Minggu, 16 Desember 2012

Ada Apa Dengan Liverpool?

Bangun tidur tengah malam lihat hasil pertandingan Liverpool (LFC) yang mengecewakan. Kalah 1-3 di Anfield dari tim papan tengah Aston Villa. Padahal catatan rekor The Reds di atas kertas lumayan mengungguli tim asal kota Birmingham loh.
Nah apa masalahnya? Kenapa bisa kalah dengan The Villans padahal di markas West Ham saja Merseyside Merah mampu membalikkan keadaan dan unggul 3-2? Tapi kenapa dia Anfield, home base sendiri justru melempem? Apa yang salah?
Kemudian aku lihat orang-orang yang emosial di Timeline mengatakan, "We ain't no Chelsea." yang maksudnya adalah kita bukan Chelsea yang mengharapkan kesuksesan yang instan. Ya The Blues memang sering berganti manager. Satu pelatih gagal meraih kemenangan maka segera diganti dengan pelatih baru. Satu pelatih gagal menunjukkan konsistensi yang sejujurnya gak lebih buruk dari Liverpool pun diganti. Bahkan seorang Di Matteo yang sudah membawa Chelsea meraih gelar FA Cup dan UEFA Champions League untuk pertama kalinya dalam sejarah klub London itu pun didepan hanya karena dia gagal meraih kemenangan dalam beberapa pertandingan terakhir. Padahal secara posisi mereka masih lebih bagus dari Liverpool. Yah semacam itu.
Benar kita memang bukan Chelsea, tapi sampe kapan kita harus bersabar? Sudah berapa musim kita hanya berkutat di papan tengah? Sudah berapa musim kita melewatkan tradisi UCL? Pelatih berganti, pemilik juga berganti, dan bahkan pemain pun juga berganti. Tapi kenapa hasilnya masih tetap sama? Berapa banyak kesempatan yang harus kita beri kepada mereka?
Kenapa kita tidak seperti City dimana sang manager langsung memberi dampak besar bagi kesuksesan tim? We ain't no City who have much money? Hmm, jika masalahnya uang, saya rasa FSG juga sudah mengucurkan dana lebih untuk merekrut pemain bintang. Tapi sayangnya kenapa pemain-pemain tersebut gagal menunjukkan performa gemilangnya bersama Liverpool? Sebut saja Stewart Downing yang begitu bersinar bersama Middlesborough dan Aston Villa. Apa yang salah dengan Downing? Kenapa dia tak secemerlang itu bersama LFC? Selain Downing ada juga Andy Carroll. Kita sudah keluar dana £ 35 M untuk seorang pemain yang bahkan kesulitan mencetak gol. Apa salah dengan Carroll? Kenapa setiap penny uang yang dikeluarkan seperti sia-sia? Kenapa kita tidak seperti tim lain yang tidak harus mengeluarkan dana besar namun pemainnya sukses menunjukkan performa terbaik? Sebut saja Michu, Demba Ba, Radamel Falcao. Harga mereka tak sebanding dengan Carroll dan Downing tapi mereka sanggup memukau kita dengan aksi cemerlang mereka dalam menjebol gawang lawan. Kenapa kita tidak bisa seperti mereka?
*sigh*
We've always been told to be patient. Brendan Rodgers memulai tim dari nol. Brendan Rodgers baru setengah musim menangani Liverpool. Brendan Rodgers bla bla bla yada yada. Pfffft. Tapi sampai kapan to nduk? Lama-lama kita juga ingin melihat hasilnya kan? Apa perlu kita menunggu sampai tim ada di jurang terendah baru berganti manager begitu?
Baiklah jika memang Brendan Rodgers masih layak berada di Liverpool. Tapi saya ingin perubahan signifikan. Apalagi di sektor depan. Kita hanya bertumpu pada seorang Luis Suarez untuk bekerja keras sendiri. Lini tengah pun perlu dievaluasi mengingat betapa mudahnya lawan menusuk ke jantung pertahanan yang seharusnya bisa dihalau dari tengah. Saya ingat beberapa musim lalu kita punya barisan gelandang yang bisa dikatakan 'world class' namun 'underrated'. Sebut saja Javier Mascherano, Steven Gerrard, dan Xabi Alonso. Tapi yang tersisa kini hanya Stevie G yang performanya pun tak sehebat dulu. Joe Allen, Jordan Henderson, dan Jonjo Shelvey yang diproyeksikan untuk mengganti kekosongan yang ditinggal mereka pun masih belum menampilkan performa terbaik. Hanya Shelvey yang mulai terlihat matang. Sementara itu kita masih punya Lucas Leiva yang bisa dikatakan menunjukkan progress signifikan namun dia sering dihantam cedera berkepanjangan. Hmpfffftttt.
Sementara itu untuk defence saya lihat lumayan dibanding kedua lini tadi. Kita punya barisan pemain bertahan yang lumayan mumpuni seperti Jose Enrique, Glen Johnson, Daniel Agger, Martin Skrtel, dan Sebastian Coates. Namun masalah inkonsistensi kerap menerpa mereka. Ya terkadang mereka tampil solid tapi terkadang mereka juga ceroboh. Hmmm.
Bagaimana dengan posisi penjaga gawang? Penampilan Pepe Reina cenderung menurun dalam beberapa musim terakhir. Posisinya bahkan pernah disebut akan diambil alih Brad Jones namun kenyataannya sang manager masih mempercayakan pria Spanyol untuk menjaga gawangnya.
Saya berharap akhir tahun ini akan menjadi pelajaran berharga bagi Liverpool. Kita ingin perubahan signifikan. Kita gak mau hanya puas dengan sekadar hasil imbang atau menjadi tim papan tengah. Kita juga ingin berada dalam jalur perebutan juara. Masa kita selalu menyerah dari persaingan merebut gelar bahkan sebelum paruh musim? Perubahan itu penting!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar