Minggu, 12 Juni 2016

The Perks of Melamar Kerja di BUMN

Akhir bulan Mei kemarin jadi masa-masa yang sibuk bagi saya. Belum lelah saya mencoba peruntungan melamar kerja di instansi pemerintahan dan BUMN. Kebetulan pertengahan Mei lalu PT. KAI membuka lowongan besar-besaran. Saya dan adik apply berkas persyaratan via online. Gak sampai seminggu setelah batas akhir pendaftaran keluar pengumuman peserta yang lolos berkas administrasi. Sayangnya web PT. KAI sempat down dan gak bisa diakses. Untung ada teman yang share ke saya. Sekitar 501 applicants yang lolos ke tahap tes kesehatan awal.

Berikut tahapan seleksi yang saya lalui:

1. TES KESEHATAN AWAL (Selasa, 24 Mei 2016)
    Di tahap ini kami diukur tinggi badan dan berat badan serta tes buta warna. Tinggi badan minimal 155 cm untuk perempuan dan 160 cm untuk laki-laki. Alhamdulillah berat badan saya naik jadi 44 kg. :))) Berat badan lumayan ngaruh sih. Dulu saya pernah daftar dan berat saya kurang. Gak lolos deh. :(

2. PSIKOTES (Jumat, 27 Mei 2016)
    Seumur hidup saya melamar kerja belum pernah mengikuti psikotes. Dulu pas pertama melamar kerja di dealer ada tes tertulis mengerjakan jurnal dan buku besar. :) Psikotes tentu berbeda dengan mengerjakan akuntansi. Di tes ini kita gak perlu belajar, hanya perlu menjadi diri kita sendiri (ini apasih?!). Intinya psikotes bisa dikerjakan oleh semua orang makanya gak perlu nyontek.
     Psikotes ini lumayan menguras otak dan tenaga sih. Butuh kecepatan dan kecermatan. Misal belum selesai mengerjakan soal dan waktu sudah habis, jangan sedih, move on dan lanjutkan perintah instruktur. Yang terpenting ikuti perintah instruktur aja. :)
     Dalam psikotes kita disuruh menggambar pohon, tapi gak semua pohon boleh digambar. Misal pohon pisang, pohon randu, pohon kelapa, dilarang untuk digambar. Lalu mengembangkan gambar hanya dari titik/garis yang ada atau yang dinamakan tes wartegg.

contoh tes wartegg (via zonanesia.net)
    Paling terakhir dan paling menguras tenaga tentu saja tes menghitung atau biasa disebut kraeplin. Tapi instruktur kami enggan menyebut tes tersebut sebagai tes kraeplin. Yah you name it. Jadi ada deretan angka di kertas selebar koran, kami disuruh menjumlah angka menurun. Bila jumlahnya terdiri dari 2 angka, kita hanya menulis angka terakhir saja. Misal 5+7 hasilnya 12, maka yang ditulis 2. Begitu seterusnya sampai instruktur menyuruh untuk ngasih garis dimana pun letak perhitungan kami. Lalu disuruh melanjutkan kembali perhitungan sampai waktu habis. Kuncinya cepat, cermat, dan ikuti arahan instruktur.
    Alhamdulillah di tes yang menghabiskan 5 jam ini, saya lolos. :)))

Suasana pengumuman hasil tes psikotes di kantor DAOP 5.
Ya jadi walaupun ikut tes saya tetep berangkat kerja. :")))

3. INTERVIEW (Rabu, 1 Juni 2016)
    Pernah baca sebuah artikel di Hipwee kalau nilai bagus semasa sekolah hanya mengantar kita sampai tes wawancara. Jadi nilai tinggi bukan jaminan mudah dapat kerja. Contoh nyata, diri saya sendiri. Bukannya sombong tapi menurut orang-orang nilai saya lumayan tapi saya sering gagal di tes adminitrasi awal atau paling mentok di tahap interview. :( Makanya kali ini saya agak kurang percaya diri. Padahal kunci utamanya itu. Hvft.
    Dari sekitar 58 applicants, dibagi menjadi 7 meja wawancara dimana setiap meja diwawancara oleh 2 orang. Diwawancara satu orang saja saya udah gerogi, gimana sampai 2 orang gini?? Dan sialnya (atau beruntungnya ya?) saya dapat giliran putaran pertama. Iyaaaa, per putaran 7 applicants masuk ke ruangan dan saya dapat putaran pertama!! Padahal kan kalau ada yang udah wawancara duluan bisa tanya-tanya dulu :"(
    Keluar ruangan saya langsung meluncur ke WC. Alhamdulillah di luar dugaan saya lolos. Sayangnya adik saya tidak. :(

4. TES KESEHATAN AKHIR (Jumat, 3 Juni 2016)
    Bertempat di lokasi yang sama ketika tes kesehatan awal, saya berangkat pagi sekali karena kali ini saya harus berangkat sendiri tanpa disetiri adik. Kami disuruh untuk berpuasa dari jam 11 malam sebelumnya. Disarankan minum Bear Brand kalau kata teman saya. Adik saya yang dulu pernah ikut MCU juga bilang gitu. Ada beberapa tes yang harus dilakukan seperti tes darah (disuntik tentunya), tes urine, tes detak jantung, rontgen, cek tekanan darah, tes mata, pendengaran, gigi, dan fisik.
    Saat tes detak jantung dan tes fisik we have to naked. Yes, you read it right. Naked. :( Yang gak bersedia boleh kok gak ikutan, yang artinya udah pasti gak lolos. Udah sejauh itu mau mempertahankan idealisme masaaa... Pasrahlah... Ya udah, toh yang memeriksa bidan dan dokter perempuan ini. :")

Alhamdulillah semua tes sudah dilalui tinggal berserah diri sama Yang Maha Kuasa untuk hasilnya. Berharap yang terbaik. :)

Minggu, 12 Juni 2016
XO
-ISMA-

UPDATE!!
Alhamdulillah belum rejeki saya bergabung di BUMN. :) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar