Jumat, 01 September 2017

Review Game of Thrones season 7 (Part 1)

Setelah di akhir season 6 Arya membunuh Walder Frey, kini giliran Arya menggunakan wajahnya untuk membunuh sisa pasukan The Freys dalam perjamuan di tempat yang sama mereka membunuh Robb dan ibunya, Catelyn. Badass seperti biasa. Setelah itu ia melanjutkan perjalanan ke King’s Landing untuk menuntaskan daftar orang yang akan dibunuhnya, yakni Cersei. Namun ia sempat mampir di kedai tempat Hot Pie bekerja. Dari Hot Pie ia mendapat informasi kalau Jon Snow kini jadi King in the North. Arya urung pergi ke Selatan, ia membalikkan arah ke Utara, ke Winterfell.

Bran dan Meera juga kembali ke Winterfell. Tapi Jon sudah pergi ke Dragonstone menemui Daenerys yang menginginkannya berlutut dan menjadikannya sekutu untuk melawan Cersei. Jon yang ditemani Davos Seaworth berlayar ke Selatan dengan maksud meminta dragonglass yang tersimpan di bawah gunung di Dragonstone. Sebelumnya dia menerima gagak dari Samwell Tarly yang tengah belajar di Citadel yang berisi informasi keberadaan dragonglass.

BATTLE OF THE QUEENS
Perbedaan tujuan menimbulkan perdebatan antara Jon dan Daenerys. Jon membutuhkan dragonglass untuk mempersenjatai pasukannya melawan White Walkers yang sedang menuju ke The Wall. Tapi Dany memerintah Jon untuk berlutut padanya. Jon enggan melakukannya karena Lords Utara tidak akan setuju. Di tengah perdebatan tersebut Varys datang membawa kabar kekalahan pasukan Dorne dan Greyjoy oleh Euron Greyjoy, sekutu Cersei.

Well, seperti kita tahu Ellaria Sand, Yara dan Theon Greyjoy, dan Olenna Tyrell memilih bersekutu dengan Daenerys untuk membalas dendam pada Cersei. Cersei dalam posisi kurang menguntungkan karena tidak memiliki sekutu, namun Euron, paman Yara dan Theon, datang menawarkan diri menjadi sekutunya dengan imbalan menikahi Cersei. Tak butuh waktu lama Euron membuktikan kesungguhannya dengan menyerang pasukan Dorne dan Greyjoy-perjuangan :P

Sementara itu pasukan Unsullied yang diplot menyerang Casterly Rock malah menemukan kastil telah kosong ditinggalkan oleh The Lannisters. Ternyata The Lannisters—yang dipimpin Jaime—dan sekutunya, Tarly, tengah menyerang Highgarden. Twist! Olenna mati meminum racun yang diberi Jaime. Di sini neneknya Margaery mengungkapkan bahwa dia yang meracun Joffrey di hari pernikahannya.

“Tell Cersei, I want her to know it was me!”
Badass! She’s one of my favorite character beside Tywin Lannister. :) She and Tywin are the best ship. *tukang nge-ship mulai deh*

Well, akhirnya Jaime dan Cersei tahu fakta bahwa bukan Tyrion yang membunuh Joffrey. Tapi apakah Cersei berhenti membenci Tyrion? Ya gak juga. Tyrion yang membunuh ayah mereka, Tywin, dan sekarang ia menjadi Hand dari musuh Cersei, Daenerys.

DAENERYS' REVENGE
Daenerys yang semula begitu superior harus menghadapi kekalahan telak. Ia hampir saja menunggangi naganya untuk menyerang King’s Landing tapi Tyrion melarangnya. Dany meminta saran Jon soal strategi perang. Jon mengungkapkan jika Dany menyerang King’s Landing maka akan membunuh rakyat yang tak bersalah, membuatnya tak berbeda dengan ayahnya, Mad King Aerys.
   
Kemudian Dany membawa pasukan tersisa, Dothraki dan naganya menyerang rombongan Lannisters dan Tarly yang sukses menjarah Highgarden. Dracarys! Drogon memuntahkan api dari mulutnya membakar sebagian pasukan musuh. Ngeri. Merinding. Gambaran perang yang sesungguhnya. Ketiga kali saya merasa merinding menonton adegan perang setelah Hardhome dan Battle of the Bastards. Kudos for the director and crew. Best I’ve ever seen.



Then what? Drogon berhasil dilumpuhkan oleh panah scorpion yang dibuat Qyburn. Di saat Dany kesulitan mencabut anak panah di tubuh Drogon, Jaime berkuda ke arahnya hendak menyabetkan pedang. Tyrion dari kejauhan bersumpah serapah pada kebodohan saudaranya. Drogon menyemburkan api ke arah Jaime tapi dia diselamatkan oleh Bronn yang mendorongnya ke danau. I was shaking as fook. As much as I hate him in season 1, I can’t see him as an antagonist anymore since he met Brienne of the fooking Tarth.

Selanjutnya Dany meminta pasukan musuh yang tersisa untuk berlutut padanya, namun Randyll Tarly, ayah Sam, dan putranya, Dickon menolak. Tanpa ampun Dany men-dracarys-kan mereka menjadi abu. Sisa pasukan pun berlutut padanya. Tyrion agak berlawanan dengan keputusannya tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.

Bersama Drogon, Dany kembali ke Dragonstone mendarat di tebing tempat Jon berdiri. Drogon telihat jinak pada Jon, membuat Daenerys heran. Di saat bersamaan bapak friendzoned kita, Ser Jorah Mormont kembali setelah sembuh dari penyakit greyscale. Samwell yang menyembuhkannya di Citadel. Well, poor Ser Jorah! Setelah Khal Drogo mati, kemudian kalah saing dengan Dario Naharis, kini muncul pesaing baru, Jon Snow. All this time he serves Daenerys, but she always falls for someone else. Poor Ser Jorah! :(

next review ------ review part 2

Tidak ada komentar:

Posting Komentar