Rabu, 07 Agustus 2013

Ketika Ramadhan Berakhir

Seperti baru kemarin saya pulang dari Bogor dan orangtua saya menyiapkan martabak legit yang sedianya untuk makan sahur tapi Kementrian Agama mengumumkan tanggal 1 Ramadhan jatuh pada 10 Juli 2012 yang dengan kata lain saya belum mulai puasa pada hari itu--9 Juli. Tak terasa Ramadhan sudah berakhir dan kini gema takbir berkumandang dari setiap toa masjid dan mushola.

Jujur saja saya merasa nyaman dengan suasana Ramadhan. Bangun sahur untuk sarapan a la kadarnya namun bersama keluarga membuatnya terasa nikmat. Saya tak perlu bingung memilih menu ketika jam makan siang tiba. Operasional harian saya pun tak sebesar hari biasa meskipun masih tombok sih... :D Meskipun jam kerja tidak dikurangi dan hanya dimajukan setengah jam saja namun saya bisa pulang lebih awal. Yah, paling tidak saya tak harus melewatkan Magrib di jalan. Saya juga masih kebagian bus 3/4 yang lajunya lumayan cepat ketimbang bus besar tapi suka ngetem dan lajunya lambat. Buka puasa dengan sayur kangkung saja terasa seperti Oriental Bento. Bahkan teh manis hangat menjadi minuman terlezat mengalahkan Starbucks. And again, berkumpul bersama keluarga menjadi dessert yang lebih nikmat ketimbang bikinan Chef Marinka sekalipun.

Bulan Ramadhan juga dijadikan sebagai bulan panen pahala. Saya benar-benar seperti orang yang baru masuk Islam karena saya baru sadar akan hal itu. Bayangkan saja di bulan lain tidak ada Sholat Tarawih. Inilah kesempatan untuk menambah pundi-pundi amal. Sementara menurut pak kyai, ibadah di bulan Ramadhan ini pahalanya dilipatgandakan. Sudah barang tentu setiap ibadah wajib kita pahalanya pasti dilipatgandakan apalagi bila ditambah ibadah sunnah? Ini kesempatan emas!!! Saya pun yang Muslim sejak lahir seperti baru sadar akan hal itu di Ramadhan tahun ini. Memang sih untuk melakukan semua itu perlu paksaan dari dalam diri. Nah dari paksaan itu inshaAllah bisa jadi kebiasaan. Saya juga tidak sesempurna itu kok melakukan semua ibadah baik wajib maupun sunnah. Terkadang saya juga melewatkan sholat Tarawih karena kelelahan sehabis beraktivitas seharian. Intinya memang tahap demi tahap sih.

Jadi di masjid komplek itu ada aktivitas semacam di pesantren tapi gak nginep. Sehabis sholat Tarawih, ada tadarus Al Quran hingga pukul 9 malam. Sesudah sholat Shubuh juga ada kuliah Shubuh hingga pukul 6 pagi dilanjutkan sholat Dhuha. Nah jika sebelum sholat Shubuh kita mendirikan sholat sunnah malam seperti Sholat Tahajjud dan Sholat Hajjat, berapa banyak pahala yang kita terima?? Ya sudah bukan tugas kita mengkalkulasi pahala. Yang terpenting adalah bagaimana kita menjalaninya dengan ikhlas dan hanya mengharap ridlo Allah semata. Tapi percuma juga sih bila semua ibadah itu didirikan namun maksiat masih dilakukan. Well, TAPI ITU MASIH MENDING KETIMBANG ORANG YANG UDAH GAK PUASA, GAK SHOLAT, GAK BERIBADAH, DAN KELAKUAN MINUS PULAK. MAKSIATNYA BANTER LAGI! PFFTT

Btw, it was the hardest Ramadhan I've ever had if I could tell... Masa tersulit dalam hidup saya and prolly terberat yang pernah saya alami. Tak perlulah saya ceritakan apa masalahnya namun Ramadhan kali ini sebagai ajang saya memohon ampun dan berdoa untuk kesembuhan ibu dan untuk kekuatan saya dalam segala cobaan karena doa orang yang berpuasa inshaAllah diijabah oleh Sang Maha Kuasa.

Sebelumnya saya tak pernah menangis ketika berdoa. Jika pun pernah mungkin itu hanya mengantuk saja. Tapi kali ini saya benar-benar menangis tersedu-sedu mengadu pada Yang Maha Kuasa dan memohon untuk diringankan cobaan yang menimpa saya di setiap sholat tengah malam. Bahkan pernah ketika sholat Tarawih berjamaah di masjid, tak sengaja air mata saya menetes. Mungkin ibu-ibu di samping saya melihat saya sesekali menyeka wajah. Benar, saya menangis. Saya merasa cobaan yang menimpa saya begitu berat. Mungkin saya saja yang terlalu cengeng dan rapuh. :"(

Alhamdulillah, Allah meringankan cobaan saya sekarang. Ya, meskipun tak sepenuhnya menghilangkan atau mengakhiri ujian tersebut namun saya merasakan  Dia sedang menunjukkan kebesaranNya. Mungkin cobaan ini untuk membuat saya agar mendekatkan diri lagi kepada Yang Maha Kuasa. Terlalu banyak waktu yang saya buang hanya untuk kenikmatan duniawi saja dan mengesampingkan kewajiban saya kepadaNya. Semoga dengan ujian ini saya lebih dewasa dan lebih mendekatkan diri lagi kepada Allah swt. Doakan istiqomah! :D

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H. Maafkan tutur kata saya yang kurang terkendali dan terkadang menyakiti hati. Semoga kita semua kembali ke fitrah.

source: google

Tidak ada komentar:

Posting Komentar