramsay terus melepaskan anak panah ke arah bocah kecil itu. Rickon dengan polosnya lari di garis lurus. Anjiirr waktu itu gw bergumam, kok dia gak zigzag yaa. Ternyata ku tidak sendiri. Semua orang di internet heboh nyuruh Rickon lari zigzag. Jarak tersisa selemparan beha beberapa jengkal saja tapi Ramsay dengan tengilnya berhasil memanah Rickon. Kini Jon berada semakin dekat dengan pasukan Ramsay dan semakin jauh dari pasukannya sendiri. Dia pun dihujani anak panah oleh pasukan Bolton tapi luar biasa gak ada satu pun yang mengenai tubuhnya sampai akhirnya kudanya terpanah dan jatuh.

Pertarungan berlangsung dramatis dan epic. Di saat pasukan Jon dikepung oleh pasukan Bolton dengan U-sign, Knights of Vale datang menyelamatkan mereka. Sansa ternyata mengirim surat pada Lord Baelish dan meminta pasukan Vale membantunya.




Ramsay yang melihat kekalahan pasukannya pun mundur ke Winterfell. Jon, Tormund, dan Wun Wun mengejarnya. Akhirnya Ramsay menawarkan single combat dengan Jon. Saat Jon lagi kalap-kalapnya menghabisi bastard Roose Bolton itu, dia melihat Sansa di sekitarnya. Dia berhenti dan mempersilakan Sansa melakukan selebihnya.

Ramsay diikat di kursi di kandang anjingnya. Dia pernah bilang anjing piaraannya belum dikasih makan selama tujuh hari. Seberapapun setianya si anjing saat kelaparan mereka gak peduli yang dimakannya daging majikan atau bukan. Dan revenge-nya Sansa pun pay-off. Ramsay dicabik-cabik oleh anjing peliharaannya sendiri. ^^

Episode 10 (Winds of Winter)
Kalau kalian pikir episode 9 adalah episode terbaik maka kalian harus memikirkan ulang. Episode 10 ini bikin speechless. Cersei menghancurkan Sept of Baelor dengan Wildfire yang tengah diselenggarakan pengadilan untuk Loras Tyrell. Di gedung itu ada High Sparrow, Septon dan Septa, Uncle Kevan Lannister, Mace, Loras, dan Margaery Tyrell. Mereka semua mati diledakkan dengan Wildfire. Queen Margaery :((

Tommen yang hendak datang ke Baelor, ditahan oleh Ser Gregor dan dia menyaksikan gedung itu hancur lebur. Trauma dan tak bisa berkata-kata, dia memilih mengakhiri hidupnya dengan terjun dari ketinggian. Tapi ada pemandangan yang tidak elok ketika anak-anak kecil menghujamkan dagger mereka ke tubuh Maester Pycelle. :(

Baelor hancur lebur
Cersei membayar lunas dendamnya pada Septa Unella yang menyiksanya selama di tahanan serta dipermalukan di jalanan King's Landing bertelanjang like-a-whore. Confess! Confess! Shame! Shame!

Yang paling menarik ketika Jaime dan Bronn berpesta di The Twins. Beberapa pelayan wanita memandang ke arah Jaime dan menunjukkan ketertarikannya. Bronn berucap, "Kamu gak perlu melakukan apa-apa ya? Kamu duduk di sana dengan irisan daging sapi dan burung-burung datang mematuk. (Jaime gak harus melakukan apapun tapi gadis-gadis datang mendekat)." Orang ganteng mah susah ya apalagi potongan Skandinavia gitu <3 Ganteng-ganteng gitu setianya sama saudara sendiri :((

Saya suka banget part Jaime mencemooh Walder Frey, "They don't fear The Frey. They fear The Lannisters. We gave you The Riverlands to hold The Riverlands. If we have to ride north to take them back for you everytime you lose them, why do we need you?" *standing ovation*

Di Winterfell, Ser Davos melempar mainan rusanya ke Melisandre dan meminta Red Witch itu mengakui perbuatan kejinya membakar Princess Shireen kepada Jon Snow. Dia pun diusir dari Winterfell dan apabila dia kembali maka akan dipenggal kepalanya. Melisandre pun meninggalkan Winterfell disaksikan Jon dan Sansa.

Sansa meminta maaf pada Jon tidak memberitahukan soal rencananya meminta tolong pada Lord Baelish, orang yang menyerahkannya pada Ramsay. Jon meminta Sansa untuk mempercayai satu sama lain dan tidak lagi menyimpan rahasia. Lantas Jon mencium keningnya. That's not a brother kiss seriously! :))

Di Selatan, Ellaria Sand, Olenna Tyrell, dan Varys bersekutu untuk membalas dendam pada Cersei. Mereka kini berada di pihak Daenerys. Hmmmmmmmmmmmmmmmm.

Ngomong-ngomong balas dendam, Arya berhasil membalas dendamnya pada Walder Frey. Menyamar sebagai salah satu pelayan, ia mengantar pie berisi irisan daging anak-anak The Freys pada Walder Frey. Setelah menyingkap wajah palsunya, Arya menggorok leher Walder Frey seperti yang dilakukannya pada Robb dan Catelyn dahulu. Badass!!

Saya pernah nulis di Twitter plot twist Game of Thrones ternyata Littlefinger yang duduk di Iron Throne. Taunya beneran dia pengen jadi Raja Seven Kingdoms dan menginginkan Sansa sebagai ratunya. Memang dia yang memulai semua peperangan ini. Membunuh Jon Arryn, mengadu domba Stark dan Lannister, meracuni Joffrey, pokoknya dia yang mendalangi semua kekisruhan deh. Komuknya juga tampol-able. 

Dan mimpi Bran muncul kembali. :))) Bran melanjutkan mimpinya di Tower of Joy. Dia melihat ayahnya masuk ke menara menemui Lyanna Stark yang bersimbah darah. Lyanna membisikkan sesuatu pada Ned Stark lalu terdengar, "jika Robert tahu dia akan melakukannya. Tolong lindungi dia. Berjanjilah, Ned." Kemudian Ned disodori bayi laki-laki.

Little boy.
 Dimunculkan wajah bayi laki-laki, scene itu memudar jadi wajah Jon Snow seperti di bawah ini.

White wolf
Saya? Cry lahhh anjir musik latarnya juga sedih banget. :(( Setelah penghinaan yang harus diterimanya sejak kecil karena dia seorang bastard (anak haram), pertarungan yang dihadapinya beyond-the-wall, dikhianati oleh sesama anggota Night's Watch hingga dibunuh, kemudian hidup kembali dan merebut Winterfell, ternyata dia seorang pewaris tahta sah Seven Kingdoms. IT'S CONFIRMED! JON SNOW IS SON OF RHAEGAR TARGARYEN AND LYANNA STARK FULL STOP

Lords di Utara yang menolak memberi bantuan pada Jon dan Sansa pun kini tunduk pada mereka berkat Lady Lyanna Mormont. Badass banget nih pemain baru. Semoga nantinya dia nikah sama Bran! <3 Jon pun dikukuhkan sebagai King in the North. De javu jadi inget Robb Stark! :(

pic via @LordSnow (twitter)
Finale season ditutup dengan Daenerys dan pasukannya berlayar ke Westeros beserta tiga naganya terbang di udara.

Welcome back, my boring life without Game of Thrones!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar